
Menikmati sejuknya udara pagi di iringi suara klakson kendaraan yang saling bersahut sahutan, aku berjalan bersama Gita menuju alamat rumah yang tertera pada brosur
Hanya membutuhkan waktu kurang lebih sepuluh menit untuk kami sampai di tujuan karena memang letaknya tak terlalu jauh dari tempat tinggal ku.
"sepertinya ini rumahnya deh" ucap ku mencocokan alamatnya.
"coba lihat" Gita turut melihat dan mengangguk pelan "sepertinya memang begitu, coba tanya dulu"
tok
tok
tok
"assalamu'alaikum... "
tak lama kemudian terdengar balasan dari dalam dan pintu akhirnya di buka. terlihat wanita paruh baya seusia nenek berdiri di ambang pintu dengan wajah yang terlihat ramah.
"ada tamu rupanya, ada apa ya nak? " tanyanya ramah
"perkenalkan nek, saya Jasmin dan ini teman saya Gita" aku dan Gita bergantian mencium punggung tangan nenek tersebut dengan takzim setelah itu barulah mengatakan niat ku berkunjung kesana.
"sebenarnya kami datang kesini karena ada keperluan sama bu Ida, apa bu Ida nya ada nek? "
"kebetulan dengan saya sendiri, ada apa ya nak? "
"alhamdulillah, ini nek, saya mau menanyakan perihal lowongan pekerjaan yang tertera di brosur, apakah masih ada? " aku memperlihatkan brosur yang ku pegang kepada nek Ida dan beliau langsung tersenyum dan mengangguk.
"oh itu, ayo masuk dulu, nggak enak kalau bicara sambil berdiri begini, ayo-ayo" ajaknya mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam rumah.
rumah ini memang tak terlalu besar namun tertata sangat rapi, bahkan meja dan kursi kayu di ruang tamu ini pun terlihat sangat bersih, aku tak menyangka wanita paruh baya itu sangat rajin hingga kediamannya terlihat sangat nyaman.
"terima kasih nek"
"Jadi begini, untuk lowongan itu memang benar dan sampai sekarang masih kosong, sebenarnya ada beberapa yang datang tetapi tak memenuhi persyaratan yang saya berikan, memangnya ada apa, apa ada yang ingin bekerja disini? "
'alhamdulillah ' batin ku menjerit senang karena setidaknya masih ada secercah harapan untuk di terima bekerja di rumah ini.
"sebenarnya saya ingin melamar bekerja disini nek"
__ADS_1
"Kamu kelihatan masih sangat muda, kalau boleh nenek tahu, usia kamu berapa? apa kamu sudah lulus sekolah? "
Aku menggeleng "saya masih sekolah nek dan baru kelas satu. sebenarnya saya di sini ngekos di kosan dekat sekolah"
akhirnya aku menceritakan tujuan ku mencari pekerjaan, itu agar nek Ida bisa mempertimbangkan aku untuk bekerja di rumahnya karena jujur saja aku sangat ingin bekerja kembali agar dapat membantu meringankan beban ibu dirumah.
"jadi begitu, tapi apa nanti tidak mengganggu sekolah mu nak? " tanya beliau
"jika nenek berkenan untuk saya mengerjakan pekerjaan rumah di pagi hari dan sepulang sekolah, InsyaAllah tidak nek"
"baiklah, kamu boleh bekerja disini, tapi dengan syarat kamu harus tinggal disini, karena itu adalah salah satu pekerjaan kamu. jujur dari beberapa orang yang datang mereka enggan untuk menginap karena sudah ada keluarga dan mereka harus pulang ke rumah setiap harinya"
Aku langsung mengangguk antusias "baik nek, saya mau, saya mau tinggal disini menemani nenek, saya berjanji akan bekerja dengan baik dan tidak mengecewakan nenek"
Gita sangat senang ketika aku di terima bekerja, ia bahkan sampai menitikkan air mata dan langsung memeluk ku dengan terisak. "ah akhirnya Je, kamu bisa bekerja sekarang"
ku lerai pelukan ku agar tidak larut dalam tangisan yang di timbul kan oleh Gita.
"jadi kapan saya bisa mulai bekerja nek? " tanya ku
"besok sudah boleh, hari ini kamu bisa mengambil barang barang mu supaya besok tidak kerepotan karena kamu harus sekolah juga"
Ku toleh Gita yang sedari tadi hanya diam semenjak keluar dari rumah nek Ida, ia seperti menyimpan suatu hal yang membuatnya terlihat kurang bersemangat.
"Git, kamu kenapa murung? "
Helaan nafas terdengar sangat berat seakan ia memikul beban yang sangat berat di pundaknya. Ku ajak Gita untuk mampir ke sebuah kedai yang tak jauh dari rumah. kedai ini adalah kedai langganan kami ketika akhir pekan.
"kenapa? "
"aku nggak apa apa Je" lirihnya.
"jangan bohong, raut wajah mu sangat tak bersahabat saat ini, ada apa Git, ayolah cerita pada ku"
"Je.... " Gita justru terisak membuat ku kebingungan.
"kalau kamu pindah terus aku main nya sama siapa Je, terus kalau hari libur siapa yang bakalan ku ajak pergi, aku bakalan merasa kesepian kalau kamu pergi Je... "
astaga rupanya Gita memikirkan tentang kami, aku jadi merasa di pedulikan.
__ADS_1
"kan kita masih bisa ketemu di sekolah Git... "
"beda lah Je... " rajuknya
aku terkekeh geli melihat Gita yang terlihat seperti anak kecil yang tengah meminta permen kepada ibunya
"kan kita bisa bertukar kabar lewat ponsel, lagipula jarak antara rumah kamu dan tempat kerja ku tak begitu jauh, jadi kamu bisa sesekali mampir bukannya tadi nek Ida juga bilang kalau kamu di suruh sering sering main kesana, hm? "
"iyadeh, janji ya kamu harus jaga diri baik baik disana, jangan lupa belajar apalagi lupa makan" pesannya
"ashiap bosku... "
kami memesan menu makanan seperti biasanya, yaitu mi ayam bakso ekstra pedas serta es jeruk porsi jumbo.
setelah habis kamu pun bergegas untuk pulang karena hari sudah menjelang siang.
***
Sesampainya di kosan, aku terkejut karena melihat Liam yang berada di ruang tamu, di depannya terdapat beberapa kantong keresek belanjaan.
"eh Liam, tumben siang siang kesini, sudah lama? " tanya ku turut menghempaskan bo kong ku di kursi.
"baru sepuluh menit yang lalu, em, aku pengen ngajakin kamu ke suatu tempat apa kamu ada waktu? "
"maaf Liam, tapi sepertinya aku nggak bisa pergi karena hari ini aku akan membereskan kosan ku, nanti sore aku akan pindah"
"pindah, kemana? "
" ke rumah majikan ku, hari ini aku keterima kerja dan majikan ku meminta untuk tinggal disana bersama beliau"
a-ah begitu rupanya, ya sudah mungkin lain waktu, mau aku bantu berkemas? " tawarnya.
aku mengangguk "boleh, tapi nunggu Gita dulu ya, sebentar lagi dia dateng kok" tadi sebenarnya Gita ingin langsung ikut ke kosan ku, tetapi karena mendapatkan panggilan alam, akhirnya ia mampir ke rumah terlebih dahulu.
***
Aku telah sampai di rumah nek Ida dengan di temani Gita dan Liam, mereka bahkan turut membawakan barang-barangku menuju kamar yang akan aku tempati nanti.
setelah selesai merapikan barang barang ku, Gita dan Liam pun berpamitan untuk pulang sedangkan aku membantu nenek menyiapkan makan malam.
__ADS_1