Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 36 - Pemuda Dewasa


__ADS_3

"Selamat pagi, Nona.." Sapa Maudy, dia tersenyum ramah sambil beranjak dari duduk nya saat melihat sang atasan datang dengan menenteng tas kerja nya.


"Pagi, Maudy. Bagaimana anak mu, apa dia sudah sembuh?" Tanya Airyn dengan senyum kecil nya.


"Sudah lebih baik, namun belum sembuh sepenuhnya, Nona." Jawab Maudy membuat Airyn menganggukan kepala nya pelan.


"Lalu, kenapa kau pergi bekerja? Aku sudah mengatakan pada suami mu agar kau fokus saja merawat anak mu untuk sementara waktu."


"Tidak apa-apa, Nona. Ada ibu di rumah yang menjaga nya, dia juga tidak rewel." Jelas Maudy membuat Airyn pasrah saja, syukurlah kalau anak nya Maudy tidak rewel dan keadaan nya sudah membaik. 


"Baiklah kalau begitu.." 


"Jadi, apa agenda ku hari ini, Maudy?" Tanya Airyn lagi sambil duduk di kursi kebesaran nya.


"Hari ini hanya ada meeting bersama klien dari luar negeri, selebihnya hanya meeting biasa."


"Hmm, baiklah. Jam berapa meeting nya?"


"Jam makan siang, Nona."


"Dimana?" Tanya Airyn sambil menghidupkan laptop nya. 


"Di mall anggrek, Nona. Tempat Arjuna bekerja, hehe."


"Baiklah, biasa ya. Aku akan melanjutkan dengan makan siang bersama Juna nanti." Jelas Airyn. Maudy sudah paham benar dengan kebiasaan Nona nya ini, tetapi tidak masalah meskipun benar kalau Airyn lebih sering pacaran sekarang. Tidak apa-apa, justru setelah bersama pemuda itu Airyn menjadi lebih bersemangat. Seperti nya, Arjuna sudah berhasil membuat Airyn jatuh cinta padanya dan menjadikan nya sumber semangat dan kebahagiaan nya. 

__ADS_1


Tidak peduli bagaimana saat awal pertemuan mereka, sekarang kedua nya terlihat seperti pasangan yang romantis meskipun tidak banyak orang yang tahu kalau mereka berdua pacaran.


"Oke, Nona. Selamat bekerja." Ucap Maudy lalu dia keluar dari ruangan Airyn untuk kembali ke ruangan nya sendiri. Dia juga harus bekerja lebih keras sekarang ini. Sejenak, dia melupakan kalau di rumah nya ada anak kecil yang tengah menunggu nya dan tenggelam dalam lautan pekerjaan yang tiada pernah ada habis nya. 


Berbeda dengan Airyn, dia bekerja karena dia ingin dan dia memiliki tanggung jawab besar sebagai pemimpin perusahaan. Dia tidak memiliki siapapun yang akan menyambut nya di rumah, yang ada dia malah malas pulang ke rumah nya karena disana ada orang tua nya. Mereka sering berseteru, penyebab nya hanya satu.


Mereka ingin Airyn menikah dengan laki-laki yang mereka jodohkan, tapi Airyn selalu menolak karena wanita itu berpikir kalau dia sudah dewasa dan bisa memilih calon nya sendiri. 


Tapi kedua orang tua selalu saja menuntut nya untuk cepat memiliki suami, padahal dia tidak punya waktu untuk itu karena dia sibuk bekerja hingga dia sendiri sering melupakan kebahagiaan nya demi bisa memajukan perusahaan pemberian mereka. Jadi, sebenarnya yang salah disini siapa? Disisi lain, usia Airyn memang sudah pantas berumah tangga bahkan teman-teman nya sudah ada yang memiliki dua anak, tapi Airyn masih betah dalam kesendirian nya. 


Mungkin itulah yang menjadi alasan mengapa kedua orang tua Airyn terus saja berusaha menjodohkan nya dengan para pria anak dari rekan bisnis lah, anak teman arisan sosialita lah, tapi semua nya tidak pernah di tanggapi oleh Airyn. Dia terlalu malas melayani semua nya, baginya jika memang sudah waktu nya dan jika berjodoh, maka mereka akan bertemu di waktu yang tepat seperti Airyn dan Juna. 


Mereka bertemu tanpa sengaja, hingga Airyn jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihat wajah tampan Arjuna. Selain nama nya yang indah, wajah nya juga sangat tampan. Definisi, nama nya sesuai dengan wajah nya. 


"Sudah dua minggu ya aku gak pulang?" Gumam Airyn. Dia ingin pulang karena merindukan kedua orang tua nya, tapi apa mereka juga begitu? Dia khawatir kalau pulang, malah akan terjadi pertengkaran lagi dan itu bukanlah hal yang dia inginkan. Dia malas berdebat, jadi ada baiknya kalau dia memang tidak pulang untuk beberapa hari ke depan lagi.


Maudy menyetir dengan kecepatan sedang, sesekali kedua nya terlihat perbincangan yang hangat, seperti layaknya teman. Padahal, di kantor mereka selalu terlihat canggung terutama Maudy. Mungkin karena dia dan Airyn berbeda jabatan. Tapi Airyn tidak membeda-bedakan siapapun. 


"Nona, maaf.."


"Ada apa?"


"Apa Nona sudah lama tidak pulang ke rumah?"


"Dua Minggu, Maudy." Jawab Airyn sambil mengutak atik iPad di tangan nya, dengan kacamata transparan yang bertengger manis di hidung nya. 

__ADS_1


"Nona tidak merindukan mereka?"


"Tentu, tapi aku malas berdebat karena aku yakin kalau aku pulang, yang mereka bahas takkan jauh dari masalah perjodohan."


"Benarkah seperti itu, Nona?"


"Hmm, aku mencintai Juna dan aku berharap bisa menikah dengan nya." Jawab Airyn membuat Maudy menoleh.


"Nona yakin?"


"Iya, tentu saja. Memang nya kenapa?"


"Juna masih sangat muda, Nona. Berbeda dengan anda yang sudah dewasa." Ucap Maudy yang membuat Airyn terkekeh.


"Itu hanya penilaian konyol, Maudy. Nyata nya, Juna lebih dewasa di bandingkan usia nya, kau tahu?"


"Seperti itu, Nona?"


"Ya, tentu saja. Itu adalah salah satu alasan kenapa aku menyukai Arjuna, Maudy. Meskipun usia nya jauh lebih muda, tapi bagiku dia selalu bisa membuat aku tertarik dengan semua apapun yang di lakukan oleh Arjuna, apapun itu aku menyukai nya."


"Wah, seperti nya Nona sudah jatuh cinta pada pemuda itu ya?" Tanya Maudy sambil terkekeh pelan.


"Haha, iya. Kau tahu seperti apa jika aku sudah mencintai."


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2