Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 49 - Singa Tidur


__ADS_3

Selang hampir setengah jam kemudian, akhirnya Juna keluar dari kamar mandi dengan rambut dan wajah nya yang basah, sedikit lebih cerah namun tetap saja ada sedikit yang membuat wajah Juna agak murung.


"Selesai bersolo karir nya, yang?" Tanya Airyn sambil tersenyum kecil. Arjuna terlihat sedikit mencebikan bibir nya lalu memilih pergi ke balkon setelah mengambil satu kaleng minuman bersoda dari dalam kulkas. 


Airyn yang melihat hal itu pun segera beranjak dari rebahan nya dan berniat menyusul sang kekasih ke arah balkon. Namun langkah wanita itu terhenti saat mendengar ucapan Arjuna.


"Jangan kesini, dingin. Angin nya kuat sekali, kamu di dalam saja. Tidur, nanti aku nyusul."


"Mau sama kamu, yang."


"Sebentar lagi aku tidur, aku gak bisa nahan kalo terus deketan sama kamu, Bby." Jawab Arjuna membuat Airyn paham kenapa sang kekasih tidak ingin langsung tidur.


"Maafin aku.."


"Tidak perlu meminta maaf, kamu wanita sehat yang datang bulan setiap bulan nya. Jangan khawatir, aku baik-baik saja hanya sedikit pusing karena hasraat yang tak tersalurkan." Jawab Arjuna lagi membuat Airyn paham. Tapi disaat sedang begini, dia mana bisa tidur tanpa di peluk oleh Juna? Mau nya di pukpuk, di usap-usap perut nya biar lebih enakan, tapi Juna nya malah seperti ini, dia bad mood mungkin. 


"Jangan lama ya, aku mau di peluk."


"Iya, Baby. Gak lama kok, habis minuman di kaleng ini aku langsung tidur kok. Nanti aku peluk kamu." Jawab Arjuna sambil menoleh lalu tersenyum pada sang kekasih.


"Baiklah kalau begitu, aku tidur duluan ya."


"Heem." Jawab Juna hanya dengan deheman. Kali ini, dia menjawab tanpa menatap wajah Airyn, membuat wanita itu merasa sedikit aneh dengan perubahan sikap Juna yang terlalu tiba-tiba. Apa sebegitu berpengaruh nya kah hasraat yang tidak tersalurkan hingga membuat Juna berubah mood seperti ini?


"Bisa gitu ya? Apa Juna ngambek? Tapi dia masih memanggil aku mesra, tapi kenapa? Apa hanya karena nafssu nya tidak tersalurkan dengan baik jadi seperti ini ya?" Gumam Airyn sambil menggelengkan kepala nya. 


"Hufftt, biarkan saja. Nanti juga dia bilang akan menyusul." Gumam Airyn. Dia pun membaringkan tubuh nya di atas ranjang dan menyelimuti tubuh nya, dia pun mencoba tidur. Namun karena terbiasa tidur di pelukan hangat sang kekasih, jadinya Airyn malah tidak bisa tidur. Dia malah berguling kesana kemari, namun tidak bisa tidur juga.


Juna yang paham akan hal itu pun segera menghabiskan minuman nya dan membuang kaleng nya ke tong sampah. Pemuda itu menutup pintu kaca juga gordeng nya, lalu menyusul sang kekasih. Dia berbaring di samping sang kekasih lalu memeluk nya dari belakang, karena saat ini posisi Airyn sedang miring membelakangi nya. Dia juga memberikan usapan-usapan lembut di perut Airyn.


"Gak nyaman ya, Bby? Maaf ya, aku bikin kamu kesusahan tidur." Bisik Arjuna, membuat Airyn yang memang belum sepenuhnya tertidur itu pun tersenyum. Senang? Tentu saja, siapa yang tak senang jika memiliki kekasih yang romantis seperti Juna? Selain romantis, Juna juga sangat perhatian. Dia peka terhadap semua situasi, bahkan disaat seperti ini pun tanpa di minta dia langsung mengusap-usap perut rata Airyn karena dia tahu kalau perut Airyn mungkin masih terasa mulas saat ini. 


"Sayang.."


"Belum tidur, cantik?" Tanya Juna lirih, Airyn berbalik dan tersenyum manis. 


"Nungguin kamu.."

__ADS_1


"Kan aku udah bilang gak usah nungguin aku, sayang."


"Aku udah coba tidur, tapi ini mata gak ngantuk, yang." Jawab Airyn lirih, membuat Juna terkekeh pelan lalu mencium singkat kening Airyn.


"Manja banget, padahal sebelum kenal sama aku, kamu tuh tidur sendirian."


"Hehe, itu mah beda lagi urusan nya." Jawab Airyn sambil cengengesan.


"Beda apa nya, sayang? Yang namanya tidur, dimana-mana juga merem."


"Tapi kan kalo ada kamu, aku bisa di peluk gitu hangat plus enak kelonan." Airyn tertawa setelah mengatakan nya, sedangkan Juna hanya menyunggingkan senyum kecil nya. Pemuda itu mengacak pelan rambut Airyn lalu mengunyel-unyel pipi nya dengan gemas.


"Perut kamu masih sakit gak, Bby?"


"Masih, kan baru hari pertama."


"Terus, memang nya sakit perut haid itu berapa hari, Bby?" Tanya Juna lagi sambil mengangkat pakaian yang di kenakan oleh Airyn agar tangan nya bisa leluasa untuk mengusap perut Airyn. 


"Di hari kedua sampai ketiga palingan, yang." Jawab Airyn.


"Teh jahe?"


"Iya, biasa nya aku kalo lagi capek suka bikin teh jahe pake lemon sedikit biar badan anget. Itu juga mungkin akan berpengaruh buat perut kamu yang sakit karena datang bulan, sayang."


"Ohh, enak gak? Aku gak terlalu suka jahe soalnya."


"Enak kok, aku kurangin aja jahe nya." Jawab Juna sambil mengusap pipi Airyn yang terlihat sedikit lebih cabi dari biasanya.


"Yang.."


"Iya, sayang. Kenapa?"


"Tadi kamu setengah jam di kamar mandi, ngapain?"


"Dih, kayak gak tau aja. Nidurin si junior, sayang. Kan aku udah bilang sama kamu tadi."


"Pake tangan gitu?" Tanya Airyn penasaran.

__ADS_1


"Habis itu mau pakai apa lagi?" Balik tanya Juna.


"Ya iya sih, pake tangan harusnya."


"Iya pakai tangan, terus pake sabun di mainin doang, udah."


"Tapi kok lama?"


"Mana aku tahu, dia keluar kalo udah siap."


"Sayang banget ya bibir unggul kamu di buang ke toilet." Ucap Airyn membuat Juna mendengus.


"Nanti aku buang nya di rahim kamu, gimana?" Tanya Juna sambil menaik turunkan alis nya dengan genit.


"Boleh, nanti pas aku selesai datang bulan ya? Tapi aku belum siap hamil, gimana?" Tanya Airyn membuat air muka Juna sedikit berubah.


"Kalau kamu belum siap, ya gapapa. Pakai kontrasepsi aja dulu, Bby."


"Wajah kamu kok mendadak kusut sih, Bby? Kamu gapapa atau kamu gak suka aku bilang gini sama kamu?"


"Kalau rezeki ya jangan di tolak, sayang. Kalau kamu hamil ya aku senang dan aku bakalan tanggung jawab sama kehamilan kamu."


"Lalu, masalahnya?"


"Tidak ada kok, jangan terlalu banyak berpikiran negatif. Lebih baik sekarang kamu tidur."


"Hmm, baiklah. Tapi peluk." Rengek Airyn seperti anak kecil. Menggemaskan sekali bagi Arjuna yang memang sudah gemas dengan semua tingkah Airyn. Sungguh demi apapun, tidak akan ada yang menyangka kalau Airyn berusia hampir kepala empat kalau tingkah nya seperti ini. Lucu dan menggemaskan, seperti anak remaja yang sedang merajuk. Padahal dia adalah wanita dewasa. 


"Baiklah, sini aku peluk bayi ku."


"Enak aja, aku bukan bayi. Kamu yang bayi."


"Iya iya, aku yang bayi." Pasrah Juna, satu hal yang dia tahu, jangan melawan pada wanita yang tengah datang bulan karena hormon nya seringkali sangat buruk, di khawatirkan akan memicu pertengkaran yang dahsyat nanti nya, wkwk. Jadi sebaiknya jangan membangunkan singa tidur, kalau ada apa-apa langsung iyakan saja.


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2