Berondong Bayaran, CEO Cantik

Berondong Bayaran, CEO Cantik
Resepsi (Last Episode)


__ADS_3

Amanda mematut diri di depan kaca, team makeup dan hair do telah menyelesaikan pekerjaan mereka beberapa saat yang lalu.


Ibu dari Afka dan Azka itu tampak cantik, ia mengenakan sebuah gaun pernikahan simpel namun elegan. Buah karya dari seorang desainer ternama negri ini.


"Man, lo siap untuk sekali lagi?"


Nindya bertanya pada Amanda, wanita itu pun mengangguk lalu tersenyum. Tak terasa sudah hampir dua tahun berlalu, sejak Nindya mendampinginya hari itu. Hari dimana ia memutuskan untuk menikah dengan Arka secara siri.


Sementara di ruangan yang lain, Rio masih sama seperti saat Arka hendak menikahi Amanda. Ia masih menemani sahabatnya itu dengan setia.


Bedanya kini mereka tak lagi berada di salah satu kamar di rumah Amanda. Melainkan di sebuah tempat yang disewa oleh Arka.


"Gimana, bro?. Siap untuk yang kedua kali?" tanya Rio kemudian.


Arka tersenyum lalu merapikan jasnya. Tak lama kemudian keduanya terlihat keluar dari dalam ruangan tersebut, dan menuju ke tempat dimana acara akan dilangsungkan.


Ketika Arka tiba, para undangan bersorak-sorai. Beberapa diantaranya mengambil handphone dan mengabadikan momen. Acara tersebut diadakan di semi outdoor, dengan pemandangan hutan buatan serta taman yang menakjubkan.


Arka menunggu pada sebuah tempat yang dipenuhi bunga, Rio berdiri di belakang pemuda itu. Sebuah musik romantis pun mengalun, Nino memainkan sebuah piano di suatu sudut.


Sementara dilain sisi, Amanda keluar dari kamar dan melihat Amman tengah berdiri membelakangi pintu. Pria tua itu pun kemudian menoleh, dan dalam sekejap mereka masuk ke dalam momen yang penuh emosional.


Amman baru pertama kali itu, melihat anaknya berada dalam balutan gaun pengantin. Ia menatap Amanda dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis.


"You're so beautiful." ujarnya kemudian.


Amanda tersenyum, lalu mereka pun berjalan menuju ke tempat dimana Arka telah menunggu.


Amanda dan ayahnya muncul dari suatu arah, para hadirin yang telah menunggu tampak antusias. Mereka memperhatikan dan mengagumi kecantikan Amanda hari itu.


Dibelakang Amanda ada kedua anak Rani dan anak Nindya yang menjadi pengantin kecil. Mereka di dampingi oleh Nindya.


Amanda tersenyum menatap tamu undangan. Sementara ditempatnya berdiri, jantung Arka berdegup kencang. Meski Amanda telah resmi menjadi istrinya, namun di momen ini mereka telah benar-benar saling mencintai. Bukan tengah berada di dalam pernikahan berbayar, seperti yang terjadi di hampir dua tahun silam.


Amanda masih cantik dan mendebarkan jiwa, persis ketika pertama kali Arka melihatnya turun dari tangga rumah. Sesaat setelah ia menikahi wanita itu.


"Hoayaaa?"


Azka dan Afka mengerutkan kening, ketika Amanda hampir melintas dihadapan keduanya. Mereka kini tengah digendong oleh Ansel dan juga Intan.


Tatapan mata anak kembar itu seakan kenal tak kenal, pada pengantin cantik yang kini melintas dihadapan mereka.


"Hoayaaa?"


Amanda tersenyum pada mereka, namun mereka masih tampak bingung.


Amman menyerahkan puterinya pada sang menantu. Konsep hari itu mirip seperti sebuah pernikahan yang baru akan dilangsungkan. Bedanya tak ada janji didepan penghulu serta saksi.


Arka menyambut istrinya, lalu mereka pun saling berhadapan dan berpegangan satu sama lain. Keduanya kini sama-sama tersenyum, ditengah sorak sorai dan tepuk tangan dari para hadirin.


Suasana bertambah riuh ketika Arka mencium istrinya itu dihadapan semua orang, sementara si kembar mulai sumringah.


"Eheeee."

__ADS_1


Mereka tertawa melihat hal tersebut.


"Anak saya, tumbuh tanpa perhatian dan waktu dari ayahnya."


Aman berujar, ketika ia diminta untuk menyampaikan sepatah-dua patah kata kepada mempelai dan juga hadirin.


"Then love her." ujarnya seraya menatap Arka.


"Berikan dia cinta dan perhatian, yang tidak pernah dia dapatkan semasa kecil. Jadilah figur ayah yang baik untuk anak-anakmu, supaya anak saya pun bisa melihat dan merasakan momen-momen yang tak pernah ia rasakan sebelumnya tersebut."


Amanda mulai menunduk dan menyeka air matanya. Sementara Arka menggenggam tangan istrinya itu dengan erat, sambil terus mendengarkan Amman.


"Jika suatu hari nanti, kamu merasa sudah tidak mencintai anak saya lagi. Maka kembalikanlah dia baik-baik kepada saya, meskipun awalnya kamu mencuri dia dari saya."


Arka menunduk, hadirin semakin fokus.


"Dan jika saat itu, saya sudah tidak ada. Semisal kamu sudah tidak memiliki rasa cinta terhadap dia, maka ceraikan dia secara baik-baik. Jangan pernah kamu pertahankan pernikahan, tetapi kamu membohongi dan melukai dia dari belakang. Dia perempuan yang mandiri, dia pasti bisa berdiri sendiri. Seandainya kamu sudah tidak mencintai dia lagi. Saya tau saya memiliki banyak dosa terhadap ibunya, tetapi saya minta kamu untuk tidak memposisikan dia seperti keadaan ibunya dulu. Saya percayakan anak dan cucu saya pada kamu, maka jagalah mereka dengan baik."


Amanda menyeka air matanya sekali lagi. Selanjutnya satu persatu dari orang terdekat Arka maupun Amanda, menyampaikan harapan mereka kepada pasangan itu.


Kemudian tamu undangan pun membaur satu sama lain. Mereka bercakap, bercanda, sambil memakan makanan yang tersedia.


Arka dan Amanda juga mengobrol sambil makan, bersama dengan keluarga inti dan juga teman terdekat mereka. Sementara para bayi di gendong secara bergantian. Kadang mereka di letakkan dalam stroller sambil menikmati biskuit bayi.


Hari beranjak, resepsi yang elegan itu dilanjutkan dengan pesta ala pernikahan pada umumnya. Yakni menggunakan jasa organ tunggal dan mereka semua kini dangdutan.


Dua orang biduan menyanyikan lagu-lagu dangdut yang hits dan terkenal di kalangan banyak orang. Hadirin pun menikmati pesta tersebut.


Suasana makin lengkap dengan ditambahnya stand hidangan, yang berisi berbagai jenis kudapan tradisional dari berbagai daerah.


Tampak para orang tua itu memperbincangkan banyak hal. Sementara Amanda sibuk berbincang dengan para undangan lainnya.


"Ganteng doang, jemput cewek depan gang. Jemput cewek, didepan gang."


Tiba-tiba terdengar suara Ansel yang cempreng, Arka dan yang lainnya menoleh ke arah organ tunggal yang ada didepan. Ternyata saudaranya itu tengah dangdutan.


Ia menyanyikan lagu dangdut dari Ona Sutra, yang biasa terdengar di berbagai acara kawinan. Lagu tersebut berjudul "Sisa-Sisa Cinta" dan memiliki lirik seperti ini.


Bila, ku menatapmu.


Hatiku tak menentu


Hoooo bila kita jumpa


Berdebar dalam jiwa.


Namun Ansel mengganti lirik lagu itu seenaknya, dengan kata-kata yang sempat viral di tiktok beberapa waktu lalu.


Ganteng doang


Jemput cewek depan gang


Jemput cewek, didepan gang

__ADS_1


Hooooo ganteng doang, jemput cewek depan gang. Jemput cewek didepan gang


"Hahaha."


"Hahaha."


Arka, Nino, Jordan, dan Rio terpingkal-pingkal, begitupula dengan yang lainnya. Sementara Ryan, Amman dan para orang tua kompak berusaha bersikap biasa, untuk menjaga wibawa.


Namun akhirnya wibawa itu luntur-luntur juga, saat mereka tak kuasa menahan tawa. Lantaran Ansel kini berjoget layaknya ubur-ubur bikini bottom.


Semua orang berjoget, Rio mendekat dan mengambil salah satu mikrofon. Kini mereka menjadi duo cempreng yang siap mengguncang panggung.


"Hobah." ujar Ansel berteriak seperti biduan.


Intan sendiri menutup wajah, saking malunya dengan kelakuan Ansel. Namun ia juga tak bisa menahan tawa seperti yang lainnya.


"Semuanya di goyang, jangan lupa sawerannya." teriak Rio.


"Man, aku seneng deh hari ini?" ujar Arka pada Amanda, ketika Ansel telah menyelesaikan tiga lagu. Tadi ia juga menyanyikan lagu "Sayang" milik Via Vallen dan juga Bojo Loro, milik Didi Kempot.


"Hari-hari sebelumnya, emang kamu nggak seneng?" tanya Amanda sambil tersenyum dan memberikan lirikan pada suaminya itu.


"Seneng, tapi hari ini semua kebahagiaan aku lengkap. Aku senang melihat orang-orang yang berbahagia."


"Aku juga." ujar Amanda sambil tersenyum memperhatikan sekitar. Beberapa orang kantor, mahasiswa dan mahasiswi Amanda kini saling membaur satu sama lain.


Jordan, Nino, Ansel, serta Rio tampak berada di dekat stand makanan. Nadine, intan, Satya dan Deni mengantri es krim. Jordan tampak mengobrol bersama ayah dan juga ibu tirinya.


Hari itu Maureen tidak datang, karena ia masih belum sanggup bertemu dengan Amman. Meski ia tak ada niat lagi untuk melaporkan pria tua itu. Ia hanya menitip salam kepada Arka dan Amanda, sekaligus meminta maaf. Dan Jordan telah menyampaikan semuanya.


Di sebuah sudut tampak Liana dan beberapa karyawan kantor Amanda yang lain, berbincang sambil tertawa-tawa. Sementara Putera, beserta beberapa orang rekan kerja Arka juga turut hadir.


Philip, Jeremy, mbak Arni dan anak-anak manajemen pun tak ketinggalan. Ada pula Ilham teman Arka dan Rio yang menjadi anggota kepolisian, teman SMA-SMP serta teman kuliah.


Robert sendiri datang bersama Cintara, wanita itu masih terlibat adu sengit dengan Azka. Azka kini sudah bisa melet pada Cintara dan Cintara kerapkali membalasnya. Azka senang ketika menjulurkan lidah dan dibalas oleh perempuan itu.


Kini panggung di ambil alih oleh geng bu Mawar, yang juga di undang ke dalam acara tersebut. Beberapa tetangga Ningsih serta tetangga di rumah pribadi Arka, turut hadir pula memeriahkan suasana. Amanda juga mengundang tante Titiek, teman mendiang ibunya.


"Well, malam ini. Aku mau bikin saudaranya Azka sama Afka."


Arka memberikan tatapan nakal kepada sang istri.


"Ok, kita liat kamu berhasil apa nggak." ujar Amanda. Mereka berdua pun lalu tertawa-tawa.


"Hoayaaa."


Azka yang berada dalam gendongan Rianti, menarik baju Amman. Ketika Amman hendak mengambil air minum. Pria tua itu pun menoleh, lalu Azka tertawa kepadanya.


"Eheeee."


Amman memperhatikan cucunya itu, lalu menyambut dan menggendongnya. Dari suatu sudut Vera yang tengah menggendong Amara tersenyum melihat semua itu.


Waktu kian beranjak, dan sepertinya mereka masih enggan untuk mengakhiri semuanya. Karena hari itu, setiap detik terasa indah dan sayang jika harus dihentikan dalam waktu singkat.

__ADS_1


Mereka lanjut berpesta dan bergembira, mereka sudah tak peduli pada apa yang akan mereka hadapi didepan nanti. Mereka hanya ingin berbahagia, selagi bisa.


Sekian........


__ADS_2