
"maaf ya Yud, lagi lagi aku nyusahin kamu, besok uang mu aku kembali kan, makasih juga tadi sudah membantu ku, ku pikir tadi kamu langsung pulang setelah ku suruh pulang" ucap ku ketika sepeda motor milik Yuda mulai kembali melaju.
terdengar ia berdecak pelan, mungkin pria itu merasa kesal karena sedari tadi aku terlalu banyak bersuara.
"Jas, kamu tahu nggak, kenapa dari sekian banyak teman perempuan di sekolah, hanya kamu yang selalu ku beri perhatian lebih bahkan aku juga berkenan mengantarkan kamu pulang! " serunya pelan, motor ia hentikan di pos ronda kemudian ia menoleh ke belakang ke arah ku.
aku melotot kala mendengar ucapan Yuda yang tiba tiba menjadi serius, masak iya aku di istimewakan oleh Yuda, perasaan biasa saja deh.
ku akui, selain Haris, wajah Yuda pun tak kalah tampan, bahkan bisa di bilang jika Yuda lebih tampan dan berkharisma di banding Haris, namun sikapnya yang dingin terkadang membuat siapa saja yang ingin mendekat menjadi menggigil dan memutuskan untuk menjauh.
aku pun merasa seperti itu, selain segan, aku juga merasa memang aku tak pantas dekat dan berteman dengan Yuda.
"jangan ngaco deh Yud, perasaan, perlakuan kamu ke aku atau ke temen temen perempuan lainnya sama saja. kemarin aja aku lihat kamu berangkat bareng Sisil, kok kata mu kamu cuma nganterin aku aja, kamu tuh suka bener bohongnya" jawab ku sedikit terkekeh agar suasana tak terlalu serius.
"itu beda Jas, Sisil itu sepupu aku, makanya aku mau bonceng dia, lagipula kemarin juga memang sedang terdesak, jadi mau tak mau aku harus berangkat bareng dia.
yang ku maksud bukan itu Jas, kamu satu satunya teman perempuan yang ku istimewa kan, selain baik kamu juga berbakti sama orang tua mu, aku salut sama kegigihan mu dalam menyikapi segala sesuatunya, bahkan kamu juga menjadi penopang untuk ibu dan afik mu kala duka menyapa"
"setelah ujian nasional selesai, ada yang ingin aku bicarakan sama kamu, aku harap kamu menyempatkan waktu untuk bertemu dengan ku nanti! " sambungnya.
setelah mengatakan hal itu, tanpa menunggu jawaban dari ku, Yuda segera menyalakan mesin motornya kemudian mulai melaju menuju ke rumah ku.
di jok belakang, aku hanya terdiam meresapi setiap kata demi kata yang terucap dari bi bir Yuda, sungguh aku sama sekali tak merasa di istimewakan oleh sosok tampan di depan ku ini.
tak terasa tibalah kami di depan rumah, ku lihat ibu tampak mondar mandir di teras rumah sesekali menoleh ke arah jalan.
"assalamu'alaikum bu.. " salam ku dan Yuda bersamaan, tak seperti kemarin yang langsung pulang, hari ini Yuda menyempatkan diri untuk turun dari motor dan menyapa ibu
"wa'alaikumsalam, ya ampun Jasmin kamu kemana saja, ibu sampai panik tahu kamu nggak pulang pulang" cerca ibu tak sabaran.
sedangkan Yuda hanya diam saja, sembari membawakan kantong belanjaan ku, aku bahkan sampai lupa jika aku baru saja berbelanja.
__ADS_1
"hehe, maaf ya bu, tadi Jasmin di ajak temen temen lihat tanding Voli di sekolah jadinya pulang telat, maafin Jasmin yang nggak pamitan sampai ibu khawatir seperti ini" ucap ku penuh sesal,
seharusnya ibu tak boleh merasa khawatir apalagi kepikiran, tapi yang ku lakukan hari ini adalah kesalahan besar, untung saja penyakit ibu tidak kambuh gara gara terlalu kepikiran.
"ya sudah yang penting kamu sudah sampai rumah dengan selamat ibu sudah bersyukur"
"nak Yuda, ayo masuk dulu, maaf ya si Jasmin selalu merepotkan nak Yuda" ajak ibu mempersilahkan Yuda untuk masuk ke dalam rumah.
"enggak merepotkan sama sekali kok bu"
setelah melepas sepatu Yuda bergagas masuk sedangkan aku menyusulnya dari belakang.
"eh Yud, belanjaan ku! " seru ku menahan Yuda yang hendak duduk.
Yuda langsung paham kemudian menyerahkan kantong keresek milik ku dan langsung ku bawa ke dapur meninggalkan Yuda sendirian di ruang tamu.
sedangkan ibu, beliau sudah lebih dulu masuk dan sekarang tengah membuatkan teh hangat untuk Yuda.
"biar Jasmin yang bawa ke depan bu" aku segera menyambar nampan yang hendak di bawa ibu ke depan.
"di minum dulu nak Yuda" ucap ibu.
"terima kasih bu, seharusnya ibu nggak perlu repot repot buatkan saya minuman seperti ini" ucap Yuda.
"jauh lebih merepotkan Jasmin yang hampir setiap hari kamu antar pulang nak Yuda" ucap ibu.
aku sedikit kaget karena rupanya ibu mengamati gerak gerik ku ketika pulang sekolah.
"ibu mata matai Jasmin ya! "
"mana ada, ibu hanya denger suara motor nak Yuda yang hampir setiap siang selalu berhenti di depan rumah" jawab ibu yang membuat ku bernafas lega.
__ADS_1
"saya ikhlas berteman dengan Jasmin bu, Jasmin gadis yang baik, maka dari itu saya sangat peduli dengan dia, maaf kalau selama ini saya lancang mengantar Jasmin pulang ke rumah"
ibu tempak tersenyum senang "ibu justru yang harus mengucapkan terima kasih nak, karena sudah berkenan mengantar Jasmin pulang, biasanya dia pulang sama trio gadis atau kalau enggak dia jalan kaki"
"tidak masalah bu, kalau begitu saya izin pamit pulang dulu ya bu" setelah berpamitan, Yuda segera beranjak, namun sebelum ia melangkah keluar aku segera menghentikan.
"Tunggu dulu Yud" cegah ku menarik lengannya.
"ya? ada apa Jas? " tanyanya
"itu tadi, uang kamu yang aku pake, tunggu sebentar aku ambil dulu di kamar" ucap ku melepas pegangan tangan ku pada lengannya.
"eh nggak usah Jas, aku udah ikhlas kok"
"tapi- "
"udah nggak apa apa, aku pulang dulu ya, bu, Yuda pamit pulang dulu ya, terima kasih minumannya"
"sama sama nak Yuda, sering sering main kesini ya"
"InsyaAllah bu... "
aku mengantar kan Yuda hingga ke teras, setelah motornya melaju dan menghilang di tikungan, aku segera kembali masuk ke dalam rumah untuk mengganti seragam ku dengan pakaian rumahan.
"tadi kamu sama nak Yuda lagi bahas uang, memangnya uang apa kak? " tanpa ibu, beliau tengah mengeluarkan barang belanjaan ku tadi bersama Yuda.
"tuh.. " tunjuk ku pada kantong keresek yang di pegang ibu "tadi uangnya kurang tujuh ribu, terus tiba tiba Yuda dateng dan ngasih uang kekurangannya ke mbak kasir, niatnya sampai rumah mau balikin, tapi ternyata dia tetep nggak mau"
"ya ampun, kenapa nggak di balikin aja sih kak barang belanjaannya, ibu jadi nggak enak sama nak Yuda, dia sudah sering ksli membantu kita, ibu jadi sungkan"
"sudah bu, tapi nggak boleh-" akhirnya aku menceritakan semuanya dari awal sampai akhir yang membuat ibu kini mengangguk paham
__ADS_1
"ya sudah sebagai gantinya, besok kamu bawa bekalnya dua ya kak, kasihkan ke Yuda yang satunya, sebagai ucapan terima kasih ibu buat dia"
"baik ibunda ratu"