Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 22 Meminta Izin Orang Tua


__ADS_3

Setelah cukup lama berbincang di dalam mobil, akhir nya tiba lah mereka di depan gerbang Rumah kakek.Ruzen pun mengklakson agar pak satpam mem buka kan pintu. Tak lama, terbuka lah pintu gerbang dan Ruzen langsung mengemudikan mobil nya masuk ke dalam area Rumah Kakek nya.


Setelah memarkir kan mobil nya, Ruzen dan Sigit langsung keluar. Sigit mengambil kursi Roda sedang kan Sigit siap untuk menggendong Tia dan mengangkat Tia menuju kursi roda. Setelah Tia duduk di kursi Roda, Sigit langsung mendorong nya memasuki Rumah Kakek nya Ruzen yang Sangat Besar.


"Assalamualaikum" ucap Ruzen mengetuk pintu Rumah kakek nya.


"Walaikumsalam" Ucap Bi momon sambil membuka kan pintu.


"Eh adenn, masuk den itu udh d tunggu kakek di ruang tamu " ucap bi momon mempersilah kan mereka bertiga untuk masuk.


"Mangga neng masuk, ucap bi momon. " makasih bik "ucap Tia sambil tersenyum.


" wah cucu kurang ajar ku udh sampe" Ucap Heri.


"Wahh ini toh calon istri cucuku" sambung heri yg menyapa Tia.


Sementara itu, Sigit langsung bersalaman dengan Heri dan Sigit mencium tangan Heri.


"Monggo duduk" Ucap Heri mempersilah kan tamu nya untuk duduk.


"Terima kasih kek" Ucap Tia dengan lembut.


"Jadi dia lah kek cewek yg Ruzen ceritain ke kakek." Ucap Ruzen.


"Cantik, kok mau sama kamu yg bajingan'' canda Heri.


" bajingan bajingan gini juga manusia loh kek" ujar Ruzen sedikit kesal dengan kakek nya.


"Hehe, jadi nama kamu siapa nih" Tanya Heri kepada Tia.


" nama saya Tia kek, Dwi Septiana Putri " ucap Tia menyebut kan namanya. "


Nama yg cantik, sama seperti orang nya." ujar heri memuji Tia.


"Terima kasih kek" ucap Tia yg tertunduk malu.


"Jangan mau sama Ruzen. Dia nakal. Sama kakek aja yuk. Duit kakek banyak lo " Canda Heri yg membuat Ruzen tak terima.


"Astaghfirullah si Tua bangka ga inget umur" ujar Ruzen yg membuat Tia dan sigit tertawa melihat tingkah antara kakek dan cucu nya.

__ADS_1


"Biar tua yg pnting duit banyak" ucap Kakek nya. ruzen pun hanya geleng geleng mendengar ucapan kakek nya.


"Jadi mas nya ini siapa ya?" Tanya Heri yg blm kenal dengan Sigit.


"Saya Sigit kek, abang nya Tia. " ucap Sigit memperkenal kan diri.


"Oalah nak Sigit. Ganteng juga kamu. Mau ga nikah sama bi momon?" Canda Heri yg membuat mereka Tertawa bersama di ruang tamu.


"Jdi, kakek tu emg gini orang nya bang. Suka becanda. Kadang pun becanda nya kelewatan." Ucap Ruzen kepada Sigit.


"Iya, kakek mu org nya lucu jugak" Ujar Sigit. Heri pun yg mendengar pujian itu tersenyum.


"Jadi, apakah kalian yakin ingin melaksana kan pernikahan?" tanya Heri yg membuat Suasana tiba tiba menjadi sunyi.


"Yakin kek bismillah, Ruzen kesini mau minta izin dan meminta restu sama kakek. " Ucap Ruzen.


"Kakek akan mengizin kan kalian menikah tapi dengan satu syarat" Ucap Heri yg membuat Tia langsung deg deg an.


"Apa syarat nya kek" Tanya Ruzen penasaran.


"Setelah menikah, kalian harus tinggal di rumah kakek" pinta Heri. Tia dan Heri pun saling tatap. Sigit pun langsung meng iyakan syarat dari Heri.


"Tapi bang, gimana dengan ibuk" Ucap tia yg khawatir jika harus meninggal kan ibu nya.


"Udh tenang, kan ada abang di rumah. Nah nanti kalau untuk yg bantu ibu di kafe biar abg cari karyawan." Ucap Sigit. Tia pun sedikit tenang dengan perkataan abang nya.


"Kalau begitu nanti setelah ijab qobul, kalian langsung tidur d rumah kakek." Ucap Heri yang di angguki oleh Ruzen, Tia dan sigit.


Setelah mendapan izin dari kakek, Ruzen memutus kan untuk pergi ke rumah nya untuk meminta izin kepada orang tua nya.


"Kek kalau gt kami pamit ya, mau ke rumah papa" Ujar Ruzen.


"Iyaa hati hati, nanti kalau mereka bikin kamu sakit hati lagi. Bilang sama kakek" Ujar Heri.


Tia dan Ruzen pun di buat bingung oleh perkataan Heri barusan.


"Maksd nya apa ya?" Guman Tia dalam hati.


Sebenar nya tia sangat ingin bertanya dengan Ruzen tapi ia mengurung kan niat nya.

__ADS_1


"Nanti saja lah kalau di mobil" Guman Tia dalam hati.


"Kami izin dlu ya kek,assalamualaikum " Ucap Tia berpamitan.


"Walaikumsalam" balas Heri.


Mereka bertiga pun langsung menuju ke mobil untuk melanjut kan perjalanan ke rumah orang Tua nya Ruzen.


Saat di perjalanan, Tia yang dari tadi penasaran dengan perkataan Heri pun memberani kan diri untuk ber tanya pada Ruzen.


"Kak, maaf sebelum nya. Maksud perkataan kakek yg tentang org tua kakak yg bikin sakit hati tu apa ya" Ucap Tia penasaran.


"Oalaahhh,, itu too.. Jadii orang tua ak tu seperti tidak menganggap aku sebagai anak nya. Selalu mengucap kan kata kata yg tidaknpantas sebagai org tua. Pokok nya selalu memarahi aku. Dan kadang perkataan mereka membuat sakit hati." Ucap Ruzen yg membuat Sigit dan Tia heran dengan org tua Ruzen.


"Terus, apa kah kita akan di izin kan nanti kak?" Tanya Tia yg takut jika org tua nya tdk mengizin kan mereka menikah.


"Tenang aja, mereka tidak akan peduli dengan keputusan ku. Aku cuma pengen bilang aja ke mereka kalau aku akan menikah dengan mu. Terlepas dari apa kata mereka nanti, aku tidak memperduli kan nya. Yg jelas niat ku cuma mau memberitahu mereka" Ucap Ruzen .


Tia yg mendengarkan itubpun tertunduk tak bisa membayang kan gimana rasa nya jadi Ruzen yg selalu di marah dan tak di anggap sebagai anak nya.


Setelah sekitar 15 menit mengendarai mobil nya, tiba lah kini di rumah orang Tua Ruzen . Tia yang dari td merasa biasa saja, tiba tiba dia merasa takut untuk masuk dan dada nya kini berdetak lebih kencang membayang kan ucapan ucapan yg akan keluar dari mulut orang tua Ruzen.


"Assalamualaikum, " ucap Ruzen.


"Walaikumsalam" ucap suara laki laki dari balik pintu.


Setelah pintu terbuka, benar saja tebakan Tia.


"Ngapain kamu pulang? Masih ingat rumah kamu?" ucap Arman ketus.


"Alangkah baik nya jika tamu dipersilahkan masuk dulu" Ucap Ruzen sopan.


"Sok sopan kamu, dasar anak tak tau diri" Ucap arman ketus.


Deghhhh


Ucapan itu membuat dada Tia serasa berhenti berdetak. Sedangkan Sigit hanya geleng geleng kepala melihat perlakuan Arman kepada anaknya.


"Ayok bang masuk dulu. " ajak Ruzen. Dan sigit pun langsung mendorong kursi roda adiknya memasuki rumah Ruzen.

__ADS_1


__ADS_2