Badboy SMA Dan Gadis Bercadar

Badboy SMA Dan Gadis Bercadar
Eps 53 Cerita Nabi


__ADS_3

Setelah itu Ruzen langsung berjalan masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Tia ia langsung mendekat ke arah lemari dan


menyiapkan baju yang akan ia gunakan dan untuk Ruzen.


Bisa kalian tebak kan Apa warna baju yang diambil oleh Tia? Ya tentu saja warna hitam, sebenarnya ia tidak kepikiran bahwa karena ziarah harus memakai warna hitam tapi memang karena warna hitam itu adalah warna yang paling disukai oleh Tia.


Setelah 10 menit menunggu akhirnya Ruzen keluar dari kamar mandi masih dengan pakaiannya yang sebelumnya.


"Sini biar Tia yang keringin rambutnya." Ucap Tia seraya mendekat ke arah Sam.


"Nggak usah nggak apa-apa sayang. mendingan kamu mandi aja, kamu belum mandi kan? biar kakak yang keringin rambut Kakak sendiri." Ucap Ruzen seraya berjalan ke arah pintu dan mengambil handuk yang digantung oleh Tia.


"Tia udah mandi kok tadi sebelum salat subuh, ayo biar Tia bantu keringin biar cepat selesai." Ucap Tia.


Pada akhirnya Ruzen tetap menurut, ia mendekat ke arah Tia lalu menyerahkan handuk yang ada di tangannya.


Setelah itu ia duduk di pinggiran ranjang sedangkan Tia naik ke atas ranjang dan di belakang Ruzen agar tubuhnya lebih tinggi dari Ruzen.


"Rasanya masih kayak mimpi tauk, coba deh kalau ini memang mimpi bangunin kakak. Kehilangan kakek adalah mimpi yang paling buruk dalam hidup kakak." Ucap Ruzen dengan senyum kecut.


"Nggak boleh kayak gitu Kak, bagaimanapun ini udah menjadi takdir dari Allah. Kita nggak boleh terus-terusan menangisi kakek kasihan kakek yang ada di sana." Ücap Tia.


"Kasihan kenapa?" Tanya Ruzen sedikit menoleh ke belakang, tapi hanya sekilas karena Tia masih mengeringkan rambutnya.


"Iya dong kasihan kakeknya kalau Kak Zen terus terusan larut dalam kesedihan. Dijelaskan bahwa seseorarng yang mnenangisi sanak saudaranya atau keluarganya yang meninggal dan menangisinya secara berlebihan maka orang yang ditangisi kelak akan dipakaikan baju yang terbuat dari tembaga dan akan


dipanasi ketika di neraka." Ucap Tia.


"Ada emang hadis yang kayak gitu? Kok aneh banget sih?" Tanya Ruzen tak percaya.


"Ada kak, hanya saja Tia lupa waktu itu dijelaskannya ketika di neraka atau ketika hari kiamat nanti. insya Allah ada dalam salah satu diantara keduanya." Ucap Tia.


"Alasannya apa? Kok yang meninggal tiba tiba yang dikasih baju dari tembaga padahal dia kan nggak tahu apa apa"

__ADS_1


"Tia belum pernah mendengarkan hadis yang menjelaskan tentang alasan dari ayat


tersebut. Hanya saja Tia pernah


mendengar kita tidak boleh bertanya


sesuatu yang memang tidak dijelaskan. Takutnya seperti orang Bani Israil, mereka terlalu banyak bertanya dan akhirnya mereka di beratkan oleh Allah."


"Terus yang masalah pepatah malu bertanya sesat di jalan?" Tanya Ruzen seraya menoleh ke arah Tia karena memang saat itu Tia sudah selesai mengeringkan rambut Ruzen dan juga menyisirinya.


"Itu beda lagi tempatnya Kak, kita harus menempatkan hadis itu sesuai dengan tempatnya." Uap Tia dengan senyuman.


"Maksudnya tidak boleh bertanya itu bertanya sesuatu yang memang tidak ada jawabannya bertanya dalam arti kita menguji guru atau bertanya sesuatu yang intinya tidak bermanfaat untuk diri kita sendiri."


Ruzwn masih diam menunggu kelanjutan ucapan Tia selanjutnya karena memang sampai sini dia masih belum paham apa maksud Tia.


"Kak Zwn pernah dengar belum tentang orang Bani Israil yang diminta untuk mencari sapi oleh nabi Musa?" Tanya Tia yang di jawab gelengan oleh Ruzen.


"Kok kapan-kapan sih? Kenapa nggak sekarang aja?"


"Kan kita mau ke makam kakek, nanti kalau kita terlalu kesiangan pergi ke makam kakek bakalan panas." Ucap Tia.


"Nggak sayang, cerita sebentar aja inti dari ceritanya aja." pinta Ruzen.


"Besok aja Kak."


"Inti dari ceritanya aja Sayang please, kalau nggak nanti Kakak bakalan terus kepikiran sampai di jalanan sampai di makam kakek juga bakalan tetap kepikiran." Bujuk Ruzen.


Tia mengangkat kedua alisnya merasa bingung dengan Ruzen.


"Sebentar aja, ayolah sebentar aja ya please." Ucap Ruzen memohon sambil menunjukkan pupy eyesnya sehingga membuat Tia terkekeh dan gemas sendiri melihatnya.


"Okey Tia cerita intinya ya." Ucap Tia yang langsung di angguki oleh Ruzen.

__ADS_1


"Jadi, dalam kalangan orang-orang Bani israil dulu pernah ada kejadian pembunuhan. Lalu kejadian pembunuhan itu dilaporkan kepada nabi Musa sampai akhirnya nabi Musa memerintahkan kepada mereka yang melapor supaya mencari sapi. Tentunya ini karena Wahyu dari Allah."


"Nah ketika diminta untuk mencari sapi mereka tidak segera mencari sapi, tapi terlalu banyak bertanya, seandainya saja mereka mau langsung mencari sapi pasti akan langsung ketemu sapinya."


"Emangnya mereka banyak tanya kayak gimana?" Tanya Ruzen.


"Mereka terlalu banyak bertanya tentang warna sapinya harus yang seperti apa? ciri-ciri sapinya harus yang seperti apa? seberapa besar ukuran sapinya berat badan sapinya dan syarat-syaratnya harus seperti apa."


"Dan akhirnva ketika semua pertanyaan mereka dijawab akhirnya mereka kesulitan mencari sapi seperti yang diinginkan oleh nabi Musa, padahal kan seandainya mereka mau langsung mencari sapi tanpa bertanya, nabi Musa tidak akan meminta sapi yang seperti ini sapi yang seperti ini"


"Terus sapinya jadi ketemu? Atau malah nggak dapet?" Tanya Ruzen.


"Sapinya ketemu, hanya saja membutuhkan waktu selama 40ntahun mereka baru bisa menemukan sapi itu."


Ruzen manggut manggut sudah paham dengan apa yang dijelaskan oleh Tia.


"jadi intinya kita nggak boleh tanya sesuatu yang emang nggak perlu dipertanyakan gitu ya?" Tanya Ruzen yang langsung di angguki oleh Tia.


"Terus , Kalau seumpama tadi mereka langsung cari sapi terus ternyata sapinya salah?"


"Kalau sapinya tidak sesuai dengan yang diminta nabi Musa pasti kan nabi Musa bilang suruh ganti lagibtapi ini kan nabi Musa tidak menentukan tapi mereka malah


bertanya-tanya akhirnya nabi Musa menjadi menentukan."


"Oooh gitu, paham sekarang paham." Ucap Ruzen kembali manggut manggut membuat Tia tersenyum lebar.


"Ya udah yuk ganti baju udah mulai kelihatan mataharinya nih udah mau jam 07.00 mendingan kita langsung berangkat sekarang aja." Ucap Tia yang di angguki oleh Ruzen.


Setelah itu Tia berdiri dan beranjak dari ranjangnya untuk mengambil gamis Tia yang digantung di balik pintu, sedangkan Ruzen mengambil bajunya yang sudah


diletakkan oleh Tia di atas ranjang.


"Sini sayang biar Kakak bantu ikatin cadarnya." Ucap Ruzen yang melihat Tia sedikit kesusahan karena memang di kamar itu hanya ada kaca kecil karena memang kamar yang mereka tempati adalah kamar sudah lama tidak digunakan.

__ADS_1


__ADS_2