Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 46 - Definisi Bahagia Airyn


__ADS_3

Arjuna memasang helm milik Dika, dia menyalakan mesin motor nya lalu melajukan nya dengan kecepatan yang cukup tinggi, saking khawatir nya dia pada Airyn hingga melupakan keselamatan dirinya sendiri. Benar, kekuatan cinta mengalahkan semua nya termasuk rasa takut dan akal sehat. Tak jarang, Juna di teriaki oleh pengendara lain karena mengendarai motor dengan ugal-ugalan. 


"Isshh, kenapa Juna pergi sih?" Kesal Nisa sambil menghentak-hentakan kaki nya. Sungguh demi apapun, dia kesal. Rasa kesal nya itu bercampur dengan rasa cemburu, dia tidak suka saat melihat Juna begitu khawatir pada wanita lain.


Tapi kan wajar gak sih kalau pacar khawatir saat kekasih nya tiba-tiba saja sakit? Wajar-wajar saja kan, bahkan di katakan sangat wajar. Berbeda dengan pandangan Nisa, dia tidak suka melihat Juna langsung pergi begitu saja setelah mendapatkan telepon itu.


"Lagian, kenapa sih itu cewek mendadak sakit? Kan jadi gak semangat kalo Juna gak ada." 


"Lah, nama nya juga sama pacar sendiri. Wajar aja kalo dia butuh Juna di samping nya pas sakit, lagian lu ada masalah apa sih sama Juna? Nemplok aja terus, padahal lu tahu kalo Juna udah punya cewek." Celetuk Andika tanpa menoleh, dia sibuk mengelap meja menggunakan lap basah. 


"Gue suka sama si Juna."


"Si Juna nya kagak demen ama cewek gatel, jadi Lu gak bakalan di lirik sama dia." Jawab Dika lagi, lalu tersenyum kecil dan pergi meninggalkan Nisa disana sendirian. 


"Ckk, pokoknya aku harus bisa dapetin Juna!" Gumam Nisa. Seperti nya dia sudah sangat terobsesi dengan Juna, dia tidak menyadari kalau perasaan yang dia miliki untuk Juna itu bukan cinta tapi obsesi, hanya obsesi semata. Dia ingin memiliki Juna tapi pemuda itu tidak melirik nya sama sekali, bahkan dia mengacuhkan nya. Bukan mengacuhkan lagi, Juna menunjukkan ketidak sukaan nya secara terang-terangan. Tapi ya nama nya juga cewek kebal, udah di tolak juga jiwa ketidak tahu maluan nya tetap mendominasi. 


Di jalan, Juna melihat ada yang berjualan bunga. Dia menghentikan laju sepeda motor nya lalu membeli bunga mawar merah untuk Airyn, dia tidak mengetahui bunga kesukaan sang kekasih. Jadi dia membeli bunga mawar, bunga yang paling identik dengan kasih sayang sepasang kekasih. 


"Bunga nya berapa, kak?"


"Lima puluh ribu, kak."


"Beli satu yang merah." Jawab Juna. Dia pun membayar bunga nya, dengan ini dia berharap Airyn menyukai nya dan semoga saja dengan bunga ini penyakit Airyn akan sembuh. Setelah nya, Juna pun kembali melajukan kendaraan nya dengan kecepatan tinggi.


Setengah jam kemudian, Juna akhirnya sampai di gedung apartemen yang di tempati sang kekasih. Pemuda itu membuka helm nya dengan cepat, tak lupa mencabut kunci motor nya dan berlari masuk ke dalam bilik lift. Pemuda itu berdecak saat melihat ternyata lift nya penuh, sial sekali rasanya. Disaat sedang buru-buru, malah penuh pula. 


"Sialan, kenapa lama sekali sih." Gerutu Juna. Dia kesal sekesal kesalnya, tapi beberapa menit kemudian akhirnya Juna bisa masuk dan turun di depan unit apartemen yang di tempati sang kekasih. 


Dia menempelkan card acces di bar dekat pintu dan tak membutuhkan waktu lama, pintu pun terbuka. Juna langsung masuk dan kembali menutup pintu nya, di ruang tamu tidak tak sengaja berpapasan dengan Maudy. 


"Jun.."


"Bagaimana keadaan Airyn?"


"Kau lihat saja sendiri, karena sekarang kau sudah datang. Aku pamit pergi ke kantor dulu, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku."


"Baik, Nona." Jawab Juna. Dia pun langsung berlari ke atas untuk melihat keadaan sang kekasih. Dia membuka pintu nya dan kembali menutup nya dengan cepat.


"Sayang.." Panggil Juna. Airyn membalikan tubuh nya, dia tersenyum kecil melihat Juna yang datang dengan keadaan yang cukup berantakan. 


"Kamu sudah datang, sayang?"

__ADS_1


"Iya, maaf aku terlambat. Apa yang sakit, sayang? Kamu membuat aku sangat khawatir." Lirih Juna. Dia segera membuka Hoodie nya lalu melempar nya ke sembarang arah, lalu mendudukan tubuh nya di sisi ranjang. 


"Tidak, terimakasih sudah datang. Maaf aku mengganggu waktu mu bekerja, sayang."


"Jawab aku dulu, apa yang sakit?"


"Perut, yang."


"Kamu kenapa hmm? Kok bisa sakit perut nya? Apa mungkin karena salah makan, apa jangan-jangan makanan yang aku buat tadi bikin kamu sakit perut ya?" Tanya Juna membuat Airyn tersenyum kecil. Dia senang saat melihat Juna dalam mode khawatir seperti ini. 


"Enggak kok, aku gak ada salah makan. Aku menstruasi hari pertama, sakit banget." 


"Astaga, sayang." Juna yang khawatir langsung menyibak selimut yang menutupi tubuh Airyn. Dia mengusap perut Airyn yang terasa panas, mungkin saking sakitnya. 


"Sakit ya?"


"Huum, sakit banget."


"Mau aku gimanain ini perut nya, di usap-usap gini?"


"Iya, agak enakan, yang." Jawab Airyn sambil tersenyum. Akhirnya, Juna pun merebahkan tubuh nya di samping sang kekasih dan mengusap-usap perut Airyn.


"Maaf ya, sayang? Aku bikin kamu khawatir."


"Tapi ini juga sakit, sayang." Jawab Airyn. 


"Kayak gimana sakitnya, yang?" 


"Mules gitu, yang. Melilit kayak di pelintir."


"Sakit banget?"


"Huum, yang." Jawab Airyn sambil meringis pelan. Juna menarik Airyn ke dalam pelukan nya, dia juga melayangkan beberapa ciuman mesra di kening dan di puncak kepala Airyn.


"Cepat sembuh, sayangku. Gak kuat aku liat kamu begini."


"Terimakasih, sayang." 


"Sama-sama." Jawab Arjuna. Dia terus mengusap-usap perut Airyn hingga wanita itu merasa nyaman. 


"Itu kamu tadi bawa bunga buat siapa?"

__ADS_1


"Buat kamu, biar sakit nya cepet sembuh. Maaf ya, aku gak bisa beli di toko. Aku beli di pinggir jalan tadi."


"Harusnya kamu gak perlu repot-repot, sayang. Hanya dengan kamu perhatian begini, aku rasa sudah sangat cukup." Jawab Airyn pelan.


"Maaf ya, aku belum bisa bahagiain kamu."


"Lho kok kamu ngomong nya gitu sih? Aku gak suka denger kamu bicara kek gitu. Aku bahagia sama kamu, sayang."


"Tapi aku.."


"Bahagia menurut orang itu pasti berbeda, sayang. Ada yang sumber kebahagiaan nya adalah harta dan kekayaan, tapi definisi bahagia menurut aku gak begitu. Cukup kita bersama-sama, kamu mencintai aku dan juga sebaliknya. Kamu perhatian sama aku begini, aku udah bahagia banget, sayang."


"Benarkah?"


"Tentu, aku sangat bahagia bisa mengenal kamu, Arjuna."


"Aku juga, terimakasih sudah menerima aku."


"Sama-sama, sayangku. Intinya, mari kita saling melengkapi?"


"Ya, mari kita saling melengkapi." Jawab Juna, dia pun kembali mengusap-usap kepala Airyn dan wanita itu semakin menduselkan wajah nya di dada bidang sang kekasih. 


"Yang.."


"Hmm, kenapa?"


"Gagal dong nyobain bibit unggul nya." Ucap Airyn membuat Juna tertawa.


"Lagi sakit kamu masih bisa mikirin bibit unggul?" Tanya Juna.


"Hehe, penasaran aja sih soalnya."


"Nanti kalo udah surut banjir bandang nya ya." 


"Banjir bandang? Dimana?"


"Di sawah sepetak punya kamu, Bby. Hehe."


"Isshh, sawah katamu." Rengek Airyn tapi tak lama kemudian dia tertawa. Ada-ada saja Juna, mana ada sawah sepetak?


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2