BAGAIMANA DENGAN AKU?

BAGAIMANA DENGAN AKU?
28


__ADS_3

Hari Ujian Nasional


Pagi ini hati ku terasa berdegup kencang, setelah tiga tahun menempuh pendidikan akhirnya ujian yang di tunggu tunggu datang juga.


ibu menyiapkan sarapan pagi ku sedangkan aku di minta untuk kembali membaca materi yang hendak di uji.


tak hanya sarapan, ibu juga menyiapkan air hangat untuk ku mandi, agar tidak masuk angin, katanya.


padahal hampir setiap harinya aku mandi dengan air dingin, mungkin karena akan ujian, membuat ibu begitu antusias menyiapkan semua keperluan ku.


pukul 05.20 wib


ibu kembali menemui ku yang masih membaca buku, beliau meminta ku untuk segera mandi kemudian sarapan.


selesai mandi dan mengenakan seragam putih biru, aku menghampiri ibu yang ternyata sudah duduk lebih dulu di kursi makan.


aku duduk bersimpuh di hadapan ibu, meminta doa restu agar di permudah dan aku mendapat nilai yang memuaskan, doa baik ibu panjatkan untuk kelancaran ujian ku hari ini dan beberapa hari kedepan.


"bissmillah, semoga putri ibu mendapat nilai terbaik, di lancarkan ujiannya dan di permudah menjawab semua soal dan jawabannya, aamiin" doa ibu seraya mengelus puncak kepala ku.


ibu mengambilkan nasi di piring ku kemudian menyiapkan lauk serta sayurannya. ayam dan telur balado serta urap sayur telah siap di atas piring ku.


mata ku kembali berkaca kaca mrlihat berapa antusiasnya ibu menyiapkan sarapan berkualitas untuk ku.


"bu, kenapa masak mewah lagi, kan Jasmin sudah bilang untuk tidak membeli lauk yang mahal mahal" ucap ku pelan


"kamu tenang saja kak, ibu ada rezeki lebih makanya ibu beli ayam, lagipula ini hari pertama kamu ujian, jadi harus mendapat asupan yang baik supaya bisa tetap fokus"


"makasih ya bu, Jasmin janji suatu saat Jasmin akan memberikan yang terbaik untuk ibu dan juga Jefri"


"aamiin, ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak anak ibu"


aku melanjutkan sarapan sedangkan ibu membangunkan adik ku yang masih tidur pulas.


selesai sarapan, aku kembali mengecek perlengkapan ujian ku, tak lupa aku bercermin, memandang penampilan ku agar terlihat rapi.


baju seragam masuk, dasi serta ikat pinggang telah siap ku kenakan. alas ujian serta ATK juga telah siap di dalma tas.


setelah dirasa siap aku sdgera berpamitan pada ibu yang trngah menyuapi Jefri.

__ADS_1


"bu, Jasmin berangkat dulu ya, mohon doa restunya" ucap ku kemudian mencium punggung tangan beliau.


selesai berpamitan aku bergegas keluar rumah bertepatan Yuda juga menghentikan motornya di depan rumah


Yuda turun dari motor sembari menenteng keresek hitam berjalan ke arah ku


"ibu ada Jas? " tanyanya.


"ada di dalam, ada apa memangnya? " tanya ku heran.


"mau balikin kotak bekal yang waktu itu, aku sering lupa jadi baru bisa balikin hari ini, nih kasih ke ibu ya"


aku segera menerima keresek dari Yuda, kening ku mengernyit kala keresek yang ku pegang terasa berat seperti ada isinya


"kok berat? " tanya ku


"bukan apa apa, sudah cepat kasihkan ke ibu setelah itu kita berangkat bareng" ucapnya kemudian berlalu menuju motornya.


tak ingin berlama lama terbengong akupun lantas masuk kembali ke dalam rumah dan menyerahkan keresek berisikan kotak bekal pada ibu.


"ayo" ucap ku pada Yuda yang sedang terbengong


***


Selesai sudah Ujian Nasional yang di gelar 4 hari beturut turut, aku menghembuskan nafas ku pelan seraya mengucap syukur atas nikmat sehat dan lancar atas ujian ku hari ini dan beberapa hari yang lalu.


aku keluar kelas bersama ketiga sahabat ku. karena ujian telah selesai kami memutuskan untuk bersantai sejenak di sekolah sebelum nantinya pulang ke rumah.


satu jam kemudian


setelah banyak bercerita, kami pun memutuskan untuk pulang, aku di antar Naila sedangkan Vidya dan Rania sudah pulang ke rumah lebih dulu.


"makasih ya Nai udah di anterin, nggak mampir dulu? " tawar ku ketika kami sampai di depan rumah


"kapan kapan aja aku mampir, salam buat ibu ya, aku pulang dulu, assalamu'alaikum" pamit nya kemudian mulai kembali melajukan motornya.


"wa'alaikumsalam... "


gegas aku masuk ke dalam rumah, ku lihat ibu tengah berada di dapur tengah mencuci piring, ku peluk erat dari belakang untuk menyalurkan rasa bahagia ku pada ibu.

__ADS_1


"assalamu'alaikum ibu... " salam ku sembari masih memeluk ibu dari belakang


"wa'alaikumsalam, sudah pulang kak, gimana ujiannya hari ini, aman dan lancar kan? " tanya ibu


"alhamdulillah, InsyaAllah lancar bu, doakan saja hasilnya memuaskan! "


hari ini aku tak ada kegiatan apapun di rumah sebab jahitan ibu sudah di kerjakan sedari kemarin sehingga hari ini waktunya kami beristirahat sejenak dari penatnya mengais rezeki.


***


keesokan harinya, aku masih berangkat sekolah seperti biasanya. hari ini bu Hanum menginformasikan agar kami masuk sekolah karena ada kunjungan serta promosi dari beberapa sekolah termasuk sekolah milik keluarga bu Hanum


"jadi kalian mau lanjut sekolah kemana nih? " tanya ku pada ketiga sahabat ku.


"aku sih mau ke SMA 1 itu Jas" Jawab Naila


"kalau aku sih SMK mungkin ya, biar bisa langsung kerja nanti setelah lulus" ucap Vidya


aku mengangguk paham "kamu Ran? " tanya ku pada Rania yang sedari tadi hanya diam saja.


"a-aku e-entah lah Jas, aku belum bisa nentuin mau kemana" Rania tersentak kaget hingga gelagapan ketika kami bertiga menatapnya


"kamu sakit Ran? " tanya Naila


"enggak kok, aku cuma kepikiran sama soal ujian kemarin aja, kayaknya ada yang aku nggak jawab deh, tapi aku ragu sih, bener apa enggak" jawabnya seyakin mungkin. entah itu benar atau hanya alasannya saja, tapi kami pun tak ambil pusing dan menerima jawaban dari Rania.


kami di minta masuk ke dalam aula sebab acara akan segera di mulai, satu persatu siswa siswi kelas 9 pun mulai masuk, namun rupanya tak di sekat antar kelas sehingga kami dapat berbaur dengan kelas lainnya.


aku menatap pintu masuk yang dimana disana siswa siswi tengah berbondong bondong masuk untuk mengikuti acara hari ini.


Haris, Yuda dan teman teman yang lainnya pun telah masuk. ketika Haris bersiap untuk duduk, berbeda dengan Yuda yang masih terus melangkah ke belakang yang membuat ku mengernyit kan dahi ku.


'lah, kenapa tuh orang, bukannya gabung sama temen temennya, ini malah sukanya menyendiri' gumam ku dalam hati


namun aneh sekali, Yuda terus melangkah hingga barisan teman temannya terlalui begitu saja, mata ku melotot kala Yuda tiba tiba duduk di samping ku.


"eh ngapain duduk disini? " tanya ku kaget hingga tak ku sadari aku melotot ke arahnya.


"memangnya nggak boleh, nggak ada bukti kepemilikan tempat juga kan" jawabnya santai

__ADS_1


beberapa siswi lainnya tengah berbisik bisik, mungkin mereka heran, gadis jelek seperti ku bisa berteman akrab dengan Yuda yang terkenal tampan melebihi Haris.


__ADS_2