
2 hari kemudian
Jam 06.00 wib. Aku, dengan di antar ibu dan Jefri pergi ke terminal kota dengan mengendarai mobil yang di supiri oleh pak de Somad. Sesuai permintaan bu Tari, hari ini aku akan langsung berangkat ke Jakarta untuk memulai pekerjaan ku senin depan.
tak butuh waktu lama akhirnya aku sampai di terminal, sebelum berangkat, aku berpamitan pada ibu dan juga adik ku Jefri
"Jasmin, berangkat dulu ya, Bu, "
"Hati-hati dan jaga diri baik-baik di sana kak, ibu selalu mendoakan yang terbaik buat kamu. jangan pikirkan ibu dan Jefri di rumah, fokus saja dengan pekerjaan mu disana agar tidak membuat bu Tari kecewa sama kamu, " pesan ibu kala aku melepas pelukan ku
"iya, bu. " selesai berpamitan, aku bergegas menuju bus yang akan mengantarkan ku ke Jakarta.
tak banyak yang ku bawa, hanya surat lamaran pekerjaan serta baju ganti yang ku jadikan satu dalam tas ransel besar ku.
Perjalanan dari kota Surabaya menuju ke Jakarta membutuhkan waktu kurang lebih 11 jam, itu aku gunakan untuk beristirahat karena memang semalam aku kurang tidur.
untung saja ibu membelikan ku tiket sleeper bus, sehingga aku bisa tidur dengan nyaman.
Tak terasa hari sudah sore, sebentar lagi aku akan tiba di terminal setelah hampir 12 jam di perjalanan.
tak lupa aku mengabari bu Tari jika aku akan segera sampai sehingga beliau bisa bersiap siap untuk menjemput ku.
awalnya aku menolak tawaran beliau untuk di jemput, namun, karena beliau memaksa, akhirnya aku pun setuju. lagipula aku pun tak tahu daerah Jakarta, bukannya bertemu bu Tari, yang ada aku akan nyasar karena tak tahu arah.
keluar dari bus, aku mengedarkan pandangan ku ke segala arah, mencari keberadaan bu Tari yang katanya sudah sampai di terminal.
"assalamu'alaikum, Bu. " aku mengecup punggung tangan bu Tari kala aku sampai di hadapan beliau
"wa'alaikumsalam, alhamdulillah akhirnya kamu sampai juga. ibu sempat was was karena takut kamu nggak bisa nemuin ibu disini, " ujar beliau sembari tersenyum
aku tersenyum kemudian mengangguk, "kan bu Tari sudah ngasih tahu tempatnya, jadi Jasmin tinggal nyari saja di bantu kernet bus tadi, "
"ya sudah, ayo kita pulang, ibu sudah siapin makan malam untuk kita, "
aku mengangguk, mengikuti langkah beliau menuju parkiran mobil.
__ADS_1
***
Keesokan paginya setelah selesai sarapan, bu Tari mengajak ku untuk mengunjungi salah satu butik yang akan menjadi tempat ku bekerja besok.
selesai mengunjungi butik, bu Tari juga mengantarkan ku untuk mencari kos kosan yang dekat dengan butik.
Semalam kami sudah membahas hal ini, bu Tari menawarkan untuk tinggal bersama beliau sampai nanti aku mendapatkan gaji pertama, namun aku menolaknya, karena sudah cukup banyak kebaikan yang beliau berikan untuk ku dan aku tak ingin aji mumpung karena kebaikan beliau.
Dan disinilah aku berada, di sebuah kamar sewa yang terletak tak jauh dari butik. kamar berukuran 3x3 meter, hanya ada kasur serta lemari kecil untuk menyimpan pakaian.
"ini kamar yang paling kecil dan paling murah, perbulannya cukup 450 ribu saja karena tidak ada kamar mandi nya, " jelas ibu pemilik kosan
"saya ambil kamar ini bu, meskipun tidak besar, tapi kamarnya cukup nyaman, " meskipun kamar ini kecil, namun terlihat terawat dan bersih, dapat di lihat dari cat temboknya dan kasur yang sudah terpasang sprei di tata sangat rapi.
"beneran, Jasmin? " tanya bu Tari yang terlihat enggan karena kamarnya sangat kecil di banding dengan kamar lainnya.
"iya bu, saya suka kamarnya, " tandas ku.
setelah selesai melakukan administrasi, aku kembali ke rumah bu Tari untuk mengambil barang barang ku serta berpamitan dengan orang rumah.
aku mengenakan masker serta jaket karena kebetulan siang ini terasa terik hingga panas matahari langsung menyengat kulit
kala aku keluar rumah, terlihat mobil mewah masuk ke dalam pekarangan rumah bu Tari, aku ingin melihat siapa yang datang, namun tak keburu karena ojek pesanan ku telah datang.
"sesuai alamat ya mbak? "
"iya, Pak. " gegas ku pakai helm yang beliau berikan dan duduk di jok belakang
15 menit kemudian, sampailah aku di kosan baru ku. setelah mengucapkan terima kasih, aku langsung menuju kamar, karena memang kunci kamar sudah berada di tangan ku.
"huh, akhirnya sampai juga, " gumam ku seraya meluruhkan diri di atas kasur.
***
Hari senin telah tiba, aku sudah bangun sedari pukul 4 pagi untuk menyambut hari di tempat baru.
__ADS_1
selesai beberes dan sarapan, aku segera berangkat menuju butik yang letaknya berseberangan dengan kosan ku.
butik di buka pukul 8 pagi, namun aku sudah berada di luar butik sejak pukul 7.30 wib. beberapa saat kemudian beberapa orang wanita datang dan tersenyum ke arah ku sebelum ia membuka gembok pintu butik.
"anak baru ya? " tanyanya ramah
"iya kak, nama saya, Jasmin. " jawab ku dengan menyodorkan tangan ku untuk bersalaman.
"Aku Alisa, biasanya temen temen disini panggil aku Ica, salam kenal ya Jasmin, semoga betah bekerja disini. "ia menerima uluran tangan ku sembari tersenyum
aku mengangguk kemudian mengikuti kak Ica masuk ke dalam butik.
"kamu taruh tas kamu di loker yang ini ya. " tunjuknya pada loker kosong yang terdapat kunci yang masih tergantung disana.
"iya kak, "
aku sedikit berbincang dengan kak Ica, rupanya beliau adalah salah satu orang kepercayaan bu Tari sehingga ia di berikan akses memegang kunci butik.
usia kami terpaut 7 tahun, namun meski begitu, tak ada rasa canggung karena ia sangat baik dan asik sehingga aku nyaman ketika berbicara dengannya.
Aku juga berkenalan dengan beberapa karyawan yang sudah datang, salah satunya Nelis dan Kinan, kedua orang itu juga sangat baik pada ku.
***
Hari demi hari ku lewati dengan sangat bahagia karena mendapatkan partner kerja yang baik dan saling membantu.
butik milik bu Tari adalah butik kelas atas sehingga banyak pelanggan yang datang juga dari kalangan atas. kak Ica, ia selalu mengajari ku melayani tamu yang datang sehingga aku bisa lebih tenang dalam menghadapi tamu dengan berbagai karakter.
tak terasa sudah satu bulan aku bekerja pada bu Tari, dan hari ini aku akan menerima gaji pertama ku bekerja di butik miliknya.
senang rasanya dapat kembali menikmati uang dari hasil keringat sendiri setelah hampir satu bulan aku menganggur di rumah dan tak ada pemasukan.
aku segera mengabari ibu, selain karena kebiasaan ku sebelum tidur selalu menelepon ibu, aku juga akan memberikan sebagian penghasilan ku untuk ibu di rumah.
awalnya ibu menolaknya, namun aku tetap kekeh memberikan, karena sudah menjadi kewajiban ku membantu mencukupi kebutuhan keluarga ku di rumah.
__ADS_1
"alhamdulillah, terima kasih, Ya Allah. "