
Prriitt...
Terdengar suara peluit dari arah lapangan, aku yakin pak Adi telah sampai disana dan tengah memanggil kami yang belum berkumpul.
Dengan sedikit berlari akhirnya Aku dan Gita sampai di lapangan.
'huh huh... '
"ayo berbaris yang rapi, setelah itu kita langsung latihan" ucapnya dengan nada tegas.
"eh sebentar dulu pak, nafas dulu" ucap Gita yang tengah mengatur nafasnya yang memburu
"makanya jangan kebanyakan dandan, mau latihan aja pakai dandan segala" cibir teman pria lainnya
"iya nih, nama lama lagi! " sahut yang lainnya
"idih apaan sih. lagian siapa juga yang dandan, emang kau kira mau kondangan? " sanggah Gita.
"sudah sudah jangan betengkar, saya kasih waktu lima menit untuk persiapan, setelah itu ambil posisi masing masing sesuai dengan yang sudah di tentukan" ucap pak Adi menengahi.
aku menepuk pelan pundak Gita, teman ku ini sering kali terbawa emosi kala ada yang mengganggunya. "sudah abaikan... " ucap ku di balas anggukan kepala olehnya.
siang ini matahari begitu terik namun kami masih saja harus berlatih sampai bisa karena hari senin depan kami lah yang akan menjadi petugas upacara.
Aku, Gita dan satu teman lagi bernama Ina, bertugas menjadi pengibar bendera, tugas yang menurut ku sangat sulit dan berat karena lancar tidaknya upacara tergantung pada si petugas upacara.
kami berbaris rapi dengan posisi aku di tengah, Gita di sebelah kanan ku serta Ina di sebelah kiri ku, tak lupa bendera latihan sudah berada di tangan ku.
"sudah lima kali kalian berlatih, apa ada yang belum paham? " tanya pak Adi.
"kalau saya insyaallah sudah paham pak, hanya masih grogi dan takut kalau salah" cicit ku
"saya takut salah narik benderanya pak, takut terbalik" ucap Gita.
"apalagi saya pak, takut salah nyantolin talinya" lirih Ina.
kami bertiga mengutarakan kegelisahan kami masing masing agar segera mendapatkan solusi, pak Adi tampak berpikir kemudian kembali menatap ke arah kami bertiga.
beliau menjelaskan secara rinci bagaimana kami harus bersikap serta memberikan petunjuk dan arahan untuk warna bendera agar tidak sampai tertukar setelah itu kami di minta untuk gladi kotor sebelum di lanjut gladi resik.
"bagaimana, sekarang sudah paham? " tanyanya.
__ADS_1
"sudah pak! " jawab kami mantap.
hampir dua jam kami berlatih akhirnya latihan pun selesai, rupanya menjadi petugas upacara tidak semudah yang di bayangkan, aku salut dengan mereka yang secara sukarela mengikuti latihan upacara sampai berhasil mengibarkan bendera merah putih dengan baik dan benar.
setelah selesai Aku dan Gita bergegas untuk pulang karena rencananya nanti malam kami akan berkunjung ke pasar malam yang kebetulan di adakan di lapangan dekat tempat tinggal kami.
***
selesai sholat maghrib aku bersiap siap hendak pergi ke rumah Gita.
"assalamu'alaikum, Gita... " salam ku kala sampai di rumahnya. rumah Gita dalam keadaan sepi, mungkin mereka masih melaksanakan sholat maghrib sehingga tidak ada yang menyahutinya.
tak lama terdengar suara dari dalam rumah "wa'alaikumsalam... "
"eh Je, kenapa di luar aja, kenapa nggak langsung masuk ke dalam? " tanya Gita dari dalam rumah.
"aku kira tadi kamu masih sholat, jadinya aku menunggu disini, gimana, jadi ke pasar malamnya? " tanya ku.
"aku habis dari kamar mandi jadi nggak bisa langsung keluar. kalau ibu tadi masih sholat jadi nggak bisa jawab salam mu. maaf ya kamu pasti nunggu lama. sebentar, aku pamit ibu dulu" Gita segera masuk kembali ke dalam rumah untuk berpamitan sedangkan aku tetap menunggunya di luar.
tak lama bu Siti keluar bersama Gita
"sudah mau berangkat? " tanya bu Siti
"ya sudah kalian hati hati di jalan ya, jangan pulang terlalu malam" pesannya
"baik bu, kalau begitu kami pamit berangkat sekarang"
***
Mungkin karena malam ini malam minggu sehingga jalanan terlihat sangat ramai, kendaraan berlalu lalang dari segala arah membuat kepala pusing.
berjalan bersama Gita selalu mengasyikkan karena gadis itu banyak bercerita sehingga perjalanan kami tidak membosankan.
sampai di persimpangan jalan, kami menunggu lampu menyala merah agar kami bisa menyeberangi jalan karena memang letak lapangan berada di seberang jalan.
sembari menunggu mata ku menoleh ke kanan ke kiri untuk melihat lihat mobil yang melintas.
kala pandangan ku terarah pada tiang listrik, disana tertempel sebuah kertas bertuliskan lowongan pekerjaan. Dengan cepat aku segera mengambilnya dsn memperlihatkan pada Gita.
"Gita, lihat nih! " ucap ku menyodorkan kertas tersebut.
__ADS_1
"apa nih, lowongan pekerjaan? "
"iya, ada lowongan pekerjaan jadi art, ini kalau nggak salah alamat nya nggak jauh deh dari sini, bisa kali ya di coba, siapa tahu jodoh"
"boleh tuh, tapi apa boleh bekerja setelah sepulang sekolah, takutnya gagal lagi karena kamu masih sekolah Je"
"besok deh ku coba, siapa tahu rezeki"
"aamiin, aku doa in semoga besok kami keterima kerja disana"
***
kami memasuki area pasar malam, disana terlihat sangat ramai, selain taman bermain, disana juga banyak sekali penjual jajanan bahkan pakaian yang berjejeran.
aku mengedarkan pandangan ku, betapa takjubnya aku melihat pasar malam yang sangat besar dan ramai seperti ini, berbeda sekali dengan di kampung yang hanya sedikit permainannya dan itupun hanya khusus untuk anak anak.
"wah, keren banget Git" ucap ku berbinar, sejak kecil aku sangat ingin menaiki bianglala. Namun, karena ayah dan ibu tak mengizinkan karena khawatir terjatuh aku tak pernah merasakan menaiki bianglala sampai sebesar ini.
"baru tahu ya... mau naik yang mana dulu nih? "
"kita naik bianglala yuk, udah lama banget pengen naik tapi belum kesampaian" ajak ku kemudian menarik lengan Gita untuk mendekat ke area bianglala
"bolehlah bolehlah... "
***
keesokan paginya di kosan.
pagi pagi sekali aku sudah mandi dan berpakaian sopan dan rapi karena pagi ini aku akan menemui pemilik rumah yang alamatnya tertera pada brosur lamaran pekerjaan.
Aku berjalan menuju ke arah rumah Gita karena pagi ini ia berjanji akan menemani ku menuju alamat yang akan ku tuju.
sesampainya di depan teras, ku lihat Gita telah berpakaian rapitengah menasang tali sepatunya bersama bu Siti yang tengah duduk di kursi teras.
"assalamu'alaikum bu"
"wa'alaikumsalam... Nak Jasmin beneran mau cari kerjaan? "
"iya bu, sebenarnya bukan mencari, tapi menghadiri karena semalam Jasmin menemukan brosur lamaran pekerjaan, siapa tahu disana ada jodoh"
"aamiin, semoga nanti keterima kerja disana nak"
__ADS_1
"aamiin bu... "