
"Kak Ruzen kemana? " tanya Tia .
"dia di markas sekarang, masih mabok dan belum sadar karna dia tadi malem minum banyak" ucap Rion yang keceplosan dan yoga yang menginjak kaki Rion.
"Haaahhh? Kak Ruzen mabuk? " ucap tia yang kaget.
Sedangkan Yoga dan Rion panik karena mereka telah keceplosan yang membuat Tia tau kalau tadi malam mereka habis melakukan pesta minuman.
"Lu gblok bgt anjing, ngapain lu bilang'' bisik Yoga.
" anjing keceplosan cukk" ucap Rion yang panik dan takut.
Sedang kan Tia dan hilma yang kesal pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua.
" lu tolol bet sih, mati kita bakal di marah si bos" ucap Yoga yang ketakutan.
"Ga sadar gw *** . sorry" ucap Rion. Mereka pun bergegas menuju kelas mereka.
Sedang kan Ruzen, dia terbangun sekitar jam 11 siang. Dia terbangung hanya dengan mengguna celana boxer yang ia kenakan . karna memang bajunya sudah kotor penuh dengan muntahan dirinya akibat terlalu banyak minum malam tadi. Keadaan markas memang sangat sepi di saat pagi hari, karena memang mayoritas anggota gang Red Dragon masih bersekolah. Hanya beberapa saja yg sudah lulus sekolah.
"Emg babi rion ama yoga, ga d bangunin gw" ucap Ruzen dalam hati sambil menghidup kan rokok di mulut nya.
Saat bel tanda pelajaran telah usai, Tia dan Hilma langsung bergegas pergi meninggal kan kelas mereka.
Namun sebelum pulang, dia menyempat kan untuk bertemu Rion untuk memberi kan pesan kepada Ruzen. Tia pun bertemu Rion dan Yoga saat mereka di depan grbang sekolah .
"Kak Rion, " ucap wanita yg memanggil nya dan membuat Rion menoleh ke belakang.
"Eh Tiaaa.... kenapaa?" tanya Rion.
"Eh maaf kak, Tia mau minta tolong sama kak Rion. Tolong nanti kalau ketemu kak Ruzen, Bilang suruh ke kafe ibuk yaa, ibuk mau ketemu" ucap Tia sambil menunduk ke bawah.
Rion dan Yoga ya g mendengar permintaan tolong itu pun langsung mengerti maksud dan tujuan itu. Rion dan yoga beranggapan bahwa Tia akan memarahi bos nya .
Mereka berdua pun hanya meng angguk kan kepalanya tanda mengerti.
" Yaudh kak, Tia minta Tolong itu aja, Tolong sampai kan ya kak" ucap Tia memohon kepada Rion dan Yoga.
"Insya allah ya " ucap Yoga.
"Yaudh kak Tia sama hilma pamit, Assalamualaikum" ucap tia yang langsung melanjutkan perjalanan pulangnya.
__ADS_1
"Walaikumsalamm. Hati hati ya hilma cantikk'' ucap yoga sambil menggoda Hilma.
Sementara itu, Hilma hanya menunjuk kan wajah sinis nya kepada Yoga.
" widihhhh suka lu sama Hilma" ucap Rion yang terkekeh melihat tingkah sahabatnya.
"Iye cukk. Cantik juga ya hilma" jawab Yoga yang pada saat itu blm mengalihkan pandangannya dari Hilma.
"Coba lu liat dehh, cantik manis, body nya muantep. Perfect banget deh. Cocok buat gw" Ucap Yoga yg membuat Rion geleng geleng.
"Udh ayok ah ke markas" ucap Rion yang menyeret tangannya yoga.
"Pelan pelan anjinggg" ucap Yoga yang kesal karna perlakuan Rion.
Di markas~
"Udh sadar lu bos,?" ucap Rion yang menanyakan keadaan Ruzen.
"Lu berdua ngapa ga bangunin gw sih" tanya Ruzen yang kesal pada kedua sahabat nya.
"Ya maap bos, tadi lu tidur nyenyak banget. Ga tega mau bangunin lu.. Ya udah deh jadi kita ga berani buat bangunin lu. Takut lu marah." ucap Yoga.
"Ehhh anu boss maaf sebelumnya. Tadi Tia titip pesen, katanya elu suruh ke kafe ibunya" Ucap Yoga yang sedikit ketakutan.
"Kenapa dia ? Kangen ama gw kali yak?" Ucap Ruzen yang sedikit bercanda.
"Ehhh anu boss tadi Rion kecep-" blm selesai Yoga berbicara namun telapak tangan Rion sudah mendarat menutupi mulutnya. Rion khawatir jika Ruzen akan memarahinya karena sudah keceplosan.
"Ngmong apa sih lu? On, biarin yoga bicara" perintah Ruzen kepada Rion yang menutupi sesuatu.
"Anu bos, itu tadi Rion Keceplosan pas di gerbang sekolah," ucap Yoga yang sedikit menunduk karena khawatir Ruzen akan memarahi mereka berdua.
"Keceplosan apa mksud lu,? Klo ngmong tu langsung to the point anjing. Malah kebanyakan drama lu" Ucap Ruzen sedikit kesal.
"Jadi tadi Rion bilang kalo tadi malem bos minum minum sampe mabok ke Tia" Ucap Yoga.
Sementara itu, Rion hanya bisa terdiam dan bersiap menerima keplakan yang akan di berikan oleh Ruzen. Ruzen yang mendengar itu pun sangat kaget, dan langsung menghampiri Rion.
"Bener lu bilang gt On?" tanya Ruzen.
"Iya bos maaf gw keceplosan" ucap Rion ketakutan.
__ADS_1
Ruzen yang mendengar penjelasan Rion pun hanya menonyor kepala Rion.
"Lain kali lu kalo punya mulut di rem ya babiii...." Ucap Ruzen yang geram dengan Rion.
Rion pun hanya terdiam tak berani membantah perkataan Ruzen. Setelah cukup puas memarahi Rion dan yoga, ia pun langsung bergegas menuju kafe milik ibu nya Tia untuk menjelas kan kepada Tia.
Di Kafe~~
Tia yang saat itu membantu ibunya ber jualan di kafe dikejut kan dengan salam dari seorang pria yang memasuki area Kafe nya.
"Assalamualaikum" ucap pria tersebut.
''Walaikumsalam" balas tia sambil memutar kan kursi roda nya.
Tia yang mengetahui itu adalah Ruzen pun enggan menatap wajah Ruzen karna ia memang sedang marah karena Ruzen mabok td mlm.
"Mau pesan apa mas" Ucap Tia yang pura pura biasa saja.
"Kok mas? Biasa nya manggil kakak" Ucap Ruzen yg heran dgn sikap Tia hari ini.
"Mau pesan apaa? " Ucap tia mengulangi perkataannya yang tadi.
"Ehhh, mau pesan ini sama ini" sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah makanan dan minuman yang ada di buku menu.
"Baik, silahkan tunggu sebentar mas" ucap tia meninggalkan Ruzen.
Sementara itu Ruzen mengerti alasan mengapa sikap Tia demikian.
Setelah menunggu beberapa saat, Pesanannya pun datang.
"Silahkan di nikmati" Ucap Tia ya g cuek sambil meletakkan pesanannya d atas meja.
"Lu marah sama gw ya" Ucap Ruzen secara pelan dan lembut.
"Marah,? Atas dasar apa saya marah kepada mas? Ucap Tia yang sukses membuat Ruzen terbungkam.
" Maafin gw tia, gw khilaf td malem" Ucap Ruzen yang memohon maaf kepada Tia.
"Gak perlu minta maaf ke saya. Minta maaf lah sama allah, Karena perbuatan mu itu melanggar aturan allah yang melarang manusia meminum khamr" Ucap Tia yang kecewa dengan kelakuan Ruzen.
"Gw janji gak akan ngelakuin itu lagi asal lo maafin gw" Ucap RuzenĀ yang membuat Tia luluh dan memaafkannya.
__ADS_1