Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 73 - Hari Pertama untuk Juna


__ADS_3

Seorang pemuda mengekor di belakang Airyn, sontak saja kedatangan pemuda berparas tampan itu memancing perhatian seisi perusahaan. Juna berjalan kikuk di belakang Airyn, jujur saja dia merasa canggung dan gugup saat ini. Terlebih, semua orang yang berpapasan dengan mereka, pasti akan menatap Juna dengan tatapan heran. Seolah bertanya-tanya, siapa Juna? Kenapa bisa bersama Airyn?


"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Airyn begitu kedua nya sampai di ruangan besar milik perempuan cantik itu. 


"Gugup, yang. Karyawan kamu natap aku kayak mau makan aku, yang." Jawab Juna sambil mengusap dada nya. Tiba-tiba saja, tubuh nya terasa panas. Dia tidak terbiasa mengenakan setelan kerja seperti ini. 


"Kamu kenapa sih? Itu wajah nya kenapa merah?" Tanya Airyn. Juna membuka jas nya dan menyisakan kemeja berwarna putih saja. 


"Panas yang, gerah. Aku mana pernah pake beginian, gak terbiasa." Jawab Juna sambil mengipaskan tangan nya di depan wajah nya. Keringat membanjiri kening nya, lalu dengan cepat mengusap nya. 


"Hahaha, sayangku."


"Apa, kok malah ketawa sih?" Tanya Juna dengan kesal. Dia memalingkan wajah nya karena kesal pada Airyn. 


"Kamu lucu, merah gitu wajah nya."


"Gerah atuh, yang."


"Buka aja baju nya, sayang." Ucap Airyn tanpa pikir panjang, dia kira sang kekasih takkan menyanggupi. 


"Oke deh.." Jawab Juna. Dia pun mulai membuka satu persatu kancing kemeja nya, dan melemparkan nya ke sembarang arah. Sekarang, Juna bertelanjang dada. Dia duduk di sofa sambil menyandarkan punggung nya di sandaran sofa yang ada di ruangan sang kekasih. 


"Sayang.." 

__ADS_1


"Apa?" Tanya Juna sambil tersenyum, dia merasa sejuk ketika dia selesai membuka pakaian nya. 


"Kenapa kamu buka baju nya?"


"Kan kata kamu buka aja baju nya, yang. Aku salah apa? Aku nurut lho sama kamu." Jawab Juna dengan cuek. Seolah tidak peduli dengan ekspresi Airyn yang sudah terlihat kesal karena Juna membuka pakaian nya. 


Bertepatan dengan itu, Maudy masuk dengan berkas di tangan nya. Kedua mata wanita itu terkejut bukan main karena melihat Juna yang tak mengenakan pakaian nya, dia mengira kalau Juna dan Airyn sedang melakukan hal tak senonoh di dalam ruangan ini. 


"Maudy, kamu masuk kenapa gak ketuk pintu dulu?" Tanya Airyn dengan panik, dia dengan cepat menutupi tubuh Juna. Enak saja, ini adalah aset nya. Hanya dirinya yang boleh melihat keindahan tubuh Juna. 


"A-aaahh, maafkan saya, Nona. Sudah kebiasaan.."


"Kamu mau ngapain kesini?"


"Simpan saja disitu, kalau sudah selesai pergilah."


"B-baik, Nona." Dengan cepat, Maudy pun meletakan berkas di atas meja kerja milik Airyn dan segera keluar dari ruangan Airyn. Untuk apa juga dia berlama-lama disana, suasana nya sangat canggung. 


"Astaga, apa yang aku lihat tadi?" Gumam Maudy sambil menepuk-nepuk wajah nya menghilangkan apa yang dia lihat di dalam ruangan Airyn. 


"Bagus ya kamu." Ucap Airyn sambil menatap kekasih nya dengan sinis.


"Apa lagi hmm?" Tanya Juna dengan santai, dia menarik pinggang Airyn hingga membuat wanita itu terjerembab di pelukan Arjuna.

__ADS_1


"Ihhh, apa sih. Lepasin!"


"Kamu kok marah-marah gini sih, apa salah aku?"


"Kamu gak ngerasa salah? Ngapain kamu gak pake baju hah? Sengaja mau caper, iya?" Tanya Airyn membuat Juna tertawa.


"Caper sama siapa sih? Aku sudah cinta mati sama kamu, yakali aku caper sama yang lain. Gak mungkinlah, yang." Jawab Juna.


"Halah, gombal."


"Ya Tuhan, kamu yang nyuruh aku buka baju, aku turutin tapi kamu malah marah-marah gini." Ucap Juna sambil menggelengkan kepala nya.


"Sana mulai bekerja."


"Yaahh, sayangku.."


"Cepetan!" Tegas Airyn, membuat Juna segera mengenakan kaos yang dia bawa tadi, lalu pergi ke meja kerja Airyn untuk mengerjakan tugas yang di berikan oleh Maudy tadi. 


"Kalau ada yang gak kamu mengerti, panggil aku. Aku mau bikin kopi dulu." Jawab Airyn sambil keluar dari ruangan nya untuk membuatkan kopi untuknya dan Juna.


.....


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1



__ADS_2