Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Bab 32 Pengobatan Rutin


__ADS_3

"Assalamualaikum warohmatullah"


"Assalamualaikum warohmatullah" Ucap Ruzen yang di ikuti tia secara perlahan.


Setelah mengucapkan salam, Ruzen lalu memutarkan badan nya dan langsung menyalami Istrinya. Tia pun menyambut dan mengukurkan tangan Ruzen lalu mencium punggung tangan Ruzen.


Sehabis sholat mereka pun rebahan sebentar di kasur emuk yang ada di kamar.


°°°°°°°°


"Assalamualaikum non Tiaa" Ucap Bi momon mengetuk pintu kamar nya.


"Walaikumsalam bik. Sebentar. " Ucap Tia yang langsung memakai cadar nya.


"Ada apa ya bik?" tanya Tia setelah membuka pintu kamar nya.


"Itu non, Buk dokternya sudah datang non sekarang ada di ruang tamu." Ucap bi momon.


''O iya udah saya kesana sekarang bik" Ucap Tia yang langsung menutup pintu kamarnya dan menuju ruang tamu.


"Sini biar bibi bantu non" Ucap Bi momon.


"Terima kasih bikk, oh iya jangan panggil non deh bik. Panggil Tia aja ya." Ucap bi momon.


"Engga bisa non, saya kan disini sebagai ART ." Tolak bi momon.


"Emm kalau gt panggil neng aja bik" Ucap Tia.


"Gapapa kan kalo misal nya bibik panggil neng?" Tanya Bi momon.


"Ya gapapa dong bik" Ujar Tia sambil tersenyum di balik cadar nya.


"Oke dehh, oh iya ngomong ngomong aden kemana neng?" Tanya bi momon lagi.


"Kak Ruzen tidur bik. Mungkin kecapekan habis angkat angkat barang tadi" Ucap Tiaa.


Bi momon pun hanya memberi anggukan seakan ia paham.


Setelah tiba di ruang tamu, Buk dokter pun langsung mengecek kondisi Tia dan Tia menjalani pengobatan Rutin untuk kaki nya. Tia pun selalu menurut apa yang diperintahkan oleh buk dokter pada saat itu.


Cukup lama dokter memeriksa dan mengobati Tia. Hampir sekitar satu jam baru selesai melakukan pengobatan Rutin. Hingga hampir maghrib baru selesai .


"Mbak nanti tolong obat nya diminum ya. Diminum nya sehabis makan .dan ini diminum sebelum tidur" Ucap buk dokter yang menunjuk kan beberapa butir obat.


"Baik dok, jadi kira kira harus butuh waktu berapa lama ya sampai saya bisa jalan? " Tanya Tia.


"Insya allah kalau tidak ada hambatan dalam pengobatan, mungkin 6 bulan mbak. Mudah mudahan." Ucap Buk dokter.


Tia pun hanya manggut manggut tanda mengerti.


"Oh iya mbak, saya akan kesini pada hari kamis dan juga minggu jam empat atau sehabis ashar. Jadi saya mohon ketika jadwal saya kesini ibuk ada dirumah ya." Ucap dokter.


''Baik buk" Ucap Tia manggut manggut.

__ADS_1


"Kalau begitu saya permisi dulu mbak, sampaikan salam saya pada kakek ya" Ucap buk dokter.


"Baik buk, terima kasih" Ucap Tia.


"Assalamualaikum" Ucap Buk dokter meninggalkan Tia di ruang tamu.


"Walaikumsalam" Ucap Tia.


Setelah selesai, Tia pun langsung menuju kamar nya untuk mandi karena waktu sudah hampir maghrib. Setelah sampai di kamar, ia langsung mengambil handuk dan langsung menuju ke kamar mandi . sementara itu Ruzen masih tertidur pulas di kasur dengan posisi telungkup.


Setelah Tia selesai mandi, Ia berniat untuk membangun kan suami nya karena sudah sore dan hampir maghrib.


"Kak Zen, bangun dulu kak. Mandi udah mau maghrib." Ucap Tia sambil menggoyangkan lengan Ruzen perlahan.


Ruzen pun langsung terbangun dan duduk sebentar di kasur nya. Ia melihat ke arah Tia yang hanya mengenakan baju pendek dan celana panjang. Ia pun terpesona dengan kecantikan istrinya ketika baru selesai mandi.


"Masya allah cantik nya istriku" Ucap Ruzen yang sukses membuat Tia salting.


"Kak Zen bangun tidur udah ngegombal aja." Ucap Tia yang tersenyum.


"Sana mandi kak udh mau maghrib." Perintah Tia.


"Iya iya ini mau mandi" Ucap Ruzen yang langsung mengambil handuk.


Namun sebelum memasuki kamar mandi, Ruzen menyempatkan untuk mencium pipi istri nya yang sedang berada di depan cermin. Tia pun kaget karna Ruzen mencium pipinya. Namun ia hanya bisa tersenyum karena salting dengan perlakuan Ruzen.


"Kak Zen belum mandi udah cium cium" Ledek Tia.


Tia pun semakin tersenyum melihat perlakuan romantis suaminya.


Sehabis sholat maghrib berjamaah, Ruzen yang pada saat itu sedang terbaring di Ranjang nya pun mengajak istrinya untuk jalan jalan malam itu.


"Nanti kita jalan jalan keluar yuk sehabis makan malam " Ajak Ruzen.


"Mau kemana kak?" Tanya Tia penasaran.


"Kemana aja asal berdua sama kamu" Gombal Ruzen.


"Gombal teruss" Ucap Tia sedikit manyun.


"Hehehe. Kita ke mall yuk" ujar Ruzen.


"Terserah kakak aja deh. Tia ngikut mau di ajak kemana aja. Asal jangan pulang malem malem karena besok masih harus bersekolah." Ucap Tia.


"Iya nyonyaa,,, ya udah ayok siap siap makan malem" Ucap Ruzen yang langsung berdiri dan mendorong kursi roda Tia menuju ruang makan.


Di ruang makan~


"Kek nanti Ruzen izin keluar sebentar jalan jalan ya" Ucap Ruzen meminta izin kepada kakek nya.


"Iya mau kemana emang?" tanya Heri sambil menyuapkan nasi ke mulut nya.


"Rencana nya sih mau ke mall kek mau nyari nyari sesuatu." Ucap Ruzen.

__ADS_1


"Yaudh nanti kamu kakek transfer uang ya buat belanja" Ucap Heri yang langsung di angguki oleh Ruzen.


"Kakek ada mau nitip sesuatu enggak?" Tanya Ruzen.


"Emmm,,, kakek udh lama enggak makan martabak telor. Nanti tolong belikan ya." Ucap Heri.


"Siap 86 kek, pasti Ruzen belikan yang paling mahal nantik." Ucap Ruzen sombong.


"Gaush mahal mahal, yg murah aja kan banyak" Ucap Heri


"Gak papa kek, Uang Ruzen kan banyak " Ucap Ruzen yang langsung merubah raut wajah Heri.


"Memang cucu kampret," Ucap Heri yang membuat Ruzen terkekeh.


Tia pun setuju dengan perkataan Heri tentang membeli martanak yang murah.


"Iya kak, Tia setuju sama kakek. Kan kita itu tidak boleh boros boros,." Ucap Tia.


"Tuh istrimu aja tau, Pinter istrimu. Gak kayak kamu goblok" Cetus Heri.


"Hehe iya iyaa" Ucap Ruzen seperti tak bersalah.


Setelah selesai makan, Heri langsung kembali ke kamar nya. Sementara itu Ruzen dan Tia bersiap siap untuk berangkat ke mall.


"Ayok berangkat sayang" Ucap Ruzen.


"Ayok kak" ucap Tia.


Merekapun bergegas menuju mobil dan langsung tancap gas ke arah mall.


Hanya butuh 25 lima menit mereka pun sudah tiba di mall.


"Ayo turun." Ajak Ruzen sambil melepaskan seat belt nya.


"Tia juga ikutan turun kak?" Tanya Tia.


"Iya dong."


Tia menghembuskan nafas pelan dan ikut melepaskan seat belt nya, mereka berdua turun dan langsung berjalan masuk ke dalam mall itu. Tia terus saja pasrah saat Ruzen mendorong kursi rodanya ke arah tempat baju.


"Nah di sini, kamu pilih-pilih aja Tia, aku pilih-pilih di sebelah sana ya." Ucap Ruzen yang langsung di jawab gelengan oleh Tia.


"Tia mau ikut kakak saja."


"Nggak papa cuma di situ aja kok"


Tia tetap menggeleng membalas genggaman tangan Ruzen.


"Tia tetap mau ikut." Ucap Tia kekeh pada pendiriannya.


"Ya sudah, ayo."


Ruzen membawa Tia berjalan ke tempat di gantungnya banyak kaos.

__ADS_1


__ADS_2