BAGAIMANA DENGAN AKU?

BAGAIMANA DENGAN AKU?
69


__ADS_3

Yuda memacu mobilnya dengan kecepatan sedang, menembus dinginnya malam kota Jakarta ini.


setelah sedikit berdebat, akhirnya aku bersedia untuk ikut bersama Yuda, karena laki laki itu mengatakan jika ia ingin menjelaskan sesuatu yang membuat ku penasaran.


setelah beberapa saat bertelepon dengan seseorang, akhirnya ia meminta ku untuk ikut bersamanya.


ku lirik pria yang tengah fokus pada kemudinya. ya, ku akui, jika Yuda saat ini telah berubah menjadi pria dewasa yang sangat tampan, ia memiliki rahang yang tegas serta mata yang tajam, terlihat sekali aura kepemimpinan nya.


"jangan menatap ku seperti itu, nanti kamu jatuh cinta, " ujarnya dengan pandangan masih fokus ke depan.


Aku segera memalingkan wajah ku yang terasa menghangat, aku sangat malu ketahuan tengah mengagumi ciptaan Allah yang begitu tampan di depan ku saat ini.


"percaya diri sekali anda, " ucap ku setelah tenang


Yuda mengulum senyumnya, tak lama kemudian, mobil yang kami tumpangi, berhenti di sebuah rumah besar dan mewah seperti milik tante Ayu.


setelah masuk ke pelataran rumah, Yuda meminta ku untuk turun setelah ia membukakan pintu untuk ku.


"terima kasih, " ucap ku setelah Yuda menutup pintu mobil


"sama-sama, "


"ini rumah siapa Yud, perasaan rumah kamu bukan disini deh? "


Yuda yang hendak menekan bel pun urung, ia kembali menatap ku dan tersenyum, "setelah ini kamu akan tahu, "


setelah menekan bel dan pintu terbuka, kami di persilahkan untuk masuk oleh asisten rumah tangga yang kemudian segera berlalu untuk memanggil majikannya.


Pandangan ku tertuju pada salah satu pigura besar di tembok ruang tamu, disana terdapat foto sepasang paruh baya dan seorang wanita, Tisha.


Ya, aku yakin dia adalah Tisha, lalu untuk apa Yuda membawa ku ke kediaman calon istrinya, apa jangan jangan ia akan melakukan poligami dan ia kesini untuk meminta izin? astaga, belum apa apa, isi kepala ku sudah negatif thinking saja.


beberapa saat terdiam, datanglah seorang wanita paruh baya yang sama, seperti di pigura.

__ADS_1


"Yuda, ada apa malam-malam kesini? tumben banget kamu datang kesini tanpa di minta, biasanya kan nggak pernah mau? " tanya wanita paruh baya itu dan langsung duduk di sofa di seberang kami


"ada sesuatu yang harus Yuda selesaikan, Tante. maaf jika kedatangan saya mengganggu, Tante, karena lupa waktu. Tisha nya ada, Tan? "


"sama sekali tidak. oh ya, Tisha lagi mandi, tadi dia baru saja pulang dari kantor WO yang menangani pernikahannya, "


Yuda pun mengangguk dan mengatakn jika ia akan menunggu sampai Tisha selesai mandi.


Yuda dengan wanita paruh baya itupun bercerita sembari menunggu Tisha yang tengah membersihkan diri, tak lupa, Yuda juga memperkenalkan aku pada ibunya Tisha.


melihat betapa manis dan baiknya perlakuan ibunya Tisha kepada ku, aku menjadi minder jika harus bersaing dengannya, terlebih perbedaan kami sangatlah kentara. mungkin memang lebih baik aku mundur dari perasaan ini.


"Hai Yud, eh ada mbak Jasmin. ada apa malam malam kesini? apa gaun ku ada masalah? " tanyanya kemudian duduk, sementara ibunya Tisha memilih pergi meninggalkan kami di ruang tamu.


Waktu itu, Tisha memang tak langsung membawa gaun yang ia beli karena ada beberapa bagian yang ingin ia benahi, sehingga aku menyarankan untuk di tinggal di butik agar nanti di urus oleh bu Tari sendiri.


"aku kesini bukan untuk membahas masalah itu Sha, "


"jadi begin-- "


"nona Tisha, saya minta maaf. maaf karena beberapa hari ini saya dan tuan Yuda sering bertemu di belakang nona, saya janji, setelah ini, saya tidak akan lagi mengganggu hubungan kalian, sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya pada nona Tisha. "


Aku langsung memotong ucapan Yuda, sebelum ia menjelaskan semuanya. aku hanya tak ingin melukai gadis yang cantik dan baik hati di hadapan ku ini hanya karena menuruti obsesi Yuda saja.


Yuda menatap ku dengan tatapan yang sulit di jelaskan, sementara Tisha, ia tampak terkejut namun sesaat kemudian ia kembali tersenyum, seolah tak pernah terjadi apapun


"Yuda, tolong mengertilah, aku tak ingin merusak hubungan yang sudah kalian jalin hanya karena janji yang kamu ucapkan ketika aku terpuruk~" lirih ku mengiba padanya.


"tunggu tunggu! " seru Tisha menginterupsi


"ini ada apa sih, Yuda? coba kamu jelasin apa maksud mbak Jasmin ngomong kayak tadi, memangnya kalian kenapa? apa kalian sudah saling kenal? eh, tapi tunggu, jangan bilang kalau Sweet tea yang kamu maksud itu, mbak Jasmin yang ini? " tanya Tisha memastikan


(sweet tea \= teh manis. yaitu, Jasmine)

__ADS_1


"Itu dia masalahnya Sha, si Jasmin salah paham sama kita, dan nganggep dirinya itu pelakor karena hadir di antara kita. padahal aku udah berulang kali mau jelasin ke dia tentang hubungan kita, tapi lagi lagi dia selalu memotong ucapan ku" ucap Yuda terdengar putus asa


tiba tiba saja Tisha terkekeh sembari menatap ke arah ku, jujur saja aku sedikit risih dengan sikap nya saat ini.


"maaf-maaf, " ucapnya sembari menormalkan diri dengan berdeham.


"kamu kenapa nggak bilang, kalau mbak Jasmin itu, si gadis manis, tahu gitu kemarin kan langsung bawa pulang aja. pantesan kemarin kamu murung banget pas aku ajakin pulang, ternyata ada pujaan hatinya disana yang tertinggal, " selorohnya


"maksud nona Tisha apa ya? " tanya ku keheranan.


"maaf ya mbak Jasmin, tapi Yuda ini bukan calon suami aku. memang sih, aku mau menikah, tapi bukan sama dia, calon suami ku masih di luar kota, makanya kemarin aku minta temenin Yuda ke butik tantenya. dan untuk hubungan kami, Yuda itu sepupu jauh aku mbak, nenek dari pihak ayah kami masih saudaraan, "


"ja-jadi -, "


"iya, kamu sepupu jauh, Jasmin. makanya kalau orang mau ngomong tuh di dengerin, bukan malah di potong potong aja, malu kan jadinya, "


"tapi kalian sangat cocok, siapapun bakal mengira kalau kalian sepasang kekasih, " lirih ku,


ah ingin sekali aku menenggelamkan diri ke dasar laut, sungguh aku sangat malu sekali karena sedari kemarin aku salah paham dengan mereka.


"mana ada, usia kita aja terpaut lima tahun, jadi nggak mungkin aku mau sama berondong. dia masih kecil kalau mau aku jadikan suami, " ujar Tisha begidik ngeri


Akhirnya kesalahpahaman di antara aku dan Yuda pun selesai. setelah dari rumah Tisha, Yuda mengajak ku untuk makan malam di kedai bakso sembari mengenang masa remaja dulu ketika Yuda ingin berpamitan dengan memberikan kenangan yang manis.


Malam ini, aku sangat bahagia, terlebih cinta yang ku tunggu ternyata juga tengah menungguku.


Bersambung


terima kasih atas support nya.


Bantu Nad buat meramaikan tulisan Nad ya, jangan lupa, Like dan komentar nya.


sampai jumpa di bab selanjutnya...

__ADS_1


__ADS_2