BAGAIMANA DENGAN AKU?

BAGAIMANA DENGAN AKU?
31


__ADS_3

Setelah selesai membahas mengenai kelanjutan sekolah ku bersama ibu. aku langsung kembali ke kamar karena memang hari sudah sangat larut.


Malam ini mata ku sangat sulit untuk terpejam, di atas tempat tidur aku kembali teringat kejadian siang tadi sampai pada akhirnya Yuda lah yang kembali mengulurkan tangannya untuk ku.


#Flashback on


Jam telah menunjukkan pukul 11 siang, kami di perbolehkan untuk pulang sebab acara memang telah selesai, beberapa siswa telah berbondong bondong untuk pulang sedangkan beberapa siswa lainnya masih ada di sekolah.


ku lihat Haris berada di lapangan, ia telah berganti seragam dengan baju olahraganya.


"sepertinya mereka akan kembali berlatih" gumam ku mencoba lebih dekat dari lapangan. benar saja, mereka mulai pemanasan di lanjut memainkan bola voli nya.


tak terasa aku telah menghabiskan waktu ku hampir satu jam hanya untuk menonton Haris yang tengah bermain voli hingga selesai.


Teman temannya telah pulang, kini tinggalah Haris yang masih duduk di kursi pinggiran lapangan tengah menghapus sisa keri ngat yang menetes di wajahnya.


"Haris... " sapa ku. setelah memastikan teman temannya telah pulang, aku mendekat dan berdiri tak jauh darinya, hanya berjarak dua langkah dari tempat nya duduk.


"eh Jasmin, belum pulang? " ia menyimpan han duk nya ke dalam tas kemudian beranjak dan saat ini tengah berdiri di depan ku


"belum. ada yang ingin aku omongin sama kamu, kamu ada waktu? " tanya ku sedikit ragu,


meski begitu tekad ku telah bulat untuk menyatakan perasaan ku padanya, biarpun di tolak sekalipun aku akan tetap mengatakan padanya.


"mau ngomongin apa memangnya, sepertinya penting sampai kamu nungguin aku, ada apa? " ia masih ramah seperti biasanya,


"em, sebenarnya aku penasaran sama kamu, memangnya kamu pacaran ya sama Rania? "


"lah, jadi kamu nyamperin aku cuma buat tanya hal itu, hahaha...


sebenarnya aku sama dia itu nggak lagi pacaran, tapi temen temen yang lain malah nyimpulin kedekatan aku sama dia seperti pasangan kekasih, memangnya kenapa sih, tumben tumbenan kamu nanyain hal begini, apa kamu juga berpikiran sama seperti yang lainnya? " tanyanya


aku bernafas lega dan bersyukur dalam hati, setidaknya aku tak menyukai kekasih sahabat ku sendiri.

__ADS_1


ku hembuskan nafas ku pelan dan mencoba menata kata kata yang ingin aku utarakan. sejenak terdiam akhirnya aku beranikan diri untuk mengutarakan kepadanya.


"AKU MENYUKAI MU, HARIS" ucap ku lantang meski sedikit ada kegu gupan.


sementara Haris, pria yang selama ini ku kagumi dalam diam, yang ku kira adalah pria baik dan selalu ramah kepada siapapun, kini ia mengubah ekspresi nya menjadi tersenyum mi ring kala mendengar ucapan ku.


"sudah ku duga! " serunya tanpa ku duga


"jangan, jangan menyukai ku. karena aku tak pernah dan tak akan pernah menyukai mu. yang aku suka adalah Rania, sahabat mu! "


"Lagipula meskipun aku belum resmi berpacaran dengan Rania, aku tetap menjadi teman pria terdekatnya, jadi jangan sekali kali kamu mencoba untuk mengganggu hubungan kami! " tegasnya


deg


bak di han tam batu besar, sakit sekali rasanya ketika aku mendengar sendiri dari mu lut Haris tentang pengakuan rasanya terhadap sahabat ku sendiri.


meski aku mengetahui sejak lama jika dirinya menyukai Rania sahabat ku, akan tetapi mendengar ucapannya secara langsung membuat da da ku terasa sesak.


'baiklah, aku akan mencoba untuk melupakan mu, aku bersumpah tak akan menyukai pria seperti dirimu lagi, Haris' lirih ku dalam diam.


entah aku yang salah menilai atau memang inilah sosok asli dari Haris.


"terima kasih untuk waktunya, semoga kamu bisa selalu bahagia dengan Rania, maaf karena aku begitu percaya diri mengungkapkan perasaan ku pada mu, tapi aku bersyukur setidaknya rasa yang pernah ada untuk mu kini bisa ku hapus dengan mudah setelah mendengar jawaban langsung dari kamu"


ucap ku lirih dengan masih menatap manik matanya.


dapat ku lihat dari ekspresi wajahnya yang sedikit terkejut namun aku tak peduli, aku segera berlalu setelah mengatakan hal itu.


#Flashback off


1 bulan kemudian


Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan, sebelum berangkat ke sekolah, aku terlebih dahulu meminta doa restu dari ibu agar Lulus dan mendapat nilai yang baik.

__ADS_1


setelah berpamitan, aku segera berangkat ke sekolah bersama Naila karena kebetulan kemarin ia menawarkan diri untuk menjemput ku.


"Nai, kamu deg deg an nggak sih, aku kok nervous banget ya" lirih ku pelan.


"ya deg deg an Jas, tadi aja aku berniat buat nggak berangkat, biarlah nanti ibuk yang lihatin ke sekolah. meski katanya bakalan lulus semua tapi kan soal nilai kita nggak ada yang tahu, bisa saja lulus, tapi nilainya gimana?, nggak jamin nilainya bagus kan! "


"iya juga sih, duh aku jadi nggak sabar buat lihat nilai ku berapa, semoga saja di atas rata rata biar bisa masuk sekolah impian" ucap ku bersemangat.


"AAMIIN" Teriaknya keras.


ya, setelah beberapa minggu yang lalu aku berunding dengan ibu, akhirnya ibu memutuskan untuk menyekolahkan diri ku secara mandiri, tidak dari sekolah gratis apalagi pemberian dari bu Parni.


Tiga minggu yang lalu ibu telah menemui bu Parni ke rumahnya untuk menyampaikan hal ini, awalnya beliau bersikukuh untuk tetap menyekolahkan ku walaupun sekolah itu pilihan ku sendiri, namun ibu memilih untuk membiayai sekolah ku sendiri karena merasa sungkan seolah kami aji mumpung dan memanfaatkan keadaan.


pada akhirnya bu Parni menerima keputusan ku, namun rupanya tak berhenti sampai disana, karena setelah itu, bu Parni kembali berkunjung ke rumah dan memberikan ku uang saku untuk sekolah di kota nantinya.


Siang nanti juragan Joni akan datang ke rumah untuk mengambil dua sapi peninggalan ayah untuk kami jual kepadanya.


selain karena membutuhkan biaya, juga karena jika nanti aku melanjutkan sekolah ke kota, ibu akan kerepotan dan aku tak ingin itu terjadi, alhasil aku meminta ibu untuk menjual semua sapi sapinya.


sesampainya di sekolah, keadaan sudah sangat ramai, aku bersama Naila langsung masuk menuju ruang kelas kami.


Rania dan Vidya nampak berbincang seru hingga kami tiba pun mereka tak menyadarinya.


"bahas apa nih, kayaknya seru banget? " Naila langsung memotong pembicaraan antara Vidya dan Rania


keduanya menoleh, nampak sekali jika mereka berdua tengah fokus pada pembahasan mereka hingga terkejut dengan kehadiran kami.


"astaga, ngagetin aja sih kamu Nai! " seru Vidya kesal.


"lagian pagi pagi udah ngerumpi aja, bahas apaan sih? " tanyanya lagi


"hot news! si Rania resmi jadian sama Haris guys! " pekik Vidya heboh.

__ADS_1


"APA!!! "


__ADS_2