
Keesokan hari nya, kedua insan anak manusia itu melakukan aktivitas seperti biasa nya. Hari ini mereka akan menghabiskan waktu bersama di hari libur, tak ada hal yang lebih menyenangkan selain bermanja bersama orang tersayang.
Airyn bermanja-manja di pangkuan Arjuna, sesekali pemuda itu menyuapi buah ke mulut Airyn dan wanita itu menerima nya dengan senang hati. Dia mengunyah nya dengan perlahan, Juna mengusap-usap rambut Airyn. Seperti itulah agenda pasangan itu di hari libur.
Wanita itu beranjak dari tidurnya untuk meminum teh jahe yang di buatkan oleh Juna. Seperti janji nya semalam, pagi hari nya saat Airyn terbangun dia sudah melihat segelas teh jahe hangat di atas meja. Dia senang karena Juna menepati janji nya dan meminum teh jahe hangat di pagi hari membuat perut nya terasa lebih baik, sensasi hangat nya membuat Airyn nyaman.
"Enak teh nya?"
"Heemm, enak banget, hangat. Tapi gak sehangat pelukan kamu, hehe."
"Dih, kamu bisa gombal seperti ini juga ternyata? Belajar dari mana hmm?" Tanya Arjuna sambil tersenyum, begitu juga dengan Airyn. Dia cengengesan karena ucapan itu tiba-tiba saja meluncur dari mulut nya.
"Gak tau, aku gak belajar dari siapa-siapa. Tapi mungkin Maudy bisa mengajari ku, nanti aku akan menanyakan nya."
"Haha, sayangku.." Juna tergelak mendengar ucapan Airyn. Wanita ini kadang bisa bersikap agresif seperti wanita profesional, terkadang juga dia bersikap seperti seorang wanita yang polos. Menggemaskan sekali.
"Apa? Apa ada yang lucu, sayang?"
"Iya, kamu yang lucu." Jawab Juna, dia menggesekkan hidung nya di hidung Airyn.
"Aku memang lucu sih ya, kamu nya aja yang baru sadar."
"Kata siapa, aku udah sadar dari dulu. Cuman ya gitu, kadang kamu agresif juga."
"Aku? Agresif?"
"Iya, tapi kadang-kadang kamu juga kayak wanita polos."
"Dih, kamu nih.." Ucap Airyn sambil menepuk pelan dada bidang Juna lalu menduselkan wajah nya disana. Dia sangat suka saat dia bisa menghirup aroma tubuh Juna yang tak pernah membuat nya bosan meskipun dia terus menghirup nya setiap saat.
"Nanti siang kita belanja ya?"
"Siap, sayang." Jawab Arjuna. Dia mendekap Airyn di pelukan nya, wanita itu juga tidak menolak justru sangat menyukai apa yang di lakukan Juna. Nama nya juga bucin akut ya kan, beginilah jadinya.
"Kamu kelihatan nya suka banget aku peluk, Bby."
"Iya, aku memang suka. Sangat suka, hehe."
"Kenapa?"
"Ya hangat, terus kamu nya wangi. Jadi bikin nyaman, sayang. Itu saja."
"Begitulah?"
"Heemm, pokoknya sering-sering aja peluk aku ya, sayang."
"Oke, Baby." Jawab Juna sambil mengecup singkat puncak kepala Airyn. Pasangan itu pun kembali bermesraan. Namun, ketika sedang kedua nya tengah bermesraan, tiba-tiba saja ponsel Airyn berdering dengan nyaring. Airyn pun dengan terpaksa melerai pelukan nya dengan Arjuna, lalu mengambil ponsel dan mengangkat panggilan.
__ADS_1
Karena merasa tak ingin mengganggu, Juna memilih beranjak dari duduk nya dan pergi ke dapur sambil membawa piring kotor bekas mereka makan buah tadi.
'Hallo, Sayang..'
"Iya, Ma. Ada apa?" Tanya Airyn lirih.
'Kamu dimana? Sudah lama gak pulang, Mama sama Papa kangen sama kamu, sayang.'
"Aku akan pulang jika kalian sudah tidak menuntut ku untuk menerima perjodohan konyol itu." Jawab Airyn sambil menyandarkan punggung nya di sandaran sofa.
'Pulanglah, Nak. Papa merindukan mu, kenapa kamu tidak pernah mengangkat telepon papa mu?'
"Simpel saja, Ma. Karena aku malas berdebat, itu saja." Jawab Airyn. Memang, setiap kali Jonathan menghubungi nya, topik nya itu selalu tentang perjodohan dan Airyn muak dengan hal itu.
'Tolong jenguk kami, Nak. Kami sungguh-sungguh sangat merindukan kamu, Nak.'
"Aku akan pulang, besok."
'Baiklah, kami akan menunggu nya. Selamat beristirahat, sayang.'
"Iya, terimakasih." Jawab Airyn. Panggilan pun selesai, Airyn melihat ke sekitar mencari keberadaan Juna. Dia beranjak dari duduknya lalu mencari keberadaan sang kekasih.
"Sayang.."
"Iya, kenapa?"
"Goreng tahu, awas jangan deket-deket nanti kena minyak."
"Gapapa, kalau sama kamu gapapa kok, aku rela."
"Idih, bucin banget kamu sama aku, yang?"
"Emang, hehe."
"Ternyata kamu juga bisa bucin seperti ini ya, lucu deh."
"Itu tahu nya di gimanain?"
"Di iris tipis terus pake terigu, yang. Pengen ngemil aku.."
"Idih, bocil doyan ngemil." Ledek Airyn sambil terkekeh. Tapi tangan nya tetap melingkar di perut Airyn.
"Doyan banget. Ohh iya, ngemil apa yang membahagiakan?" Tanya Juna membuat Airyn terlihat berpikir sejenak. Ngemil apa yang membahagiakan? Setahu nya, ngemil memang selalu membahagiakan, apalagi cemilan nya cemilan favorit kan? Tapi sepertinya ini bukan tentang cemilan apa deh ya?
"Jawab dong, kok diem aja.."
"Jawaban nya apa, gitu?"
__ADS_1
"Ngemil apa yang membahagiakan? Jelas, ngemilikin kamu seutuhnya, hehe." Jawab Arjuna sambil cengengesan. Airyn tergelak lalu menggeplak manja punggung tegap Juna.
"Gantian nih, kamu yang gombal."
"Aku belajar dari kamu, hehe."
"Sayang, puas-puasin dulu deh manja-manjaan nya."
"Emang nya kenapa? Kamu mau kemana, Bby?" Tanya Juna. Dia mematikan kompor karena tahu nya juga sudah matang dan kering. Dia membalikan tubuh nya lalu menatap wajah cantik Airyn dengan tatapan yang sulit di artikan, begitu juga dengan Airyn.
"Aku harus pulang, sayang."
"Pulang? Maksud kamu apa?" Tanya Juna lagi. Dia terlihat seperti terkejut begitu mendengar ucapan Airyn, pulang? Pulang kemana? Bukankah selama ini dia memang tinggal di apartemen?
"Pulang ke rumah, sayang. Tadi, Mama nelepon. Katanya mereka kangen sama aku."
"Lho lho, terus aku gimana? Aku disini sama siapa?"
"Sendirian dong, kamu disini aja. Gak usah balik ke kontrakan, lain kali kalau aku udah gak terlalu sibuk, aku urus surat-surat nya."
"Surat apa lagi sih, Bby?" Tanya Juna.
"Pengalihan nama pemilik apartemen, awalnya kan atas nama aku, nanti aku ganti jadi atas nama kamu, sayang."
"Lho, gak perlu. Jangan begitu, sayang. Kamu yang beli apartemen ini, udah sebaiknya apartemen ini atas nama kamu, sayang." Jawab Arjuna.
"Gapapa, nanti kalau semisal Ibu sama adik kamu berkunjung, kan kamu gak perlu bawa ke kontrakan sempit kamu itu."
"Gak perlu, aku bisa membawa mereka kesini tanpa harus mengatas namakan kalau apartemen ini adalah milik ku, sayang. Terus, kamu berapa lama di rumah?" Tanya Juna lagi.
"Aku gak tau, tapi aku janji bakalan sering berkunjung kesini." Jawab Airyn sambil membingkai wajah Juna dan mengusap nya. Pemuda itu cemberut, dia benar-benar tidak siap jika harus di tinggalkan oleh Airyn. Dia tidak bisa, dia tidak mau. Kalau Airyn pergi, lalu untuk apa dia tinggal disini?
"Jangan gitu dong, aku janji akan datang mengunjungi mu."
"Tapi.."
"Maaf ya, sayang. Kamu harus tidur sendirian beberapa hari ke depan."
"Aku gapapa, tapi kamu gimana? Kemarin aja kamu gak bisa tidur kalo gak aku peluk."
"Aku akan kembali membiasakan diri, sayang. Tidak apa-apa."
"Aku yang terlalu membiasakan diri tidur sambil peluk kamu, aku rasa itu akan susah." Jawab Arjuna membuat Airyn tersenyum. Ini juga bukanlah hal yang mudah untuk nya, tapi mau bagaimana lagi.
.......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1