
1 bulan kemudian...
aku telah rapi dengan mengenakan seragam putih abu abu. hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah sekian lama menunggu dan berlibur di rumah.
kemarin sore aku berangkat dengan di antar oleh pak de Shomad, menuju ke rumah kos yang terletak tak jauh dari sekolah.
ibu melepas kepergian ku dengan linangan air mata sebab ini adalah kali pertama ku berpisah dengan ibu. ibu, Jasmin berjanji suatu saat akan membahagiakan ibu.
siap, aku bergegas keluar kamar dan tak lupa menguncinya. rumah kos ini terdiri dari dua lantai dengan masing masing lantai memiliki 10 kamar kos dengan kamar mandi luar. untung saja aku mendapatkan kamar kos yang berada di lantai satu, sehingga aku tak perlu naik turun tangga untuk keluar masuk kamar.
kala kaki melangkah menunggu ke jalan raya, seorang gadis berseragam putih abu abu menghampiri ku.
"hei, kamu siswi baru ya? " sapanya ramah.
aku mengangguk "iya, kok tahu? " tanya ku
"iyalah, seragam kita samaan, masih baru, hehe... kenalin aku Gita, kamu? " ucapnya sembari menyodorkan tangan kanannya
"salam kenal Gita, aku Jasmin" balas ku menjabat tangannya.
"ah Jasmin, kalau aku panggil Jeje aja gimana, boleh nggak? " tanyanya lagi
"boleh aja kok. kamu asli orang sini, atau dari kota lain? " tanya ku penasaran. pasalnya gadis itu baru saja keluar dari rumah warga tetangga ibu kos.
"iya, asli orang sini Jas, itu tadi rumah aku. kamu kos di tempatnya bu Ima ya? soalnya tadi aku lihat kamu keluar dari sana? "
"iya aku kos disana soalnya rumah ku di pelosok, kalau mau ke sekolah harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh, jadi ibu nyaranin buat ngekos aja biar nggak kecapekan juga" jawab ku.
kami berdua berjalan beriringan menuju ke sekolah yang hanya membutuhkan waktu lima menit dari rumah kos dengan berjalan kaki.
di perjalanan kami terus saja saling bertukar cerita, rupanya Gita juga masuk ke dalam jurusan ta ta bu sana, semoga saja nanti kami bisa satu ruangan sebab di dalam kelas tata bu sana ada 2 ruang dalam satu kelas jurusan.
__ADS_1
menginjakkan kaki di pelataran sekolah, kami langsung bergegas menuju aula tempat di adakan acara orientasi siswa baru yang akan di adakan dalam waktu 3 hari
aku duduk bersebelahan dengan Gita dan tak lama kemudian acara di mulai.
kami mulai memasuki materi pertama, hari ini hanya perkenalan guru, lingkungan sekolah dan beberapa materi dari guru pilihan. meskipun dalam masa orientasi, namun tidak ada acara buli membuli atau guyonan yang tidak bermanfaat, acara orientasi siswa disini sangat bermanfaat dan menyenangkan bahkan kami tak merasa bosan karena baik kakak panitia maupun guru saling menghibur dan memberikan arahan satu sama lain.
acara selesai, aku kembali pulang bersama Gita, sebelum pulang aku berencana mampir ke warung untuk membeli makan siang sebab tadi pagi aku tak sempat memasak padahal ibu sudah membawakan aku beras dan juga penanak nasi.
"aku mau beli makan siang dulu, kamu pulang duluan aja nggak apa apa Git" ucap ku pada Gita.
"ikut ke rumah aku aja yuk Je, kita makan siang di rumah sekalian nyicipin masakan ibu aku, yuk" ajaknya senang
"enggak usah Git, ngerepotin kamu nanti, aku beli di warung aja, udah ya aku ke warung dulu" ucap ku hendak berbelok menuju warung yang tak jauh dari kosan, namun Gita menahan lengan ku.
"ayolah, ibu aku baik kok, sekalian aku kenalan juga, ibu aku suka banget kalau aku bawa temen ke rumah, ayok lah" ajaknya langsung menarik lengan ku.
mau tak mau aku mengikuti Gita yang membawa ku mampir ke rumahnya.
"bu, ibu... ibu aku pulang... " teriak Gita memanggil ibunya, padahal ibunya berada tak jauh dari tempatnya berdiri.
ibu Gita beranjak dari duduknya dan menghampiri kami.
"ucapkan salam dulu Gita, kebiasaan deh" tegur ibu. sementar Gita hanya terkekeh.
"assalamu'alaikum ibu Siti... " salam Gita pelan pada ibunya
"wa'alaikumsalam, nah gitu kan enak. ini siapa, manis sekali? " tunjuknya ke arah ku.
"namanya Jasmin bu, penghuni baru kosannya bu Ima, Je kenalin ini ibu aku" ucap Gita.
"assalamu'alaikum bu, saya Jasmin" ucap ku kemudian mencium punggung tangan beliau.
__ADS_1
ibunya Gita sangat cantik meski usianya tak lagi muda, garis wajahnya terlihat kalem hingga siapa saja yang melihatnya akan merasa nyaman di dekatnya. pantas saja Gita sangat cantik, rupanya menurun dari ibunya yang juga tak kalah cantik.
ya, bagiku Gita adalah gadis yang cantik, hidungnya yang mancung dengan mata bulat berbinar serta kulit kuning langsat membuatnya terlihat sangat cantik. berbeda dengan ku yang memiliki kulit gelap karena sengatan matahari sehingga tak menarik sama sekali. jika aku pria, aku sudah menembaknya sejak pertama bertemu.
"wa'alaikumsalam, rupanya tetangga baru toh, ibu namanya Siti, panggil saja bu Siti. kamu sudah makan, kalau belum ayo kita makan siang bersama, kebetulan tadi ibu masak banyak"
"belum bu, makanya Gita ajak pulang biar sekalian makan siang bareng kita" jawab Gita menyela
"ya sudah, ayo nak Jasmin, kita ke dapur" ajaknya kemudian beliau berlalu lebih dahulu menuju dapur sedangkan aku dan Gita mengikuti dari belakang.
sesampainya di dapur, bu Siti menyiapkan piring dan membuka tudung saji.
di atas meja telah siap beberapa lauk serta sayur yang sangat menggugah selera. ada tumisan kangkung, ayam goreng dan cumi tepung tak lupa ada semangkok kecil sambal terasi.
"Ayo nak Jasmin duduk dulu, ibu siapkan piring dan gelasnya" perintah nya
aku hanya menurut, mengambil posisi duduk di samping Gita dan menunggu bu Siti selesai menyiapkan piring untuk kami.
makan siang hari ini begitu sangat nikmat, apalagi aku yang jarang memakan daging ayam ataupun cumi cumi merasa sangat senang, aku merasa seperti tengah menemukan berlian dalam pasir di lautan.
selesai makan siang bersama dan sedikit berbincang, aku memutuskan untuk pamit pulang karena hari sudah mulai sore.
"jangan kapok main kesini ya nak Jasmin, anggap saja ibu ini ibu kamu sendiri biar kamu bisa sedikit mengobati rasa kangen kamu sama ibu kamu di kampung" ujarnya
"InsyaAllah bu, nanti Jasmin mampir lagi" ucap ku kemudian berpamitan untuk pulang.
***
Tak terasa sudah tiga hari aku menjalani masa orientasi siswa di sekolah dan kini saatnya pelajaran yang sebenarnya di mulai.
aku berangkat bersama Gita. Memasuki gerbang sekolah, aku mendapati sesuatu yang membuat jantung ku berdetak sangat kencang, kilasan masa lalu kini kembali lagi meskipun aku telah berusaha untuk melupakannya -
__ADS_1