
Tak terasa sudah tiga hari aku menjalani masa orientasi siswa di sekolah dan kini saatnya pelajaran yang sebenarnya di mulai.
aku berangkat bersama Gita. Memasuki gerbang sekolah, aku mendapati sesuatu yang membuat jantung ku berdetak sangat kencang, kilasan masa lalu kini kembali lagi meskipun aku telah berusaha untuk melupakannya.
Nina dan Rumi, teman semasa sekolah dasar ku yang dulu pernah membuli ku ternyata juga bersekolah di tempat yang sama dengan ku, kenapa kemarin aku tak melihat mereka berdua ya, atau mungkin karena terlalu banyak orang sehingga aku tak fokus jika mereka berdua berada di tempat yang sama dengan ku.
aku tersentak kala tiba tiba Gita menepuk pundak ku.
"kenapa berhenti Je? " tanya nya, rupanya tadi aku sempat berhenti dan tercenung kala melihat Nina dan Rumi berdiri tak jauh dari tempat ku berada.
"eh, e-enggak kenapa kenapa kok Git, yaudah ayo langsung cari ruang kelasnya yuk, keburu keduluan yang lainnya" ajak ku pada Gita.
Sebelum melangkah, sedikit aku melirik kearah dua teman ku dulu, rupanya mereka berdua juga tengah menatap ke arah ku dengan senyum sinisnya, astaga, kenapa aku harus kembali berhadapan dengan para pembuli itu.
tak ingin terlalu memikirkan mereka berdua, aku langsung melangkah pergi menuju kelas ku bersama Gita.
untung saja masih ada Gita setidaknya mereka berdua tidak akan macam macam atau citra mereka sebagai gadis baik baik akan tercemar di sekolah baru ini.
"eh Je, kamu tadi lihat nggak dua cewek yang lagi berdiri di dekat pos satpam, kayaknya tadi mereka ngeliatin kamu gitu, kamu kenal sama mereka? " tanya Gita tiba tiba.
"masak sih, kok aku nggak tahu ya? " alibi ku
"ntar deh kalau ketemu aku kasih tahu kamu" jawabnya.
setelah berjalan melewati lorong panjang, akhirnya kami menemukan ruang kelas kami, aku dan Gita segera masuk dan memilih tempat duduk di barisan nomor dua dari depan.
aku dan Gita berkenalan dengan beberapa teman sekelas kami yang sudah datang, kami sedikit berbincang bincang hingga tak terasa bel masuk telah berbunyi membuat beberapa siswa siswi yang berada di luar ruangan segera berhamburan masuk ke dalam kelas masing masing.
"selamat pagi anak anak" sapa guru yang baru saja masuk ke dalam kelas.
"pagi bu... " jawab kami serempak.
setelah saling berkenalan kami pun memulai pelajaran, bu Yuni yang tengah mengajar pelajaran Bahasa Indonesia di kelas ku ternyata juga menjadi wali kelas ku saat ini.
__ADS_1
dua jam pelajaran telah selesai kemudian di gantikan dengan pelajaran berikutnya hingga tiba saatnya jam istirahat.
disaat yang lain tengah keluar kelas menuju kantin, aku memilih berdiam di kelas sebab aku membawa bekal.
"ke kantin yuk Je" ajak Gita.
aku menggeleng "aku bawa bekal Git, kamu kalau mau ke kantin silahkan, atau mau aku temani dulu? " tawar ku
"yah, kok nggak ngasih tahu sih kalau bawa bekal, tahu gitu tadi aku juga bawa biar makan sama sama, ya sudah temani aku ke kantin beli makanan dulu yuk, baru nanti kita makan sama sama" ajaknya
"besok aku bawa bekal lagi, kalau kamu mau bawa, bawa aja nanti kita makan sama sama" jawab ku.
aku mengantar Gita menuju kantin, sebenarnya bukan karena takut, hanya saja tempat ini masih sangat asing bagi ku dan juga Gita sehingga ia meminta ku menemaninya ke kantin.
setelah membeli sebungkus nasi dan membeli dua plastik minuman manis Gita kemudian menghampiri ku yang tengah menunggunya duduk di salah satu bangku yang ada disana.
"nih satu buat kamu" ujarnya sembari menyodorkan satu plastik minuman manis yang baru saja ia beli.
"udah nggak apa apa, ambil aja" aku menerimanya, tak lupa aku juga mengucapkan terima kasih. setelah itu kami kembali ke kelas karena berniat makan di dalam kelas.
Sesampainya di kelas aku segera mengeluarkan kotak bekal ku sedangkan Gita membuka bungkusan nasinya. kami makan berdua, sesekali bertukar lauk dan saling mencicipi makanan satu sama lain.
"masakan kamu enak juga Je, besok besok mau lah aku kalau di masakin kamu kayak gini" pujinya
"iya deh, kapan kapan main aja ke kosan ku biar aku masakin lagi" jawab ku.
padahal bekal yang ku bawa hanyalah telur dadar dan tumis kangkung namun Gita sangat menyukainya bahkan kotak makan ku sudah beralih ke hadapannya.
aku bersyukur sekali, meski berjauhan dengan ketiga sahabat ku, namun di sekolah baru, aku kembali menemukan teman baru yang sangat baik bahkan tak merasa jij*k meskipun makan satu piring berdua dengan ku.
selesai makan bersama, Gita berpamitan hendak ke toilet, sementara aku membereskan bekas makan kami.
"ternyata kamu sekolah disini juga! " seru seseorang dari arah pintu, aku yang tengah merapikan bekas makan ku pun langsung menoleh, Nina dan Rumi masuk ke dalam kelas dan langsung menutup pintu.
__ADS_1
saat ini di dalam kelas hanya ada aku, Nina dan juga Rumi, sedangkan teman teman sekelas ku yang lainnya tengah beristirahat di kantin.
"memangnya kenapa, apa hanya kalian saja yang boleh bersekolah disini? " tanya ku pelan.
Jujur saja rasa trauma masa kecil ku masih ada, dulu sewaktu masih di bangku SMP, mereka tak berani mengganggu ku secara terang terangan karena aku selalu bersama ketiga sahabat ku.
aku kira mereka telah berubah, namun kini, ketika aku tengah sendiri, mereka mulai bermain keroyokan kembali.
"ck, udah miskin, sombong lagi! " seru Nina
seketika pandangan ku menjurus kepada Nina, sungguh ucapannya semakin lama semakin pedas saja.
"kenapa melotot, bener kan, kamu itu cuma gadis miskin yang banyak gaya! " serunya lagi
"kenapa sih kalian selalu mengganggu ku, padahal aku tak pernah mengganggu kalian, memangnya apa salah ku sampai kalian berlaku seperti itu sama aku? "
"karena - " ucapannya terhenti karena tiba tiba pintu di buka dari luar
brak
"Je kenapa - " Gita masuk setelah membuka pintu kelas yang tadi sempat di tutup oleh Rumi, ia sedikit terkejut kala mendapati Nina dan Rumi berdiri di depan ku dengan wajah angkuh nya.
"siapa mereka? " tanya Gita
aku hanya menatap nya sebab enggan menjawab, sedangkan Nina mendekati ku dan membisikkan sesuatu "urusan kita masih belum selesai, Jasmin" lirihnya di telinga ku.
setelah mengatakan hal itu, Nina dan Rumi langsung keluar kelas begitu saja. sedangkan aku langsung terduduk le mas di kursi ku, jantung ku berdetak sangat kencang dan tu buh ku terasa ber ge tar.
Gita langsung menghambur memeluk ku "kenapa, ada apa, apa mereka menyakiti mu? " tanya nya pelan.
aku tak sanggup menjawabnya, namun sejurus kemudian air mata ku langsung luruh begitu saja, kilasan masa lalu yang buruk kembali hadir membuat ku menjadi sangat ketakutan, aku takut mendapatkan perlakuan buruk kembali dan tak ada yang membantu ku padahal aku berada di keramaian.
"tenang Je, ada aku disini" hiburnya pelan.
__ADS_1