
Malam hari nya, sepulang bekerja pasangan kekasih itu pun datang ke rumah besar milik Jonathan. Pria itu sudah menunggu kedatangan putri dan juga kekasih nya itu. Jonathan menyambut kedatangan putri dan calon menantu nya itu dengan hangat.
"Malam, Dad.." Sapa Airyn pada Jonathan dan di balas dengan pelukan hangat oleh sang Daddy.
"Jun, apa kabar?" Tanya Jonathan, dia juga memeluk Juna layaknya laki-laki.
"Juna baik, bagaimana dengan Daddy?"
"Ya, Daddy juga baik. Hanya saja, kadar gula Daddy naik akhir-akhir ini."
"Itu karena Daddy terlalu doyan makan kue sih, jadinya gula nya naik." Ucap Airyn sambil menarik Juna untuk duduk di samping nya.
"Hehe, hidup Daddy udah pahit soalnya, jadi perlu yang manis-manis buat menetralisir." Jawab Jonathan, pria paruh baya itu duduk di sofa yang berseberangan dengan Airyn.
"Mami kemana, Dad?"
"Mami disini, sayang." Ucap Monica sambil membawa piring berisi cemilan. Dia sudah mengetahui kedatangan putri nya dan juga Juna ke rumah, karena tadi dia menghubungi terlebih dulu sebelum datang kesini.
"Mami, bawa apa itu?" Tanya Airyn. Dia selalu suka cemilan yang di buat oleh mami nya, itu salah satu yang dia sukai ketika pulang ke rumah. Namun, di bandingkan hal yang di sukai, Airyn merasa lebih banyak hal yang tak dia sukai jika pulang. Semoga saja sekarang, tidak ada lagi drama seperti ini.
"Cemilan, sayang." Jawab Monica sambil mengusap puncak kepala sang putri dengan lembut.
"Mami kangen banget sama kamu, sering-sering pulang ya sama Juna." Ucap Monica, dia tersenyum ketika melihat Airyn yang lahap memakan cemilan nya. Berbeda dengan Juna yang terlihat agak malu-malu, Airyn menyuapi Juna dengan cemilan nya, membuat wajah Juna memerah karena malu.
"Iya, Mami. Airyn bakalan sering pulang kesini sama Juna."
"Kalian belum membicarakan tentang pernikahan?" Tanya Jonathan lagi.
"Juna sudah memikirkan nya, Dad. Tapi secara finansial, untuk saat ini Juna gak sanggup. Maaf.." ucap Juna sambil menundukan kepala nya. Airyn yang sedang asik dengan dunia nya sendiri pun menoleh ketika mendengar ucapan Juna. Sungguh, dia tidak expect kalau Juna ternyata memikirkan tentang pertanyaan orang tua nya hari itu. Airyn berpikir mungkin Jonathan hanya bercanda, tapi ternyata dia serius dengan hal itu.
"Tapi, kalau anda bersedia menunggu mungkin saya akan.."
"Menunggu berapa lama, Jun? Kamu tahu sendiri, usia Airyn saat ini kan? Dia sudah dewasa dan di usia nya saat ini, dia sudah cocok untuk memiliki anak." Ucap Jonathan membuat Juna menundukan kepala nya.
__ADS_1
"Daddy, jangan mengatakan hal ini. Juna adalah tulang punggung keluarga nya, dia memiliki dua orang yang harus dia nafkahi."
"Baiklah, kalau begitu. Kamu memilih keluarga mu atau Airyn, Jun?" Tanya Jonathan yang membuat Juna mendongak menatap wajah Jonathan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Daddy.."
"Diam, Airyn. Daddy ingin mendengar jawaban Juna!" Tegas Jonathan, membuat Airyn menatap wajah sang kekasih yang terlihat murung dengan sendu. Harusnya, dia tidak mengajak Juna kesini. Kalau saja dia tidak mengajak nya kemari, mungkin sekarang Juna takkan tertekan seperti ini.
"Pikirkan jawaban mu dengan baik, jangan sampai kau menyesal." Ucap Jonathan.
Juna terdiam sejenak, dia berpikir keras sekarang. Dia mencintai Airyn, namun rasa cinta nya jauh lebih besar kepada ibu dan juga Adiknya. Ibu nya adalah satu-satunya yang dia miliki sekarang, namun dia tidak rela jika harus meninggalkan Airyn. Dia sudah sangat mencintai wanita itu, terlebih setelah beberapa bulan kebersamaan mereka. Itu membuat Juna gamang, ini benar-benar pilihan yang sulit.
"Juna.."
"Maaf, tapi saya lebih memilih keluarga saya, Daddy. Bukan artinya saya tidak mencintai Airyn, saya mencintai nya, bahkan sangat mencintai nya. Airyn adalah wanita kedua yang paling berharga dalam hidup saya, Dad. Tapi, jika di bandingkan dengan orang tua saya, saya jauh lebih menyayangi orang tua dan adik saya, hanya mereka yang saya miliki sekarang, Dad." Jelas Juna membuat Jonathan tersenyum. Sedangkan Airyn menatap Juna dengan senyum kecil yang terkembang di bibir nya.
Pilihan nya tidak salah, dia memilih Juna karena dia melihat sosok yang sempurna dalam diri seorang Arjuna Reksa. Pemuda yang mampu membuat nya tertarik karena kepribadian nya yang sederhana dan pekerja keras, itu adalah yang dia lihat dari sosok Juna. Terbukti, dia memilih orang tua dan adiknya di bandingkan dirinya. Dia tidak keberatan, memang jika di bandingkan dengan ibu nya Juna. Dia tidak apa-apa nya, dia bisa apa jika di bandingkan dengan wanita yang sudah melahirkan Juna?
"Lho, maksud nya?" Tanya Airyn.
"Cuma ngetest aja sih, hehe."
"Astaga Daddy, udah tua juga masih aja jahil." Ucap Airyn sambil menyedekapkan tangan di dada nya.
"Kamu bilang mencintai Airyn kan, Jun?"
"Sangat, Dad." Jawab Juna serius.
"Nikahi dia secepatnya, Daddy tidak meminta kamu meresmikan hubungan kalian. Daddy hanya ingin kesanggupan dari kamu, itu saja. Masalah finansial, apapun biar Daddy yang tanggung. Kamu hanya perlu mengikat Airyn dengan janji suci, selebihnya biar itu menjadi urusan Daddy. Kamu bersedia?" Tanya Jonathan membuat Juna terkejut. Artinya dia di tarik nikah ini?
"Dad, ini terlalu cepat.."
"Daddy melakukan ini bukan tanpa alasan, Daddy takut kamu lepas sama Juna. Kamu tidak boleh menyia-nyiakan pria seperti Juna, sayang."
__ADS_1
"Tapi Dad, kasian Juna nya tertekan." Ucap Airyn protes. Dia tidak menyangka kalau Daddy nya akan menarik Juna untuk segera menikahi nya.
"Baik, Dad. Juna akan menikahi Airyn secepatnya."
"Good, Daddy suka jawaban mu. Daddy ingin kalian menikah sebulan lagi, silahkan pulang ke kampung temui ibu mu, sekalian minta restu padanya. Kalau bisa, bawa ibu dan juga adik mu kesini. Tinggalah di apartemen." Ucap Jonathan.
"Dad, Juna tidak mau merepotkan Daddy."
"Tidak, Daddy tidak merasa di repotkan sama sekali. Nurut apa kata Daddy, jangan keras kepala. Ini juga buat kebaikan kalian, lebih cepat lebih baik."
"Baik Dad.." Jawab kedua nya kompak.
"Besok, pergilah." Ucap Jonathan. Membuat Airyn dan Juna saling menatap satu sama lain, baguslah tidak perlu repot-repot izin untuk pulang kampung, tanpa di minta pun Daddy Jo sudah menyuruh mereka pergi.
"Aku pengen ikut sama Juna, Dad."
"Ikut saja, dekatkan dirimu dengan calon mama mertua mu, Airyn."
"Iya, Dad. Terimakasih."
"Ya, sama-sama. Jaga Airyn selama disana ya, Jun?"
"Pasti saya akan menjaga nya, Dad. Terimakasih untuk semua kebaikan Anda."
"Sama-sama, Juna. Kamu calon menantu Daddy, jangan merasa tidak enak dengan Daddy ya?"
"B-baik, Dad.."
"Ayo kita makan malam sekarang, sudah waktunya." Ajak Jonathan. Semua orang yang ada disana pun pergi ke ruang makan untuk menikmati makan malam nya.
.....
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1