
Sore hari nya, Juna terbangun karena perut nya keroncongan. Dia lapar karena melewatkan sarapan dan juga makan siang karena rasa lapar nya tidak terasa saat dia bermain dengan Airyn hingga berjam-jam tadi pagi. Selesai bermain, bukan nya makan, mereka malah tidur dan bangun disaat hari sudah mulai petang.
Juna tersenyum saat melihat wajah cantik sang kekasih yang tidur dengan lelap. Wajah nya terlihat kuyu, jelas sekali kalau wanita itu kelelahan. Juna mengecup kening Airyn dengan mesra, lalu merapikan anak rambut yang menghalangi wajah cantik kekasih nya itu dan menyelipkan nya di belakang telinga.
"Cantik sekali, sekarang kamu milik ku. Tidak ada yang bisa merebut mu dariku, sayang." Gumam pemuda itu sambil tersenyum smirk. Dia pun meraih bathrobe lalu memakai nya dan beranjak dari ranjang. Dia berniat untuk membuatkan makan siang yang sudah sangat terlambat itu.
Pemuda itu berjalan ke dapur dengan langkah santai nya, tubuh atletis nya itu hanya di balut oleh bathrobe tanpa sehelai kain lain pun berada di dalam bathrobe itu.
"Masak apa ya?" Gumam nya sambil membuka kulkas. Dia melihat ada beberapa potong ayam, namun di sisi lain ada juga ikan. Dia bingung harus memasak apa untuk menu makan nya sore ini bersama Airyn, ikan atau ayam?
"Bingung.."
Setelah cukup lama berpikir, akhirnya pilihan Juna jatuh pada ayam. Jadi menu makan sore ini adalah ayam yang akan dia buat seperti steak dengan bumbu ala-ala seperti di restoran nya.
"Oke, mari masak dan manjakan lidah pasangan mu, Juna!" Gumam nya lagi. Dia pun mulai membersihkan ayam nya dan juga menyiapkan bumbu. Setelah nya, dia pun memanggang ayam itu menggunakan butter dan juga menambahkan irisan bawang putih dan juga saus yang dia oleskan dengan menggunakan kuas.
"Wangi nya sih enak, tapi kita lihat apakah rasa nya seenak aroma nya." Juna berbicara sendiri sekarang, karena di dapur hanya ada dirinya sendiri. Sedangkan Airyn masih tertidur di kamar nya.
Beberapa saat kemudian, masakan Juna pun matang. Pemuda itu menata nya di piring lalu meletakan nya di atas nampan, tak lupa dengan alat makan nya juga. Dengan hati-hati, Juna membawa kedua piring berisi makanan itu ke kamar. Dia menaiki anak tangga secara perlahan dan membuka pintu kamar dengan pelan.
Juna tersenyum kecil saatelijaybkalau ternyata sang kekasih belum bangun juga, seperti nya dia benar-benar kelelahan sekarang ini. Itulah alasan nya kenapa sampai sekarang Airyn masih tertidur, padahal sudah petang.
Pemuda itu menyimpan nampan berisi makanan itu di atas meja kecil yang ada di samping ranjang. Setelah itu, dia mengungkung tubuh sang kekasih dan meniup telinga Airyn hingga membuat wanita itu menggeliat kegelian.
"Hey, bangunlah. Sampai kapan kamu mau tidur seperti ini, Baby?" Tanya Juna sambil tersenyum. Airyn membuka kedua mata nya dengan perlahan, bibir wanita itu terangkat membentuk sebuah senyuman manis. Ini adalah pemandangan yang sangat dia rindukan, disaat dia bangun tidur langsung di sajikan dengan wajah tampan Arjuna yang selalu membuat nya tergila-gila setiap hari nya karena ketampanan nya.
"Eungg.."
"Eung? Haha, menggemaskan sekali." Ucap Juna sambil tertawa.
"Kok udah bangun sih?"
"Laper, kamu gak laper?" Balik tanya Juna yang mendapat anggukan kepala dari sang kekasih, dia mengiyakan pertanyaan Juna.
__ADS_1
"Laper, yang. Tapi masih ngantuk."
"Yaudah, makan dulu yuk? Terus mandi, setelah itu kamu bisa tidur lagi."
"Lemes, yang."
"Ya itu karena kamu belum makan, sayang. Yuk makan dulu, aku udah masak ayam tuh."
"Ayam?" Tanya Airyn sambil mengernyitkan kening nya.
"Iya, ayam."
"Jadi kamu ninggalin aku pas aku lagi tidur?"
"Hehe, iya. Tapi cuma sebentar kok, lagian deket ini cuma ke dapur."
"Tega ya kamu, ninggalin aku. Padahal aku kecapean gara-gara di gempur sama kamu lho!"
"Lah, kalau aku gak masak kita mau makan apa, sayang?"
"Di larang berdecak seperti itu di depan pacar mu atau kamu aku hukum."
"Iya iya, maaf aku salah." Jawab Airyn sambil memutar mata nya.
"Yuk makan dulu." Ajak Juna lagi tapi Airyn seperti nya masih kesal karena Juna bangun duluan.
"Kenapa?" Tanya Juna saat melihat Airyn yang tidak beranjak sedikit pun dari ranjang.
"Gak."
"Ngambek ya?"
"Pikir sendiri, pake nanya."
__ADS_1
"Astaga, oke aku minta maaf ya sayangku, cintaku." Ucap Juna sambil mengecupi seluruh wajah Airyn dengan gemas.
"Aku maafin kali ini."
"Yaudah, sekarang makan ya?"
"Gak mau."
"Oke, kamu mau makan atau aku yang makan kamu hmm?"
"Aku mau makan aja deh." Jawab Airyn dengan cepat. Dia ketar ketir sendiri begitu mendengar pertanyaan dari sang kekasih, lebih baik dia makan saja dari pada dirinya yang kembali menjadi santapan Arjuna. Yang tadi saja masih berasa sakit nya, apalagi kalau di tambah lagi. Yang ada, nanti dia takkan bisa berjalan. Meskipun sekarang, dia juga sudah merasa kesulitan berjalan karena inti tubuh nya terasa aneh dan tak nyaman.
Rasanya masih pedih dan sakit, belum lagi rasa ngilu yang menjalari tubuh nya membuat lutut nya lemas. Juna mengambil makanan dan memberikan nya pada Airyn. Wanita itu menerima nya dengan cepat.
"Selamat makan, sayang. Habiskan, nanti malam menginap disini. Aku butuh kamu." Ucap Juna.
"H-aahh?"
"Isi dulu tenaga mu, malam ini layani aku lagi." Jawab Juna yang membuat kedua bola mata Airyn membulat seketika.
"Sayang, bekas tadi pagi aja belum hilang sakit nya."
"Yang duluan mancing siapa? Terima saja akibat nya. Cepatlah makan, lalu mandi. Aku kasih waktu buat kamu istirahat, nanti malam bersiap-siap saja."
"Hmm, baiklah kalau begitu. Tapi pelan-pelan saja ya? Jangan kasar kayak tadi, itu bikin sakit." Pinta Airyn.
"Aku tidak bisa berjanji, sayang. Tubuh kamu terlalu nikmat dan itu membuat aku hilang kendali." Jawab Juna yang membuat Airyn menelan ludah nya dengan kepayahan. Dia sudah salah langkah.
Memancing Juna? Sama saja dengan memancing singa kelaparan, saat melihat makanan ya tentu saja langsung di terkam hingga membuat mangsa nya tak bisa melarikan diri dari cengkraman nya. Begitu juga Airyn, dia tak bisa lolos dari Juna. Aura pemuda tampan itu berubah dingin saat dia sedang dalam mode serius, apalagi jika perkataan nya di bangkang. Dia berubah seolah bukan Juna yang selama ini Airyn kenal.
"Makan, sayang. Malah bengong, aku bakalan pelan-pelan kok. Tapi kalau aku inget ya? Kalau aku lupa, kamu ingetin."
"Iya, sayangku." Jawab Airyn pelan. Jujur saja dia takut untuk kembali bermain dengan Juna nanti, tadi saja dia cukup kasar saat bermain. Apalagi nanti? Membayangkan nya saja sudah membuat tubuh nya merinding seketika.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻