
Aku menatap pantulan wajah ku di cermin, aku baru saja selesai di rias dan berganti kebaya putih untuk acara ijab qobul.
terdengar derit pintu terbuka, ibu, masuk ke dalam kamar dengan senyum mengembang dari bibirnya.
perlahan mendekat dan menepuk kedua pundak ku pelan, " cantiknya putri, Ibu, " pujinya menatap pantulan wajah ku di cermin.
"Ibu juga sangat cantik, " ucap ku tersenyum manis
Pagi tadi, setelah selesai sarapan, kami sekeluarga di boyong menuju hotel, tempat acara pesta pernikahan ku dengan Yuda.
"30 menit lagi, acara akan segera di mulai, "
Ucapan Ibu semakin membuat ku gemetaran, apalagi sebentar lagi, statusku akan berubah menjadi seorang istri.
acara ijab qobul akan di laksanakan pukul 10.00 wib, Jefri sudah lebih dulu pergi ke tempat prosesi ijab qobul untuk bersiap karena dialah yang akan menjadi wali sebagai pengganti ayah.
"Jefri bagaimana, Bu? "
"adik mu baik baik saja, dia sedang bersama Yuda tadi di ballroom, "
Aku mengajak Ibu untuk duduk di pinggiran kasur agar lebih mudah untuk berbincang, beliau banyak memberikan wejengan agar aku bisa menjadi istri yang baik untuk suami ku.
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, tim WO datang menghampiri ku dan memberitahu jika 10 menit lagi, acara akan segera di mulai.
Aku semakin gelisah, da da ku berdebar kencang, namun Ibu langsung meraih kedua tangan ku untuk di tenangkan.
"istighfar, Nak, "
lima detik kemudian, pintu kembali di ketuk, dua orang yang ku kira tak akan datang, kini menampakkan dirinya dengan senyum jahilnya.
"assalamu'alaikum, KEJUTAN!" pekik keduanya
"wa'alaikumsalam. kalian? kok bisa ada disini? katanya nggak bisa datang? " tanya ku dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Naila dan Vidya mendekati ku dan memeluk ku, mengusap punggung ku untuk di tenangkan
"hei, calon pengantin kok nangis, " tegur Vidya
"iya ih, cengeng, " sambung Naila
"katanya nggak bisa ikut kesini? " tanya ku sedikit merajuk
__ADS_1
"iya, kita memang nggak bisa ikut kesini bareng rombongan, tapi belum tentu juga, kalau kita nggak bisa datang kesini berdua kan? " jelas Naila
"Harusnya kasih kabar yang jelas dong, "
"kalau di kasih tahu, kan nggak asik, " seloroh Vidya
Kami bertiga tertawa bersama, kemudian tim WO kembali datang dan mengabarkan jika prosesi ijab qobul akan segera di mulai
Kini aku kembali duduk dengan gelisah, meskipun Naila dan Vidya sudah menghiburku namun tetap saja, debaran di da da ku sangat sulit untuk aku kendalikan.
Kami menatap televisi yang menampilkan keadaan ballroom yang lumayan ramai, setelah itu berganti ke arah Yuda yang sudah duduk di depan penghulu, disana juga ada adik ku yang akan menjabat tangan Yuda.
"lihatlah, Yuda terlihat sangat tegang, " celetuk Naila
tak berselang lama kemudian, adik ku mulai mengucapkan ijab dan di sambut baik oleh Yuda yang langsung mengucapkan qobul hingga terdengar kata SAH yang begitu menggelegar di telinga.
Aku segera memeluk Ibu dengan erat, kini aku telah resmi menjadi seorang istri.
"selamat, Sayang, " lirih Ibu
"Selalu doakan Jasmine ya, Bu, "
"tanpa kamu minta pun, Ibu akan mendoakan yang terbaik buat kamu, Nak, "
Ibu menuntunku keluar kamar, menuju ballroom hotel, dengan diiringi Naila dan Vidya yang mengekor di belakang ku.
sampai di ballroom, ibu segera meminta ku untuk duduk di samping Yuda, mencium tangan kanannya dan di balas dengan kecupan di kening ku.
"kamu, cantik, " lirihnya membuat ku tersipu malu.
Tampak terdengar suara riuh tepuk tangan dan sorakan dari para tamu undangan kala Yuda menempelkan bi birnya pada kening ku.
Prosesi akad nikah telah selesai dan akan di lanjut dengan resepsi.
setelah selesai menandatangani berkas pernikahan, aku di giring kembali menuju kamar untuk segera berganti gaun pilihan ibu mertua ku.
terdengar suara Naila yang mengomel dari arah pintu, aku yang masih sibuk dengan penata rias yang tengah merapikan make-up ku pun hanya bisa melirik untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Tiba-tiba Yuda sudah berdiri di belakang ku, ia telah berganti pakaian yang semula mengenakan jas berwarna hitam, kini ia talah berganti dengan tuxedo berwarna biru navy dengan dasi kupu-kupu berwarna senada.
Aku menatap ke arahnya melalui cermin di depan ku, ia membalas dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"ada apa? " tanya ku pada Yuda. Riasan ku telah selesai di rapikan, aku segera memutar duduk ku agar bisa berhadap-hadapan dengan Yuda
"enggak, hanya ingin melihat istri ku saja, " jawab nya.
"modus Jas, modus, bilang aja udah nggak tahan " sindir Naila
"kamu tuh diem bisa nggak sih, dari tadi ngomel mulu, " gerutu Yuda menatap sengit ke arah Naila.
"mulut kan memang gunanya untuk mengomel, " balas Naila.
sedangkan aku hanya menggeleng pelan, memang sejak Yuda masuk, Naila sudah mengomel panjang lebar yang intinya meminta Yuda untuk kembali ke kamarnya.
"sudah-sudah, kalian kenapa jadi ribut sih,"
Setelah semua selesai, aku dengan menggandeng lengan Yuda, berjalan perlahan kembali menuju ke ballroom
Pintu utama terbuka, aku berjalan beriringan dengan Yuda, terlihat di dalam sana, sudah banyak sekali para tamu undangan yang sudah tiba.
Ibu dan Jefri sudah menunggu ku di atas panggung dekorasi bersama kedua mertua ku, tampak senyum lebar mengiasi ke empat orang yang tengah menunggu kedatangan kami.
"jalan pelan-pelan saja, " ucap Yuda mengingatkan
aku mengangguk, memang saat ini, gaun biru navy yang ku kenakan sangatlah berat, dan besar, aku harus sangat berhati hati agar sesuatu yang buruk tak pernah terjadi.
***
Pesta pernikahan yang di rencanakan selesai pukul 1 siang, kini justru selesai pukul 2 siang, itu karena banyak sekali rekan bisnis ayah mertua ku yang menyempatkan hadir untuk memberi selamat kepada kami.
aku tak masalah, selagi aku masih mampu, aku akan tetap berdiri, menyambut para tamu undangan yang turut mendoakan rumah tangga kami.
Kini aku dan Yuda telah kembali ke kamar hotel masing-masing untuk berganti pakaian, dengan di bantu Naila dan Vidya, kini aku bisa bernapas lega karena gaun berat itu telah terlepas dari ba dan ku.
"akhirnya... " lirih ku sembari menghembuskan napas pelan
"gimana-gimana? langsung honeymoon nggak nih? "
"langsung dong! " seru Yuda yang tiba tiba masuk ke dalam kamar. untung saja, aku sudah selesai berganti pakaian sehingga aku tak perlu panik.
"cie... " goda Vidya dan Naila, memicingkan matanya.
"ish, apaan sih, Yud, " desis ku menatap tajam ke arah Yuda,
__ADS_1
"jangan marah-marah, kan kita memang mau honeymoon, mobil sudah siap di bawah, ayo segera hapus make up mu, setelah itu pamitan sama semuanya, " perintahnya
Naila dan Vidya tampak terkikik mendengar ucapan Yuda, sedangkan aku hanya melongo, karena sebelumnya, Yuda tak pernah membahas perihal hal ini.