
Terdengar suara riuh dari dalam rumah tante Ayu. Aku dengan segera menekan bel dan tak lama pintu akhirnya di buka dari dalam.
"eh, non Jasmine sudah datang, mari masuk, semua sedang berkumpul di ruang tengah, " Bi Murni mempersilahkan aku untuk masuk.
Aku mengangguk sopan dan mengikuti langkah bi Murni menuju ruang tengah.
Sebenarnya bisa saja aku langsung masuk tanpa mengetuk pintu karena baik tante Ayu maupun Om Bagas telah memberikan amanat agar aku bisa kapan saja datang, keluar masuk rumahnya tanpa menunggu di bukakan pintu, apalagi di rumah sedang ramai orang. namun aku memilih mengetuk dan menunggu sebab aku masih orang asing saat ini.
di ruang tengah, tampak Ibu, Jefri, nenek, dan beberapa sanak saudara telah datang. mereka tampak berbincang hangat dengan bu Ayu.
Aku mendekati ibu, setelah mengucap salam dan menyalimi satu persatu yang ada di ruang tengah, kini aku duduk di samping ibu.
Aku sangat rindu, bahkan setiap hari aku selalu merindukan ibu.
Aku memeluk ibu dengan erat, beliau membalas pelukan ku dan mengusap lembut punggungku.
"Jasmine seneng banget, akhirnya bisa bertemu dengan Ibu, "
" Ibu juga, kamu baik-baik saja kan? " aku mengangguk,
"Jasmine baik Bu, sangat baik, apalagi setelah melihat senyuman Ibu, "
Setelah itu kami berbincang hangat, rupanya mereka tengah menceritakan dekorasi pernikahan ku, yang membuat mereka terkagum-kagum.
"Calon pengantin lebih baik istirahat sekarang, nggak baik begadang, khawatir riasan besok jadi rusak, " ucap tante Wulan, adik ibu.
Hubungan antara ibu dan nenek kini telah membaik, entah apa yang membuat mereka berubah, namun aku merasa bersyukur, semoga saja mereka benar-benar berubah dan tidak akan membuat ulah kembali.
"iya, lebih baik kamu istirahat saja sayang, Yuda, antarkan Jasmine ke kamarnya, ingat, jangan mavam macam! " peringat tante Ayu kepada Yuda yang sedari tadi memandang ke arah ku.
Gelak tawa terdengar riuh, satu persatu menggoda Yuda karena pria itu tiba-tiba langsung menunduk setelah mendengar ucapan tante Ayu, akupun sama, malu, karena sedari tadi mereka bergantian menggo da ku dan Yuda.
__ADS_1
Aku mengangguk, setelah berpamitan, aku segera beranjak dan mengikuti Yuda menuju kamar yang sebelumnya pernah aku tempati, malam ini aku akan tidur bersama ibu dan Jefri.
"langsung tidur ya, " ucap Yuda setelah membukakan pintu kamar untuk ku.
"kamu juga, lebih baik sekarang tidur, jaga kesehatan, "
Yuda mengelus puncak kepala ku, kemudian tersenyum, " aku akan tidur setelah memastikan kamu masuk dan tidur dengan nyaman, "
"ya sudah, sana. aku janji setelah ini akan langsung tidur, " Yuda mengangguk, setelah aku masuk ke dalam kamar, Yuda beranjak pergi.
***
Aku terbangun pukul 3 pagi, hari masih gelap, bahkan waktu shubuh pun belum tiba, namun sedari semalam, mata ku sangat sulit untuk ku pejamkan.
Aku beranjak dari kasur, menatap lembut, Ibu dan Jefri yang tengah tertidur pulas.
Hari ini adalah hari pernikahan ku bersama Yuda, ada rasa bahagia yang sangat sulit untuk ku jelaskan, ada juga rasa sedih, mengingat sosok ayah yang tak bisa menemani ku memulai bahtera rumah tangga bersama laki laki pilihannya.
Ku basuh wajah ku dengan air wudhu, menunaikan sunah 2 rakaat malam ini agar hati ku menjadi tenang.
Ku lirik jam di ponsel ku, rupanya sudah lebih dari 30 menit aku bersimpuh di atas sajadah. Tenggorokan ku terasa kering, aku segera beranjak, melipat mukena ku dan menyimpannya, aku akan ke dapur untuk mengambil minum.
Ceklek
Suasana temaram tampak jelas di mata ku, sudah jelas semua orang masih berada di dalam kamarnya.
Aku berjalan perlahan menuju dapur untuk mengambil minum, hingga sebuah tepukan membuat ku tersentak kaget.
"astaghfirullah... " lirih ku dengan segera membalikkan ba dan.
tampak seseorang tengah berdiri di depan ku, wajahnya putih, matanya menatap ku tajam.
__ADS_1
"HAN- " pekik ku tertahan, orang itu membekap mulutku agar aku tak berteriak.
"Hei, ini aku, " ucapnya terdengar familiar, ia perlahan melepas bekapan tangannya
"hah? Yuda? " beo ku heran
"iya ini aku, Calon suami kamu, "
"astaga, kenapa ngagetin gitu sih, ini juga, kenapa malam malam malam cosplay jadi hantu? " tunjukku ke arah wajahnya
Yuda tampak terkekeh, "aku nggak bisa tidur, terus ingat kata teman ku, yang nyuruh aku buat maskeran, ya sudah, daripada bingung mau ngapain lebih baik aku maskeran, biar nanti pas acara, wajah ku lebih tampan, " jelasnya membuat ku melotot.
"terus, ngapain kesini? "
"mau ambil minum, di kamar airnya habis, "
aku menggeleng pelan, kemudian mengajaknya untuk ke dapur bersama.
Yuda menekan saklar hingga keadaan yang semula remang menjadi terang benderang
"kamu juga mau ambil minum? koo nggak tidur? " tanya Yuda.
aku mengangguk, "entahlah, aku juga sama seperti kamu, nggak bisa tidur, Yud, "
"ya sudah, sudah pagi juga. sekarang kembalilah ke kamar, aku khawatir terpergok sama mereka dan mereka berpikir yang tidak-tidak ke kita, "
Aku mengangguk, setelah menghabiskan segelas air putih, aku beranjak dari duduk ku, berjalan menuju ke kamar.
sedangkan Yuda masih berdiam diri di dapur, setelah itu terlihat ia beranjak. menuju wastafel dan membasuh wajahnya yang putih karena masker.
Ada ada saja, biasanya wanita yang akan merawat dirinya menjelang pernikahan, ini justru mempelai pria yang sibuk maskeran.
__ADS_1
'Yuda, ada ada saja tingkahmu itu, ' gumam ku dalam hati, sebelum menutup pintu kamar