Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 24 Hari Yang Di Tunggu Akhirnya Tiba


__ADS_3

Hari yang telah di tunggu oleh banyak orang pun akhir nya tiba, hari itu adalah hari dimana Ruzen dan Tia akan memulai hidup nya yang baru melaksanakan pernikahan.


Tapi semua nya tak sesuai rencana, rencana yang Ruzen inginkan  hanya lah  di ketahui oleh kedua sahabat nya saja dan oleh kedua orang tua Ruzen dan juga oleh Bg sigit selaku wali nikah dari Tia serta Ibu nya Tia.


Semua itu seperti nya gagal terjadi karna mulut ember Rion dan Yoga yang keceplosan bicara ke bang Ali, dan dengan mudah nya bg Ali menyebar berita itu hingga seluruh anggota gang Red Dragon mengetahui nya.


"lo mah gitu njing, gue kan juga sahabat lo, masa iya Lo cuma kasih tau Yoga sama Rion doang sih " Protes bg Ali.


"Gue cuma bilang sama mereka berdua aja bisa tau semua, kalau gue bilang sama lo se Indonesia bisa tau kan." Ucap Ruzen sebal.


"Nggak papa udah tenang aje , kita bakal kawal Lo sampai ke rumah Tia. Kita harus pastikan kalau lo


sampai di rumah Tia dengan selamat." Ucap salah seorang Anggota gang .


memang Ruzen memutuskan untuk berangkat dari markas karna udah terlanjur tau semua jadi nya ia


putuskan untuk mengundang semua anggota sekalian.


"tumben tumbenan lu mau pake baju putih Bos?" Tanya Yoga yang baru saja datang dengan sekantung plastik berisi martabak yang ada di tangan nya.


"Nggak papa sekali kali buat nikah doang, emang mau warna apa? Lo tau ga? Masa kemarin Tia minta pake baju warna hitam, gila nggak?!" Ucap Ruzen lalu tertawa


terbahak bahak.


"Lah, itu mau nikah apa mau ziarah ke kuburan?" Sahut Yoga juga yang di iringi tawa.


"Ya Allah, bos gue mau jadi laki orang." Ucap Rion penuh drama sambil merangkul lengan Ruzen yang tengah di dandani oleh seseorang yang memang sudah di sewa oleh Bg Sigit.


"Iya nih on, gue juga nggak percaya." Sahut Ruzen Tertawa.


"Sudah selesai mas." Ucap seorang laki-laki yang bergaya perempuan sembari merapikan sedikit peci yang di gunakan oleh Ruzen .


"Au ahh boss... Gue nggak rela Lo nikah deh bos, nanti waktu Lo terbagi buat Tia juga, ntar pasti lo jadi jarang main ke Markas lagi." Ucap Rion yang benar benar menangis.


yoga langsung mendekat dan menarik kerah baju Rion agar melepaskan Ruzen.


"cepetan keburu kesiangan on!" Ucap Yoga yang menarik Rion menjauh seperti ia menarik anak kucing.


"Sedih gaa.." Ucap Rion langsung memeluk Yoga sahabat nya.


"Ah lebay banget sih lo bos!" Omel Yoga.


"Sini kunci mobil lu biar gue yang bawa." Pinta Yoga seraya mengadahkan tangan nya.


°°°°°°°°°°


Hari ini bertepatan hari Minggu, jadi semua anggota Red Dragon bisa ikut andil mengantar Ruzen atau lebih tepat nya mengawal bos nya untuk pergi ke rumah Tia.

__ADS_1


Ruzen menaiki mobil Pajero milik kakek nya yg sebelumnya ia pinjem bersama dengan Rion dan juga Yoga yang mengendarai mobil itu.


Adapun anggota Red Dragon lain menyertai di sekeliling mobil itu, di sisi kanan kiri depan belakang mengantarkan sang ketua.


"Udah kaya raja Lo Bos." Ucap Yoga.


"Gue deg degan njing." Ucap Ruzen terkekeh.


"Sebenar nya gue juga ikutan deg degan sih ahahh.." Sahut Yoga dengan tawa nya.


Ruzen memilih diam dan menunduk sembari melafazkan


beberapa do'a agar ia tak terlalu gugup.


Jangan tanyakan kenapa Rion diam saja, laki-laki berambut sedikit cepak itu sudah tertidur dengan


nyenyak di samping Ruzen.


Sesampainya mereka di rumah Tia, bang Ali langsung turun lebih dulu mengatur anggota lain untuk parkir


motor mereka.


"Yang nggak kebagian bisa cari tempat parkir sendiri ya, inget jangan halangin jalan orang dan jangan parkir sembarangan!" Perintah bg Ali yg merupakan wakil ketua gang.


"Lo mau kemana bang?! Kan tugas Lo yang ngatur parkiran kita!" Ucap salah seorang anggota gang yang tak terima..


dulu.


Di tempat itu memang tidak ada acara mewah, hanya sekedar syukuran saja tidak ada pesta atau yang lainnya. Itu semua adalah permintaan dari Tia karna tak ingin ada teman sekolah mereka yang mengetahui ini semua.


Kini Ruzen sudah duduk di samping Tia tepat di hadapan


penghulu dan bang sigit, tangan nya seperti tiba tiba Tremor, bergetar tak karuan.  la yang biasanya selalu menatap ke depan dengan tatapan elang kini hanya bisa menunduk dengan menyatukan kedua tangan nya.


"Sudah siap mas Ruzen?" Tanya bapak penghulu.


"Mas Ruzen.." Ruzen masih saja tetap diam tak


mendengarkan panggilan dari penghulu itu.


"Kak Zen..." Panggil Tia dengan lembut.


"Iya kenapa ayang? Eh ayang? Maksudnya iya kenapa Tia?" Tanya Ruzen yang salting sendiri, entah salting atau gugup , yang jelas saat ini tubuh nya panas dingin tak karuan.


Tia sedikit mengulum bibir nya ke dalam berusaha menahan tawa nya melihat Ruzen  yang terlihat sangat


konyol dan lucu di mata nya.

__ADS_1


"Itu."


Tia menunjuk ke arah penghulu yang mengulur kan


tangan nya ke arah Ruzen dengan isyarat mata.


"Eh iya pak maaf.." Ruzen langsung menerima uluran tangan dari penghulu itu, semua sudah mulai serius tapi dengan konyol nya Ruzen malah mencium tangan pak penghulu itu membuat semua orang yang ada di sana tertawa terbahak bahak.


Tia menepuk jidat nya secara pelan, "ya Allah, ini bang Sigit belum ngajarin gimana caranya sama kak Zen?"


Tanya Tia berbisik pada Sigit  yang duduk di hadapan nya.


"Udah dekk.." Jawab Sigit juga dengan di iringi tawa.


"Mungkin saking gugup nya jadi konyol gitu." Ucap Sigit tertawa.


"Eh maaf pak, salah ya pak?" Tanya Ruzen kikuk dan langsung menarik tangan nya dengan cepat membuat


bapak pernghulu dan orang yang ada di samping nya ikut tertawa.


"Nggak papa mas, santai saja nggak usah gugup. Memang kalau sudah gugup di hari pernikahan emang susah." Ucap pak penghulu itu memaklumi.


"Iya pak, saya deg-degan." Ucap Ruzen dengan polos nya yang kembali membuat ruangan itu di penuhi dengan tawa.


"Kita coba lagi ya." Ucap pak penghulu itu kembali mengulurkan tangan nya ke arah Ruzen.


Ruzen menarik nafas panjang lalu memejamkan mata nya, lalu ia berucap dalam satu tarikan nafas,


"Qabiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuri halaan."


"Alhamdulillah.." Ucap semua orang tersenyum bahagia dan bahkan ada yang langsung lompat lompat ikut kegirangan.


"Sekarang dengan wali perempuan." Ucap pak penghulu itu membuat mata Ruzen melotot.


"Masih ada lagi pak?" tanya Ruzen


"Iya, dengan wali dri perempuan." Ucap pak penghulu itu, Ruzen menoleh ke arah bg Sigit yang menaik turunkan alisnya menggoda Ruzen.


Ruzen  memejamkan mata nya kuat, dengan penghulu yang tidak ia kenal saja ia sedikit kesulitan, kalau sama


Bg Sigit bisa tambah salah tingkah dia.


Sigit terkekeh lalu mengulur kan tangannya pada Ruzen. Dengan tangan yang bergetar sangat kencang Ruzen menerima uluran itu, terjadi keheningan beberapa saat, semua orang juga ikut menatap ke arah mereka menunggu Ruzen berbicara dengan Sigit.


Yang mereka bayangkan adalah Ruzen bisa berbicara dengan lantang karna sudah kenal dan lumayan dekat dengan Sigit, tapi nyatanya tidak, tangan Ruzen  justru


semakin di buat semakin bergetar kencang.

__ADS_1


__ADS_2