Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 42 - Masakan Juna


__ADS_3

Juna menurunkan Airyn di atas kasur, wanita itu langsung membenarkan posisi nya dan Juna langsung merangkak menaiki tubuh Airyn. Dia mulai menciumi wajah Airyn, sesekali dia menggigit nya membuat Airyn melayangkan protes pada Juna.


"Yang, sakit dong. Masa di gigit." Rengek Airyn sambil memegangi pipi nya yang di gigit oleh Juna. Pemuda itu hanya terkekeh pelan seolah tanpa dosa, padahal tadi dia sudah menggigit pipi Airyn dengan gemas. Pemuda itu malah menduselkan wajah nya di ceruk leher Airyn dan lagi-lagi, dia menggigit leher Airyn hingga meninggalkan bekas kemerahan disana. 


"Sshhh, sayang.."


"Hmm, kenapa?"


"Justru kamu yang kenapa? Suka banget gigitin aku." Rajuk Airyn yang membuat Juna tersenyum kecil.


"Pipi kamu gemesin, leher kamu terlalu polos. Makanya aku kasih corak, sayang." Jelas Juna membuat Airyn mendelik sebal, tapi Juna langsung menangkap wajah cantik Airyn dan mencium bibir nya dengan mesra. 


Airyn mengalungkan kedua tangan nya di leher Arjuna, dia juga membalas ciuman Juna tak kalah liar nya. Terkadang, tangan besar Juna merayap mencari pegangan hidup nya, dia memainkan nya dengan gemas, sesekali dia memelintir buah ceri di puncak bukit itu membuat Airyn bergerak tak karuan.


"Yang.."


"Ada apa?" Tanya Airyn, dia menatap Juna dengan kecewa. Dia sedang menikmati perbuatan pemuda itu di tubuh nya, tapi tiba-tiba saja Juna berhenti. 


Juna pun menatap Airyn dengan tatapan sendu, sungguh bermain-main dengan Airyn seperti ini membuat nya kehilangan kendali, dia takut kalau dia akan merusak Airyn meskipun pada kenyataan nya dia sudah merusak Airyn. 


"Kita sudahi.."


"Kenapa? Apa aku terlalu berisik atau terlalu banyak bicara? Kamu tidak suka berciuman dengan ku, atau apa?" Tanya Airyn membuat Juna menggelengkan kepala nya. Bukan itu maksud nya, dia suka. Dia selalu suka saat mereka berciuman, tapi dia tidak mau terjadi hal yang tak di inginkan kalau semisal mereka melanjutkan semua nya.


"Tidak, bukan begitu. Tolong jangan salah paham, sayang." 


"Lalu?" Tanya Airyn lagi membuat Arjuna mengusap wajah nya dengan kasar, dia bangkit dari tubuh Airyn dan duduk di sisi ranjang. Airyn juga beranjak dari tiduran nya, dia merapikan kancing kemeja nya yang tadi sempat di buka dan di acak-acak isi nya oleh Juna.


"Aku tidak ingin kebablasan, sayang."


"Hah?"


"Kamu pikir dengan semua yang kita lakukan itu, tidak membuat aku tegang?"

__ADS_1


"Jadi karena itu?"


"Iya, maaf.."


"Haha, sayang. Kamu ini kebiasaan, kalau mau ya aku sih ayo-ayo aja." Jawab Airyn di luar dugaan, membuat Juna membulatkan kedua mata nya.


"A-apa maksudmu, sayang?"


"Kamu mau lebih dari sekedar ciuman, bukan? Ayo.."


"Tidak, sayang.."


"Kenapa? Kamu tidak tergoda dengan tubuhku?"


"Aku tidak ingin merusak mu, itu saja." Jawab Juna membuat Airyn terkekeh pelan.


"Itu tidak bisa disebut merusak kalau kita melakukan nya atas dasar mau sama mau, sayang." 


"Tidak tidak, sudahlah. Lebih baik aku masak dulu, kamu mandi dulu sana." Ucap Juna, dia beranjak dari duduk nya lalu pergi keluar dari kamar dan menutup kembali pintu nya.


Airyn pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya, setelah selesai dia pun keluar dari kamar dan pergi ke dapur. Disana ada Juna yang sedang fokus dengan makanan nya di teflon, entah sedang memasak apa.


"Dor.."


"Eehhh, ayam-ayam.." latah Arjuna yang membuat Airyn tertawa. 


"Isshh, kamu ini jahil sekali. Kamu ini kenapa suka banget isengin aku sih?"


"Kamu juga suka banget gigitin aku tuh, lihat ini. Belum lagi di dada, berjejer rapi. Itukan ulah kamu." Jawab Airyn sambil mencebikan bibir nya, membuat Juna tertawa.


"Jangan di gituin bibir nya, sayang. Mau aku gigit gak bibir nya?" Tanya Juna sambil menaik turunkan alis nya dengan genit, belum lagi senyum nya yang terlihat sangat menggoda.


"Aku gak beginiin bibir juga, kamu doyan banget gigit bibir aku." Jawab Airyn membuat Juna tergelak.

__ADS_1


"Haha, ngenes nih cerita nya?" 


"Enggak kok, aku malah suka. Hehe." Jawab Airyn membuat Juna mengacak rambut sang kekasih dengan gemas.


"Yuk makan, udah laper kan?" Tanya Juna. Airyn menganggukan kepala nya, dia melihat sepiring besar udang dan cumi-cumi dengan saus berwarna merah masih mengepul di depan nya, aroma nya membuat perut nya seketika berdemo saat ini. Juna memang pintar memasak, kenapa dia tidak melamar kerja sebagai chef ya? Malah menjadi waiters.


"Enak gak?"


"Banget, ini enak banget. Masakan kamu mah semua nya juga enak, sampai kadang-kadang aku heran sama kamu, kenapa kamu bisa memasak makanan seenak ini." 


"Hehe, kamu terlalu berlebihan memuji ku, sayang. Aku hanya memasak sesuai dengan kemampuan ku saja."


"Kenapa kamu gak ngelamar kerja jadi chef, kenapa malah jadi waiters?" Tanya Airyn membuat Juna tersenyum kecil.


"Kemampuan ku masih jauh untuk bisa bersaing dengan orang sekelas chef di restoran, sayang. Lagi pun, aku tidak terlalu suka bekerja lama-lama di dapur." Jawab Juna membuat Airyn terkekeh pelan.


"Baiklah, kamu jadi chef khusus buat aku aja ya?"


"Siap cantik ku, aku bakalan sering-sering masakin buat kamu. Kamu suka kan?" Tanya Juna sambil tersenyum manis, hingga kedua mata nya menyipit seperti bulan sabit. 


"Suka sekali, sayang. Terimakasih, kamu memang yang terbaik."


"Kamu juga yang terbaik buat aku, sayang." Jawab Juna, kedua nya pun saling melempar senyuman dengan tatapan hangat penuh cinta, lalu melanjutkan acara makan malam mereka dengan lahap, terutama Airyn. Dia selalu menyukai apapun yang di masak oleh Juna, termasuk saat ini. Baginya, semua yang di masak oleh Juna selalu enak dan cocok di lidah nya.


Seperti biasa, Airyn membereskan meja dan mencuci piring juga peralatan yang di pakai Juna untuk memasak, setelah itu kedua nya akan menonton televisi yang menayangkan sebuah drama kesukaan Juna. Selama ini, dia hanya bisa menonton drama ini lewat ponsel karena di rumah kontrakan nya, dia tidak memiliki televisi. 


Ohh iya, omong-omong tentang kontrakan, Juna sudah keluar dari kontrakan itu beberapa hari setelah pemuda itu memutuskan pindah ke apartemen sesuai dengan keinginan Airyn. Dia juga sudah membawa barang-barang miliknya dari sana, Juna juga sudah berpamitan pada ibu kost nya. 


Disaat sedang asyik-asyiknya menonton televisi sambil bermanja-manja di pangkuan sang kekasih, tiba-tiba saja ponsel milik Juna berdering cukup nyaring. 


"Mamak.." Lirih Juna, sedangkan Airyn hanya menyimak saja.


"Hallo, Mak. Ada apa?"

__ADS_1


.....,


🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2