
"Tunggu, kekasih?" Tanya Sintia. Wanita paruh baya itu terlihat sedikit terkejut, namun saat dia melihat wajah berbinar sang suami, membuat hati nya merasa lega.
Tak mungkin rasanya Jonathan menunjukkan wajah seperti itu jika dia tidak senang, bukan? Artinya sekarang, suasana hati Jonathan sedang membaik saat ini.
"Iya, mereka berjalan dengan mesra. Terlihat sangat romantis sekali, sayang."
"Tapi siapa pria yang bisa membuat hati Airyn luluh? Kita tahu kalau putri kita itu keras kepala bukan?" Tanya Sintia lagi. Dia tahu benar seperti apa putri nya, dia sangat keras kepala, berhati dingin dan juga terlalu cuek untuk berpacaran. Tapi, apa kata suami nya tadi? Dia memiliki kekasih sekarang? Seperti apa pria yang mampu meluluhkan hati seorang Airyn?
"Seorang pemuda, tadi aku bertemu dengan mereka di supermarket, seperti nya habis belanja bulanan. Mereka bercanda, makan bersama, saling menatap penuh kehangatan dan kasih sayang." Jawab Jonathan membuat hati Sintia menghangat. Syukurlah, kalau pada akhirnya putri nya menemukan tambatan hatinya.
"Papa tau nama nya?"
"Entah, Papa tidak mendengar siapa nama nya. Tapi papa seperti tidak asing dengan wajah itu, dia terlihat seperti familiar. Rasanya, papa pernah bertemu dengan pemuda itu tapi entah dimana." Jelas Jonathan. Entah dimana dia pernah melihat pemuda yang memiliki hubungan dengan putri nya, namun entah dimana. Dia lupa.
"Apa pemuda itu tampan, Papa?"
"Iya, dia sangat tampan. Putri kita pandai memilih laki-laki, tapi.."
"Tapi apa, Pa?" Tanya Sintia lagi dengan kening yang mengernyit keheranan.
"Di lihat dari wajah nya, Papa yakin pemuda itu mungkin usia nya jauh lebih muda dari pada Airyn. Apa itu tidak masalah, Ma?"
__ADS_1
"Tidak, kalau mereka saling mencintai satu sama lain. Kenapa tidak? Usia hanya lah angka, tidak ada pengaruh nya sama sekali." Jawab Sintia membuat Jonathan tersenyum. Mereka juga pasangan yang memiliki rentang perbedaan usia yang cukup jauh juga, yakni tujuh tahun. Sintia lebih muda tujuh tahun dari Jonathan.
"Mama juga lebih muda dari Papa ya, tapi ini terbalik. Apa tidak apa-apa kalau Airyn menjalin hubungan dengan seorang laki-laki yang lebih muda?"
"Tidak, Pa. Tenanglah, tidak mungkin Airyn melakukan hal yang akan merugikan dirinya sendiri. Terlebih lagi, ini demi masa depan nya."
"Baiklah, Papa akan percaya sepenuhnya pada Airyn. Apapun yang terjadi, ini pasti yang terbaik untuknya."
"Benar, Papa. Kita hanya perlu mendukung nya. Apa dia seorang mahasiswa atau sudah bekerja ya?" Tanya Sintia lagi sambil terkekeh. Entahlah, dia sangat antusias mendengar putri nya sudah memiliki kekasih. Dia juga tidak sabar ingin bertemu dengan pemuda istimewa yang berhasil meluluhkan hati seorang Airyn yang terkenal keras kepala dan dingin seperti es batu.
"Papa tebak, mungkin mahasiswa."
"Hmm, Mama kok penasaran ya. Setampan dan seistimewa apa pemuda itu hingga mampu membuat Airyn luluh?"
"Baiklah, nanti akan ada waktu nya Airyn akan datang dan mengenalkan pemuda itu pada kita kan, Pa?"
"Tentu saja, bersabarlah. Untuk sekarang, mungkin saja Airyn masih ingin menikmati masa-masa hubungan mereka, tanpa mengikut campurkan keluarga terlebih dulu." Jawab Jonathan.
"Heemm, kalau memang Airyn sudah memiliki calon nya sendiri, kita jadi tidak perlu repot-repot mencarikan jodoh untuk nya lagi kan, Pa?" Ledek Sintia yang membuat Jonathan terkekeh.
Tujuan dari Jonathan selalu berusaha menjodohkan Airyn pada anak rekan bisnis nya atau anak sahabat nya, dengan kedok hanya berkenalan saja itu hanya untuk membuat Airyn menemukan tambatan hati nya namun cara nya saja yang mungkin salah.
__ADS_1
Airyn adalah perempuan cerdas, cantik dan juga mandiri. Tentu saja dia tidak suka saat di atur-atur seperti ini, karena merasa di kekang oleh orang tua nya. Dia lelah bekerja seharian, di tambah lagi dengan penekanan dari kedua orang tua yang selalu meminta nya untuk berjodoh dengan anak teman bisnislah, anak teman arisan sosialita lah, itu lah, inilah. Dia tidak suka dan memberontak hingga akhirnya dia menemukan pujaan hati nya sendirian tanpa bantuan orang lain.
Sebenarnya, tujuan Jonathan itu baik. Dia ingin Airyn ada yang mendampingi, melindungi dan juga membantu nya mengurus perusahaan. Dia juga menginginkan seorang cucu, di usia Airyn saat ini yang sudah dewasa, dia sudah cocok berumah tangga dan memiliki anak. Tapi Airyn memiliki pemikiran lain, bagi nya sekarang dia hanya perlu fokus untuk mengelola perusahaan, memajukan nya hingga menjadi lebih besar dari sekarang. Hingga dia merasa tidak memiliki waktu untuk urusan cinta-cintaan.
Baginya, jika memang sudah jodohnya maka dia akan datang sendiri seperti Juna sekarang. Dia suka saat pertama kali melihat pemuda itu, karena senyum nya yang memikat. Ya, kesan pertama setelah pertemuan di cafe hari itu adalah Juna sosok pemuda tampan dengan senyum yang memikat, membuat nya candu serta sikap nya yang sopan dan ramah membuat Airyn jatuh cinta pada pandangan pertama.
Keesokan hari nya, Airyn datang ke rumah sore hari. Tentu nya setelah membujuk Arjuna yang merengek manja karena tak mau di tinggalkan, namun dengan segala bujuk rayunya, akhirnya dia luluh juga dan membiarkan Airyn pergi dengan syarat harus sering berkunjung dan juga selalu memberinya kabar, melalui pesan, telepon kalau perlu setiap hari, jam, menit dan detik.
Suasana rumah yang tidak berubah sama sekali, masih sepi, sunyi. Kalau saja orang tua nya tidak mengatakan kalau kedua nya merindukan dirinya, dia akan lebih memilih tinggal di apartemen bersama Juna. Setidaknya disana, ada seseorang yang menyambut nya dengan senyuman manis dan hangat. Sungguh, itu adalah hal yang dia butuhkan dan dia rindukan sekarang.
"Selamat datang kembali di rumah, sayang." Sapa Sintia dengan senyum hangat nya. Kening Airyn mengernyit, dia benar-benar heran dengan sikap sang ibu yang menurut nya sedikit aneh.
"Selamat datang, sayang. Papa merindukan mu.." Jonathan juga menyambut putri nya dengan merentangkan kedua tangan nya, bersiap untuk memeluk tubuh putrinya. Airyn pun tenggelam di dalam pelukan sang ayah, kehangatan yang selama ini sangat dia rindukan.
"Apa kamu tidak ingin memeluk Mama juga, sayang? Mama juga merindukan mu."
"Mama.." Lirih Airyn lalu kedua wanita berstatus ibu dan anak itu pun berpelukan dengan hangat. Enyahkan terlebih dulu perasaan aneh yang dia rasakan, sekarang biarkan Dia menikmati semua kehangatan dari kedua orang tua nya yang sudah cukup lama tidak dia rasakan.
"Kamu kemana saja? Dua minggu tidak pulang ke rumah?"
"Di mana pun yang penting aku nyaman dan baik-baik saja, Ma." Jawab Airyn, dia masih enggan mengatakan kalau selama ini dia tinggal di apartemen bersama Juna. Dia mengetahui seperti apa kedua orang nya, kalau dia berhubungan dengan seseorang pasti akan di selidiki sampai akar dan dia tidak ingin membuat sang kekasih di apartemen merasa tidak nyaman karena di intai oleh bodyguard sang ayah.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻