
"Mabar kuy!"
Ansel mengirim pesan singkat seperti itu di grup. Grup tersebut hanya berisi dirinya, Arka, Nino dan juga Rio saja.
"Anjay udah bisa bilang mabar kuy." celetuk Rio.
"Ayolah!. Lagi pengen nih gue." tulis Ansel lagi.
"Kayak lagi pengen ngajak cewek begituan." Arka meledek Ansel.
"Otaknya sengklek emang." Nino menimpali.
"Eh, Nin. Biar kata gue otaknya setengah begini, gue sayang sama lo ya bangsat."
"Anjir kasar, wkwkwkwk."
Arka menertawai Ansel yang sudah sedemikian melokal. Sementara Nino hanya tertawa di tempatnya tanpa mengetik balasan.
"Emosi lo udah kayak penduduk free york tau nggak." tukas Rio menyebut salah satu daerah yang terkenal paling keras di kota ini.
"Udah ayo mabar, mumpung gue lagi nggak ribet sama urusan kantor." ucap Ansel lagi.
"Ya udah, ya udah, ayo!" ajak Arka.
"Daripada ngamuk si Bambang alaihum gambreng." lanjutnya lagi.
Kemudian mereka pun masuk ke dalam permainan mobile legends.
"Gaes, siapa yang MVP dibayar lima ratus ribu gimana?" tanya Ansel.
"Judi mulu lu anjay. Nih ketua Kominfo main ini juga, hati-hati kalau bacot. Mau lo di pidana gara-gara game gini doang." seloroh Nino panjang lebar.
"Yah penakut lo semua." ujar Ansel lagi.
"Judi."
"Teeeet."
Tiba-tiba dalam dialog interaktif terdengar suara lagu dari Rhoma Irama. Ini semua terjadi ketika mereka telah masuk ke dalam permainan.
Dimana para hero dan support yang dipilih sudah mulai bergerak dan berkelahi di sana-sini. Sebagian ada yang mengambil buff dengan membunuh para monster di hutan.
"Elu ya Ri, yang nyetel?" tanya Arka pada Rio.
"Kagak ege, Nino." jawab Rio.
__ADS_1
"Nin?" ujar Arka setengah tertawa.
"Biar Ansel sadar sama perbuatannya." ucap Nino.
"Itu lagu siapa?" tanya Ansel penasaran.
"Lagunya terlalu." jawab Arka dan Rio di waktu yang nyaris bersamaan.
"Terlalu apa?" Ansel kembali bertanya dengan nada heran. Arka dan Rio pun cekikikan.
"Mending lo denger baik-baik tuh biar lo waras." ucap Arka.
Selang beberapa saat berlalu, Ansel malah menyanyikan lagu tersebut.
"Judi."
"Teeeet."
Alhasil semua kini jadi tertawa-tawa.
"Geblek emang." ujar Arka mengomentari.
Mereka lanjut bermain, hingga akhirnya mereka keluar sebagai pemenang. Dengan Arka yang meraih posisi tertinggi.
"Lagi." ujar Ansel.
"Hhhh, gue nggak pernah MVP nih." gerutu Ansel setelah sekian lama berlalu.
"Ya lo mainnya gitu doang, nyaris nub bahkan." seloroh Nino.
"Tau ah, kesel gue." Lagi-lagi Ansel menggerutu dan semua yang ada di dalam permainan itu pun kini tertawa.
***
"Nin, sabung ayam itu apa?"
Ansel bertanya pada Nino ketika mereka bertemu di rumah Ryan dan menonton televisi bersama. Di televisi tersebut ada sebuah berita yang menyoroti penangkapan judi sabung ayam.
Ansel sendiri tak mengerti apa itu sabung ayam, meski ia melihat ada beberapa ayam dalam tangkapan kamera jurnalis.
"Sabung ayam itu, ayam di adu." ujar Nino.
"Di adukan ke siapa?" tanya Ansel.
"Ayam sama ayam di adu." ujar Nino.
__ADS_1
"Maksudnya itu ayam diadukan?" tanya nya lagi.
"Iya." jawab Nino.
"Ngadu ke siapa dan siapa yang kena marah?" ujar Ansel.
Nino mengerutkan dahi. Ia agaknya tak mengerti dengan ucapan Ansel. Namun kemudian ia mengerti bahwa Ansel lah yang tak mengerti.
"Maksudnya bukan diadukan sebagai pelaporan, Ansel. Adu itu maksudnya berantem." ujarnya menjelaskan.
"Berantem berkelahi?" tanya Ansel.
"Iya, berkelahi. Ayam sama ayam berkelahi. Nanti siapa yang memang dapat duit." jawab Nino.
"Oh kayak judi, teeeet. Begitu?"
Nino nyaris tertawa mendengar hal tersebut.
"Iya, kayak gitu." ucap Nino lagi.
"Wah, ayam gladiator ya jadinya."
Ansel memiliki spekulasi dan imajinasinya sendiri.
"Ya gitu deh kira-kira." ucap Nino.
Ansel diam.
"Seandainya ada developer atau pengembang game yang bikin game sabung ayam gimana ya." ujarnya kemudian.
Nino jadi berpikir kini.
"Iya kan?. Bagus nggak?" tanya ansel.
"Kita bisa bikin fitur dengan banyak pilihan ayam. Ayamnya bisa kita kendalikan seperti hero mobile legends. Lalu kita bikin fitur pengunjung." tukasnya lagi.
"Jadi siapapun yang menonton live tersebut bisa memberi tips berupa koin kepada salah satu petarung. Kalau kita menyumbang koin dan jagoan kita memang, kita dapat koin dua kali lipat dari yang sudah kita keluarkan. Koin ini nantinya bisa diuangkan." ia menambahkan.
"Tumben otak lo encer hari ini, walaupun tetap ada unsur judinya." seloroh Nino.
"Gue tuh sebenernya pinter tau, Nin. Tapi lo terlalu mendominasi selama ini." ucap Ansel.
Maka Nino pun lalu tertawa. Sebenarnya dari segi ide, apa yang disampaikan Ansel barusan adalah sebuah hal yang sangat cemerlang.
Tetapi sayangnya Nino sendiri bukan merupakan seorang pengembang ataupun developer game. Jadi mungkin untuk mewujudkan hal tersebut ia perlu bantuan di bidang ahlinya.
__ADS_1
Ia mempunyai beberapa teman yang berkecimpung di bidang itu. Dan mungkin ide Ansel bisa ia sampaikan kelak.
***