
Malam harinya,
Yuda kembali datang untuk menjemput ku, ia berkata jika sang ibu ingin berbicara dengan ku. dada ku berdegup kencang, menduga duga hal apa yang akan di bicarakan oleh beliau.
30 menit berkendara, kini tibalah kami di depan bangunan besar milik keluarga Yuda.
Aku segera turun dan menyambut uluran tangan Yuda, kami masuk bersamaan dengan Tante Ayu yang keluar dari ruang tengah.
"sudah datang, ayo masuk, " ajaknya
aku mengangguk, mencium tangan beliau dan saling bertukar kabar.
tante Ayu membawa ku ke ruang keluarga. rupanya disana sudah ada om Bagas yang telah menunggu kedatangan kami.
"selamat malam, Om, "
"malam, Jas. ayo duduklah... "
Kami berempat duduk bersama di ruang keluarga, sedikit basa basi, kemudian tante Ayu mulai dengan pembicaraan serius pada kami.
"Kemarin, waktu kalian berkunjung di rumah nenek. tante dan om datang ke rumah kamu lagi Jasmine. waktu itu, tante, om, dan mbak Hana sepakat akan segera menikahkan kalian. mbak Hana juga sudah menyerahkan semuanya sama tante, tanggal sudah kami tentukan dan tante meminta acaranya di laksanakan di Jakarta, "
"memangnya kapan kita akan menikah, Yah, Bu? " tanya Yuda, sepertinya pria itu juga tak tahu jika kedua orang tuanya sudah merancang pernikahan untuk kami, terlihat dari raut wajahnya yang terkejut kala mendengar perkataan ibunya.
"1 minggu lagi kalian akan menikah! " jelas Om Bagas
"APA? " pekik ku dan Yuda bersamaan.
__ADS_1
"ma-maaf tante, om. apa tidak terlalu cepat, Jasmine bahkan masih bekerja dan baru saja selesai cuti, sangat tidak mungkin jika Jasmine akan cuti kembali, "
tante Ayu menggeleng, "tante sudah bicarakan hal ini sama Tari, dia sudah memberikan izinnya agar kamu cuti lagi. kamu tenang saja, semua sudah tante urus, kamu dan Yuda tinggal terima beres saja, mengerti? "
Aku tak bisa berkata-kata lagi, hal ini terlalu mengejutkan daripada lamaran dadakan Yuda waktu itu, bahkan kemarin, ibu tak mengatakan apapun perihal kedatangan kedua orang tua Yuda di rumah.
bingung, cemas, sedih, dan bahagia, rasa itu bercampur menjadi satu, aku sungguh tak menyangka jika akan menikah dengan Yuda dalam waktu cepat seperti ini.
"Ibu yakin bisa meng-handle semuanya? 1 minggu waktu yang sebentar Bu, apa Ibu sanggup? " tanya Yuda
"kamu meragukan Ibu mu ini, Yuda? bahkan Ibu sudah menyiapkan semuanya dari jauh-jauh hari, lebih tepatnya ketika kamu mengajak Jasmine kesini satu bulan yang lalu, "
"hah? "
"kaget kan kamu, makanya harus gerak cepat, Ibu juga nggak mau lihat kamu bawa Jasmine kesana kemari tanpa status yang jelas, jadi dengan begini, baik kami maupun keluarga Jasmine bisa tenang menitipkan Jasmine sama kamu, " jelas tante Ayu begitu menggebu.
pembahasan pernikahan kami terasa begitu panjang, tante Ayu begitu bersemangat ketika menceritakan perjalanannya menyiapkan semuanya mulai dari tempat acara hingga segala ***** bengek nya.
***
Hari demi hari berlalu begitu cepat, bahkan tak terasa pernikahan ku dengan Yuda sudah di depan mata.
hari ini adalah hari terakhir ku bekerja di butik milik bu Tari karena besok aku akan mulai. cuti selama beberapa hari.
Ibu sendiri sudah tiba kemarin sore bersama keluarga besar dari kampung di kediaman Yuda.
Tante Ayu sendiri yang meminta mereka untuk menginap di kediaman beliau, selain karena rumahnya yang luas, disana juga lebih aman daripada mereka harus tinggal di hotel tanpa ada yang mereka kenali.
__ADS_1
sementara aku, masih tinggal di kosan.
bahkan selama ibu berada di Jakarta, aku sama sekali belum bertemu dengan beliau. rencananya malam nanti, supir bu Tari akan mengantarkan aku ke kediaman tante Ayu.
waktu pulang telah tiba. aku segera mengemasi barang bawaan ku dan menghampiri supir bu Tari yang katanya sudah menunggunya di depan butik.
"aku pulang duluan, ya, " pamit ku pada teman teman ku yang masih sibuk dengan ponselnya
"cie, yang besok mau nikah, udah nggak sabar nih kayaknya, " seloroh Kinan
"keliatan baget tuh mukanya merah, malu ya, " goda kak Ica
"sudah guys, calon pengantinnya sudah kepiting rebus tuh, kasihan, " timpal Nelis
"apaan sih kalian, aku buru buru karena sudah di tungguin supir di depan, kasihan kalau lama, " elak ku jujur
"alah, ngomong aja kalau kasihan sama mas Yuda karena nungguin calon istrinya yang lama nggak datang datang, " ucap Kak Ica
"udah ah, kalian selalu saja menggoda ku, ya sudah aku balik dulu ya. kalian hati hati di jalan, bye, " pamit ku dengan melambaikan tangan.
ketiga teman ku itupun terkekeh geli, mereka masih asik menggoda ku meskipun aku sudah beranjak pergi.
Setelah berpamitan kepada teman teman ku, aku segera berlari ke depan, khawatir jika membuat pak supir menunggu terlalu lama.
"maaf pak Tono, lama ya nunggunya? " tanya ku sembari pintu mobil
"bapak baru saja sampai non, langsung ke rumah bu Ayu? "
__ADS_1
"iya pak, langsung saja. saya sudah nggak sabar pengen ketemu ibu disana, " jawab ku.
pak Tono mengangguk, melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.