Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 91 - Kemarahan Jonathan


__ADS_3

"Airyn hamil, Mom." Jawab Airyn jujur, dia menggenggam tangan Juna lebih erat, jujur saja dia sangat takut. Apalagi ketika melihat reaksi yang di tunjukkan sang ayah. Tapi, lambat lain juga akan ketahuan bukan? Apalagi saat usia kehamilan Airyn semakin membesar nanti. 


"H-haah?" Jelas saja keduanya terkejut mendengar penuturan Airyn.


"Maaf, Airyn sudah melakukan kesalahan. Tapi, Airyn mohon jangan menyalahkan Juna. Juna gak salah, Mom, Dad." 


"Gak salah? Gak salah di bagian mana nya? Kamu sampai hamil begini, tapi kamu masih bisa bilang kalau ini bukan salah dia? Lalu kenapa kamu bisa hamil kalau bukan karena kesalahan dia, Airyn?" Tanya Jonathan dengan nada tinggi, urat-urat di lehernya terlihat menegang. Pertanda kalau dia sedang marah saat ini. 


"Airyn yang menggoda Juna, Dad."


"Apa? Kau menggoda laki-laki, Airyn? Daddy tidak pernah mengajarkan kamu menjadi wanita murahaan!" Ucap Jonathan, membuat Airyn mendongak. Dia menatap sang ayah dengan tatapan berkaca-kaca, baru kali ini dia melihat dan juga mendengar Jonathan semarah ini. 


"Tidak, Airyn tidak murahan. Ini pure kesalahan Juna, Dad. Jangan salahkan Airyn, dia tidak salah apapun." 


"Kalian saling melindungi atau bagaimana?" 


"Tidak, kami tidak saling melindungi. Tapi ini benar-benar kesalahan Juna, Dad." Jawab Juna lagi. 


"Kemarilah." Panggil Jo. Airyn melarang Juna dengan memberi kode melalui gelengan kepala nya, tapi Juna tersenyum lalu menganggukan kepala nya seolah mengatakan kalau semua akan baik-baik saja. 


Juna beranjak dari duduknya, lalu berjalan mendekat ke arah Jonathan. Pria itu juga berdiri, lalu tanpa ragu melayangkan pukulan di wajah Juna, hingga membuat pemuda itu terhuyung dan jatuh ke lantai.


"Junaa.." Airyn berteriak histeris, lalu berlari mendekati Juna. Dia mengusap wajah Juna yang memerah karena terkena pukulan, belum lagi ada luka di sudut bibir Juna. 


"Berdiri, Arjuna. Aku belum selesai." Tegas Jonathan. Juna bersiap untuk berdiri, tapi Airyn mencegahnya.


"Cukup, Dad. Airyn rasa ini sudah cukup, jangan sakiti ayah dari anak Airyn."

__ADS_1


"Tapi ini belum cukup untuk membuat rasa malu Daddy terhadap kalian berdua, Airyn."


"Rasa malu? Daddy malu punya anak seperti Airyn, begitukah? Baik, kalau Daddy memang malu, biarkan Airyn pergi dan menikah dengan Juna."


"Bisa apa kalian tanpa bantuan Daddy?" Tanya Jo, dia tersenyum sinis menatap ke arah putrinya.


"Ada Juna yang akan memperjuangkan Airyn." Jawab Airyn dengan lantang, di samping nya ada Juna yang menatap sang kekasih dengan sendu. Dia akan berjuang untuk Airyn apapun caranya, tapi apakah dia bisa? Terlebih dengan kehidupan nya yang terbiasa bergelimang harta, apakah wanita itu akan bisa hidup bersamanya dengan sederhana?


"Kau bersedia, Juna?" 


"Sangat, saya sangat bersedia, Dad. Saya mencintai Airyn, begitu pula sebaliknya." Jawab Juna dengan tegas. Dia menggenggam tangan Airyn, di balas oleh Airyn tak kalah eratnya.


"Jadi, kapan kalian akan menikah?"


"H-ahh?"


"Daddy tanya, kapan kalian akan menikah?" Tanya Jonathan. 


"Aku terserah kamu aja." Jawab Airyn lirih. 


"Oke, bulan depan kalian akan menikah. Persiapkan diri kalian masing-masing." Putus Jonathan membuat keduanya terdiam dan saling melempar tatapan. 


"Kalian tak senang? Atau kalian ingin lebih cepat?"


"Iya bulan depan, kami akan bersiap." Jawab Airyn sambil tersenyum menatap Juna.


"Jangan lupa mas kawin dan cincin, itu tanggung jawab mu, Juna. Selebihnya serahkan pada Daddy." Ucap Jonathan dengan wajah datarnya. 

__ADS_1


"Iya, Dad. Terimakasih.."


"Berapa bulan?" Tanya Monica lirih. 


"Enam minggu, Mom." Jawab Airyn sambil mengusap pelan perut nya yang masih rata. 


"Kalian sudah memeriksakan nya?"


"Sudah, tadi sebelum kesini kami periksa ke dokter, Mom." Jawab wanita itu. 


"Cucu Mommy sehat, sayang?" Tanya Monica lagi.


"Sehat, Mommy."


"Sudah beli susu kehamilan?"


"Besok, Airyn mau beli sama Juna, Mom." 


"Baiklah, jangan terlambat minum susu kehamilan untuk kesehatan janin nya." Ucap Monica sambil tersenyum. 


"Terimakasih, Mommy. Maafin Airyn udah bikin Mommy kecewa ya, Mom?"


"Iya, sayang. Tak apa, kemarilah. Peluk Mommy.." Monica merentangkan kedua tangan nya, Airyn pun beranjak dari duduknya dan memeluk sang Mommy. 


"Maafin Airyn ya, Mom.."


"Iya, sayang. Tidak apa-apa, Mommy sudah memaafkan kamu." Jawab Monica sambil mengusap-usap puncak kepala putrinya dengan lembut, lalu mengecup kening Airyn. Keduanya berpelukan, meskipun Monica harus meneteskan air mata nya karena ini benar-benar mengejutkan. 

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2