
"Bismillahirahmannirrohim, saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Ruzen Pradana dengan
adik kandung saya Dwi Septiana Putri binti Sulardi dengan mas kawin seperangkat alat solat dan Uang dua ratus tiga belas ribu rupiag di bayar tunai."
"Sa-saa saya terima nikahnya Dwi Septiana Putri binti Sulardi di bayar sah." Ucap Ruzen yang gugup.
Untuk yang ke delapan kalinya, laki-laki yang memakai setelan itu melakukan kesalahan. Dan hal itu terus
mengundang tawa semua orang yang ada di sana, dan untuk kesekian kalinya juga tawa dari orang-orang itu
membuat Ruzen semakin gugup.
Sedari tadi Ruzen terus mengingat kalimat apa yang harus ia ucapkan. Percayalah itu bukanlah hal yang
mudah bagi dirinya, untuk ijab qabul bahasa arab memang ia sudah menghafalnya sejak beberapa hari
yang lalu, tapi untuk yang bersalaman dengan Sigit sama sekali tidak ada yang memberi tahu dirinya, jelas saja sangat terkejut.
Apalagi saat melihat mata Sigit yang sejak tadi menatap dirinya dengan serius membuat tingkat kegugupannya bertambah dua kali lipat.
"Santai aja Zen, rileks. Kita mulai sekali lagi ya." Ujar Bang Sigit mencoba menenangkan Ruzen.
"Bismillahirahmannirrohim, saya nikahkan dan kawinkan engkau saudara Ruzen Pradana dengan adik kandung saya Dwi Septiana Putri binti Sulardi dengan mas kawin seperangkat alat solat dan Uang dua ratus tiga belas ribu rupiah di bayar tunai." ucap Sigit.
Dengan satu tarikan nafas Ruzen berkata berkata, "Saya terima nikah dan kawinnya Dwi Septiana Putri binti Sulardi dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
"SAH,"
"Haaa?! Sa-ah?"
Ruzen begitu terkejut mendengar ucapan semua orang yang berteriak dengan kompak mengucapkan kalimat Sah.
"Apakah itu artinya ia sudah resmi menjadi suami Tia?"Guman nya dalam hati.
°°°°°°°°°°
Selesai acara pernikahan di gelar, semua anggota gang Red Dragon yang menjadi tamu undangan sudah pulang. Kini hanya tersisa, Ruzen, Tia, sigit, Rion, Yoga dan juga Ali yang masih belum ingin pulang.
Setelah selesai acara tadi Tia meminta izinn untuk masuk ke dalam kamarnya lebih dulu setelah meminta
ijin pada suaminya dan juga abangnya.
"Adek baru nih gue." Ucap Sigit merangkul pundak Ruzen.
"Setelah sekian lama tuh lidah keseleo akhirnya berhasil juga ngucapin kalimat ijab qobul." Ucap Yoga yang di sambut tawa oleh semua orang yang ada di sana.
"Gue grogi anjing! Mana bang Sigit kan nggak bilang kalau gue harus salaman sama dia, jelas gue grogi. Mana nggak hapal sama kalimatnya." Ucap Ruzen cemberut.
__ADS_1
"Aneh aja sih kalau lo nggak tau, ya jelas lah harus salaman sama bang Sigit, kan dia walinya Tia,
Lo mah aneh Bos." Ucap bang Ali geleng-geleng.
"Ya mana gue tau, ini kan pertama kalinya gue nikah, asal lo tau ya sebelumnya gue belum pernah nikah." Ucap Ruzen yang langsung mendapat lemparan sandal dari bang Ali.
"Apa hubungannya sama tempe bego! Gue juga belum pernah nikah tapi gue tau kalau itu pasti ada di dalam pernikahan." Ucap bang Ali ngotot.
"Kaya nggak pernah nonton tipi aja Lo bos." Celetuk Riion.
.......
"Paan tuh." Teriak Yoga saat melihat kotak kado berukuran 15 cm.
"Kalo gue cium-cium sih kayanya isinya jet pribadi sama kulkas 12 pintu "Ucap Ruzen yang membuat semua
orang tertawa terbahak-bahak. Ruzen langsung membuka bungkusan kado itu, langsung di depan mereka.
-------
"Diminum woy mumpung gratis. kalau besok lo pada beli di kafenya bang ibu, cuma hari ini doang gratisnya." Ucap Ruzen seraya meraih gelasnya dan meneguk minumannya hingga tandas.
Sungguh sejak pagi baru air ini yang melewati kerongkongan Ruzen.
"Yaudah deh, kita balik dulu udah sore juga. Buat Lo selamat menjalani malam pertama ala anak remaja ya Bos." Ejek bang Ali.
°°°°°°°
Setelah mengantar ketiga temannya sampai ke depan pintu, Ruzen kembali mendekat pada bang Sigit yang masih saja duduk di tempatnya.
"Zen, gue mau naik dulu ya mau mandi. Lo juga langsung naik aja langsung mandi, belum bawa baju kan? Lo bisa pake baju gue dulu." Ucap Bang Sigit yang di acungi jempol oleh Ruzen.
"Bang..." Panggil Ruzen. Sigit yang sudah melangkah kembali menoleh menatap Ruzen.
"Kenapa?"
Ruzen mengulum bibirnya ke dalam lalu menggigit bibir bawahnya.
"'em gue mandinya di kamar lo aja ya " Ucap Ruzen sembari menggaruk kepalanya.
Sigit juga memejamkan matanya kuat dan menggigit gigi gerahamnya menahan tawanya agar tidak pecah,
ah Ruzen ini memang konyol sekali ahahah...
"Nggak mau enak aja, sana lah mandi di kamar adek gue. Kamar gue nggak boleh di pakai mandi sama Orang asing," Ucap Sigit.
"Ah bang, please lah bang... Mana mungkin gue mandi di
__ADS_1
kamarnya Tia, ya malu lah gue bang " Rengek Ruzen.
"Nggak ada, orang asing nggak boleh mandi di kamar gue." Ucap Sigit tetap kekeh pada pendiriannya.
"Orang asing gundhulmu! Gue adek ipar lo ya sekarang!" Ucap Ruzen.
Sigit tak menghiraukan Ruzen dan langsung menarik tangan Ruzen membawanya nailk ke atas.
"Bang.. " Ruzen menarik tangannya tapi cekalan tangan Sigit lebih kuat dan langsung membawa Ruzen naik ke atas dan berjalan ke arah kamar Tia yang ada di samping
kamar tidurnya.
Tok tok tok
"Adekkk..." Panggil Sigit.
"Bang.."
Entah kenapa dengan Ruzen ini, padahal sebelum ada kata sah, ia sudah biasa dan sudah kenal dengan Tia, tapi kenapa semenjak ia mendengar kata sah tadi malah ia takut jika harus bertemu dengan Tia.
Ceklek..
Tia menmbukakan pintu masih dengan cadar yang menempel pada wajahnya.
"Iya kenapa bang?". Tanya Tia yang penasaran.
" suami lo nih, malah mau mandi di kamar abang. Malu sama adek katanya kalu harus mandi d kamar adek. " ucap Sigit .
Ruzen pun hanya terdiam karena malu akibat di laporkan dengan Tia.
"Cepu amat bang, gitu aja langsung di bilang ke Tia." Ucap Ruzen yang kesal.
Sementara iti, Tia hanya Tersenyum melihat tingkah suami nya yang Lucu sedang bercanda dengan abang nya.
"Yaudah sana lu masuk terus mandi, bauk banget lu dari tadi keringetan" Ejek Sigit yang langsung meninggalkan Tia Dan Ruzen.
"Masuk kak." ucap Tia dengan lembut.
"Eh iyaaa ." ucap Ruzen yang malu malu.
"Mau langsung mandi atau mau duduk dulu?" Tanya Tia.
"Langsung mandi aja dehh, " Ucap Ruzen yang langsung meminjam anduk milik Tia.
"Yaudh kakak mandi ya, biar nanti Tia pinjemin baju ke bang sigit" Ucap Tia.
Ruzen pun langsung bergegas menuju kamar mandi yang ada di kamar Tia.
__ADS_1