Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 45 - Airyn Sakit


__ADS_3

"Juna.." 


"Apa lagi sih? Bisa gak jangan ganggu aku sehari aja?" Tanya Juna dengan sewot, bawaan nya dia kesal terus menerus saat melihat wajah Nisa. 


"Kamu tuh sensi banget sih sama aku, kamu kenapa coba?" Tanya Nisa dengan wajah seolah tanpa dosa nya. Dika yang melihat itu hanya memutar mata nya dengan jengah, dia sebal melihat wanita itu selalu aja mendekati Juna. Bukan apa-apa, apalagi cemburu tapi harusnya kan wanita itu tahu kalau Juna sudah punya pacar ya jangan terus mengejar nya gitu. 


"Gue dah bilang, gue alergi cewek gatel." Jawab Arjuna membuat Nisa terlihat sedikit kesal.


"Aku gak gatel, Jun."


"Terus, Lo nempel-nempel sama cowok yang udan punya pacar tuh maksud nya apa kalo bukan kegatelan?"


"Minta di garuk dia, Jun. Garukin aja Napa sih, pake garpu tuh." Celetuk Dika, dia juga jengah melihat ulah gatal wanita bernama Nisa itu.


"Lu aja garukin, gak minat gue mah." Jawab Juna, lalu membawa lap nya dan pergi meninggalkan wanita itu di dapur dekat pantry. 


"Apalagi gue, kagak lah. Gue jomblo, tapi kalo di kejar-kejar nya sama modelan ulat bulu mah ogah." Jawab Dika, pemuda itu juga ikut mengintil di belakang Juna. Dia juga membawa lap dan juga semprotan air untuk membersihkan meja. 


"Mau kerja tenang juga sulit amat, nyebelin." Gumam Arjuna. 


Sedangkan di kantor, Airyn juga tengah uring-uringan karena ternyata hari ini dia mendapatkan tanggal merah pertama nya. Yaps, Airyn kedatangan tamu bulanan nya. 


"Nona, anda baik-baik saja?"


"Sakit, Maudy!" Jawab Airyn dengan ketus, rasanya perut nya saat ini terasa mulas melilit, bahkan membuat nya merasa lemas seketika.


"Nona pulang saja ya?"


"Antarkan aku, Maudy." Jawab Airyn. Sudah biasa, jika Airyn mendapatkan tamu bulanan nya di hari pertama seperti ini, dia pasti akan cuti selama satu atau dua hari sampai perut nya merasa lebih baik. 


"Baik, Nona." Maudy membantu Airyn untuk berjalan. Seperti inilah Airyn jika mendapatkan tamu bulanan nya di hari pertama, dia akan merasakan rasa sakit yang luar biasa. Bahkan tak jarang, rasa sakit itu akan membuat Airyn jatuh tak sadarkan diri saking sakit nya.


Airyn sudah sering juga memeriksakan keadaan nya, dia juga takut ada sesuatu yang membuat nya merasakan nyeri yang hebat setiap kali kedatangan tamu bulanan. Tapi hasilnya sehat, tidak ada kendala atau pun penyakit. Jadi ini keram menstruasi biasa, tapi keram itu membuatnya sangat tidak nyaman.


Maka dari itu, setiap bulan nya Airyn akan cuti beberapa hari untuk memulihkan keadaan nya terlebih dulu. Percuma juga dia masuk kantor karena sakit di perut nya akan membuat dirinya kehilangan fokus dan semangat nya untuk bekerja. 

__ADS_1


Maudy pun mengantarkan Airyn pulang, biasanya dia akan menyiapkan terlebih dulu semua kebutuhan wanita itu selama berada di rumah. Seperti makanan, hot pack agar nyeri di perut Airyn sedikit mereda, juga pembalut kalau sekiranya stok pembalut sudah habis, Airyn tidak perlu kebingungan lagi untuk membeli barang itu.


Sesampai nya di apartemen, Maudy pun membantu Airyn untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menyelimuti nya.


"Dingin, Dy." Ucap Airyn lirih. Maudy pun menaikan sedikit suhu AC nya agar Airyn merasa lebih hangat.


"Sudah saya atur suhu nya, Nona. Saya akan mengambil hot pack dulu."


"Bisa kau hubungi Juna? Aku membutuhkan nya."


"Baik, Nona." Jawab Maudy. Dia mengambil ponsel milik Airyn dan menghubungi nomor Arjuna. Perempuan itu tersenyum kecil saat melihat nama yang tertera di ponsel Airyn, dia yakin itu nomor Arjuna. Namun nama nya sangat lucu dan sedikit menggelitik, Bocil Kesayangan. 


Seperti seorang ibu menamai kontak anak nya sendiri, tapi lucu juga dan tidak masalah. Nama nya juga orang yang lagi jatuh cinta kan ya? Semua nya bisa jadi indah asalkan bersama orang tersayang. Seperti Juna, dia tidak suka di panggil dengan sebutan bocil tapi saat Airyn yang mengatakan nya dia tidak protes sama sekali, meskipun seringkali dia merasa kesal sendiri.


Beberapa detik kemudian, Juna yang sedang bekerja itu langsung mengangkat panggilan yang ternyata dari nomor sang kekasih. Dia tersenyum kecil lalu segera mengangkat nya sebelum Airyn marah nanti, apalagi dia tahu kalau ada wanita gatel disini. Sekarang saja, Nisa melihat Juna tanpa berkedip sambil tersenyum aneh seperti Tante cabul yang melihat mangsa nya.


"Hallo, Arjuna.."


'Kok manggil nya Arjuna sih? Biasanya juga sayang.'


"Maaf, Jun. Ini saya, Maudy. Kamu sedang dimana sekarang?" Tanya Maudy, sambil melihat ke arah Airyn yang tengah menutup kedua mata nya, namun terlihat jelas kalau wanita itu tengah menahan rasa sakit.


"Bisakah kamu pulang sekarang? Nona Airyn sedang tidak enak badan dan sekarang dia membutuhkan kamu." Jelas Maudy yang membuat Juna membulatkan kedua mata nya. Kenapa bisa? Padahal tadi pagi, Airyn terlihat baik-baik saja. Tidak terlihat kalau dia akan sakit, tapi baru saja berpisah beberapa jam, Airyn sudah di kabarkan tidak enak badan.


'Bisa, saya akan pulang sekarang, Nona. Tolong jaga kekasih saya dulu, sampai saya datang.'


"Baiklah, hati-hati di jalan, Jun." Peringat Maudy. Setelah itu panggilan pun selesai, Maudy meletakan kembali ponsel milik Airyn di atas nakas. 


"Gimana, Dy? Juna mau kesini sekarang?" Tanya Airyn lirih.


"Iya, Nona. Juna sudah dalam perjalanan sekarang." Jawab Maudy membuat Airyn menganggukan kepala nya perlahan. 


"Kau bisa kembali ke kantor sekarang, Dy."


"Tidak, Juna berpesan agar saya menunggui anda sebelum dia datang." 

__ADS_1


"Hem, baiklah terserah kau saja." Pasrah Airyn, wanita itu masih terlihat sangat kesakitan. Dia berguling ke kanan dan ke kiri saking sakit nya, padahal di perut nya sudah mengenakan hot pack, namun seperti nya itu tidak mempan untuk meredakan kram di perut Airyn. 


"Nona, sakit sekali?"


"Iya, kau tahu kan, Dy? Setiap bulan aku seperti ini." Jawab Airyn pelan.


"Saya pikir tidak separah ini, bagaimana kalau ke rumah sakit saja?"


"Tidak perlu, apa kata orang nanti kalau aku di rawat di rumah sakit hanya karena menstruasi? Jangan konyol, Dy. Aku hanya butuh Juna."


"Bersabarlah sebentar lagi, Nona. Juna sedang di perjalanan sekarang."


"Hmm, iya Dy." Jawab Airyn lirih.


Sedangkan di tempat lain, pemuda itu langsung membuka seragam kerja nya, lalu mengambil Hoodie nya dari loker dan segera memakai nya, dia juga membuka topi nya dan memakaikan Hoodie di kepala nya. Pemuda itu terlihat sangat terburu-buru, dia khawatir sekarang. Dia mengkhawatirkan keadaan Airyn sekarang. 


"Lho, mau kemana Jun?" Tanya Nisa.


"Bukan urusan Lo."


"Kamu gak bisa pergi gitu aja, Juna. Kita lagi kerja!"


"Bodo amat!" Jawab Arjuna sambil melangkah menjauh dari dapur. Nisa mengepalkan kedua tangan nya, dia marah dan bercampur kesal. Kenapa Juna tidak pernah melirik nya sama sekali? Padahal, dia juga tidak kalah cantik dari pada kekasih Juna sekarang. 


Ya, cantik sih cantik. Tapi gatal dan genit, itulah yang membuat Juna tidak suka, selain itu dia juga lebih menyukai wanita yang usia nya berada di atas nya. Dia suka wanita yang lebih dewasa dan dia mendapatkan Airyn, sesuai dengan tipe nya. Dia cantik, baik, tidak sombong dan juga memiliki  usia yang ideal. Dia wanita dewasa yang sesuai dengan tipe nya, Airyn adalah tipe ideal nya.


"Kemana, Jun?" Tanya Andika.


"Cewek gue sakit, dia lagi butuh gue sekarang, Dik."


"Pake motor gue biar cepet, nih kunci nya bro. Entar, gue yang izinin Lo sama pak manager." Jawab Andika membuat Juna sangat bersyukur karena memiliki teman sepengertian Andika.


"Thanks, gue balikin ntar sore atau besok."


"Santai, gak usah buru-buru, Jun. Udah sana, kasian cewek Lo." Ucap Dika. Juna pun segera berlari keluar dari restoran untuk pergi ke apartemen, dia khawatir dengan keadaan Airyn sekarang ini.

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2