BAGAIMANA DENGAN AKU?

BAGAIMANA DENGAN AKU?
63


__ADS_3

Hari ini, aku bangun sangat pagi karena nanti, aku, ibu, dan Jefri akan mengunjungi rumah nek Ida dan rumah Gita.


Sudah sangat lama sekali aku tidak bertemu dengan Gita, terakhir kali ketika aku mengambil ijazah, bahkan itupun hanya sebentar karena ia sedang ada keperluan penting.


Aku keluar kamar dengan keadaan yang sudah rapi, rupanya Jefri dan ibu juga sudah rapi dan tengah menunggu ku di ruang tengah.


"sudah? " tanya ibu begitu melihat ku sudah rapi


"sudah Bu, ayo berangkat sekarang. " ajak ku kemudian berjalan ke depan.


Hari ini jalanan lumayan sepi, mungkin karena masih suasana lebaran sehingga banyak orang lebih memilih di rumah berkumpul dengan sanak saudaranya.


Aku menunggu angkutan umum sedikit lebih lama, beruntung setelah menunggu hampir 15 menit, angkot pun datang, dengan bergantian, kami masuk ke dalam angkot dan duduk bersebelahan.


40 menit kemudian, sampailah di sebuah rumah minimalis namun terlihat bersih dan terawat. di depan rumah ada mobil yang sangat ku kenali, yaitu milik bu Tari.


"assalamu'alaikum, " salam ku tepat berada di depan pintu rumah nek Ida.


"wa'alaikumsalam, " terdengar jawaban dari dalam. nek Ida, keluar rumah dengan senyum mengembang kala melihat kami.


"ya ampun, Jasmin! Rupanya kamu beneran kesini, nenek kangen sekali sama kamu. " nek Ida memeluk ku dengan erat, aku terkekeh melihat nek Ida yang terlihat begitu menyayangi ku.


"Jasmin juga kangen banget sama nenek, nenek apa kabar? "


"Nenek baik, ayo-ayo masuk ke rumah dulu, kebetulan Tari ada di rumah. " Nek Ida membimbing kami untuk duduk di ruang tamu sedangkan beliau kembali masuk ke dalam, mungkin ingin memanggil bu Tari.


Bu Tari keluar dengan membawa nampan berisikan minuman, aku tersenyum dan langsung beranjak dari duduk ku untuk bersalaman dengan bu Tari.

__ADS_1


"mohon maaf lahir dan batin bu, " ucap ku tulus, bu Tari mengangguk dan mengatakan hal yang sama. kami saling berbincang dan sesaat kemudian nek Ida kembali datang dsn langsung duduk bergabung dengan kami.


"ayo di makan camilannya, Jefri, jangan malu malu, ayo habiskan, " goda nenek


"iya nek, " cicit Jefri terlihat malu-malu.


"Pak Bagas belum kesini nek? kok di luar hanya ada mobil bu Tari saja? "


Pak Bagas adalah anak pertama nek Ida, dari awal aku bekerja di rumah nek Ida, aku belum pernah bertemu dengan beliau, ingin bertanya lebih dalam, namun aku merasa sungkan karena takut terlalu ikut campur keluarga nek Ida.


"Besok keluarga Bagas baru kesini karena masih ada hal yang harus mereka urus, kalau kamu kesini besok, mungkin kamu bisa bertemu cucu nenek, "


aku menggaruk pelipis ku karena merasa malu, sudah sejak dulu nek Ida selalu menggoda ku hendak menjodohkan ku dengan cucu pertamanya.


"ah iya, benar. sepertinya kamu cocok sama dia, Jasmin, " timpal bu Tari semakin membuat ku malu. "


"makanya kapan kapan kenalan, iya nggak bu Hana? " tanya bu Tari kepada ibu ku.


ibu hanya tersenyum sembari menggangguk, aku tahu, ibu pasti segan membicarakan hal ini sebab mau bagaimana pun kami sadar diri, kami hanya orang miskin yang tinggal di kampung sementara keluarga besar nek Ida adalah keluarga berada, keluarga dalam jajaran pengusaha, sehingga untuk bermimpi pun kami sepertinya tak pantas.


hampir 1 jam kami berkunjung ke rumah Nek Ida, setelah dari kediaman beliau, aku langsung bertolak ke rumah Gita.


dengan di antar bu Tari menggunakan mobil, akhirnya kami sampai di kediaman Gita, bu Tari langsung pamit karena rumah nek Ida akan kedatangan keluarga yang lainnya. tak lupa aku juga mengucapkan terima kasih karena beliau sudah menawarkan tumpangan untuk kami.


Di teras rumah, Gita sudah menunggu ku, karena sebelumnya aku telah mengabari jika aku akan berkunjung ke rumahnya.


"Jasmin! " pekik Gita dan langsung berhambur ke pelukan ku.

__ADS_1


ia melerai pelukannya setelah aku hampir kehabisan nafas karena ia memelukku dengan sangat erat.


"astaga Gita, kamu mau ngebun uh aku ya! " pekik ku kesal,


"maaf Je, udah lama nggak ketemu, rindu tau. eh Ibu, Ibu apa kabar, sudah lama kita nggak bertemu ya Bu, ayo masuk dulu Bu, Jef, yok ikut kakak, "


setelah aku dan ibu masuk ke dalam rumah, Gita menarik lengan adik ku dan membawanya entah kemana, aku hanya menggeleng, untung saja bu Siti segera keluar jadi aku dan ibu tidak hanya terbengong saja.


"eh bu Hana, Jasmin, kalian sudah datang ya. Lho, mana Jefri? Apa dia nggak ikut kesini? "


"ikut kok Bu, tadi di ajakin Gita keluar, entahlah krmana dia membawa Jefri pergi, "


"oh, mungkin ke kebun samping rumah, kebetulan jambu airnya sudah pada besar-besar, katanya Gita, Jefri suka sekali sama buah jambu air, mungkin memang di bawa kesana buat panen, "


aku mengangguk, tak lama Jefri datang dengan membawa satu keresek penuh berisikan jambu air.


"banyak banget, dek? "


"iya, tadi kak Gita naik pohon jadinya dapat banyak," jawab adik ku dengan mulut penuh.


***


Siang harinya kami pamit untuk pulang. Gita, gadis itu merengek pada ibunya karena ingin ikut pulang ke kampung.


setelah di beri izin, Gita langsung mengemas pakaiannya, rencananya ia akan menginap satu hari di rumah ku


sesampainya di rumah, aku bergegas membersihkan diri dan hendak istirahat, aku akui sejak kemarin aku kurang sekali istirahat, sehingga siang ini mata ku terasa sangat lelah dan mengantuk.

__ADS_1


Gita pun sama, setelah bersih bersih, ia pun ikut menyusulku mengarungi alam mimpi, padahal ia datang ke kampung karena ingin jalan jalan disini, namun faktanya, sesampainya di kampung, ia justru langsung tertidur.


__ADS_2