
Arjuna menyandarkan kepala nya di sandaran kursi, kepala nya terasa pusing. Sedari tadi dia belum beristirahat, niat nya ingin bekerja dan mengerjakan beberapa berkas lagi agar nanti dia bisa pulang tepat waktu. Dia paling malas untuk lembur, karena tak bisa bertemu dengan istrinya atau bermanja-manja dengan nya terlebih dulu sebelum tidur.
Juna memijat pelipis nya yang terasa sakit, pemuda yang kini berstatus suami dan sebentar lagi akan menjadi seorang ayah itu pun memejamkan kedua mata nya. Rasanya benar-benar pusing.
Cekleekk..
Pintu terbuka namun Juna belum menyadari nya. Seorang wanita bertubuh jangkung masuk dengan anggun nya, pakaian yang bisa di bilang kurang bahan itu membalut tubuhnya yang indah. Meskipun dia sedang mengandung saat ini, tapi bentuk tubuhnya tidak berubah sama sekali. Masih tetap indah seperti model.
"Sayang, kok tidur sih? Ini kan jam kerja." Tanya nya. Wanita itu meletakkan wadah makanan di atas meja. Juna membuka kedua mata nya dengan perlahan, dia melihat istrinya tengah tersenyum kepadanya.
"Lho, sayang. Kok kamu disini?" Tanya Juna sedikit terkejut.
"Hehe iya, aku mau makan siang sama kamu. Barusan aku habis jemput Nana di sekolah, terus masak buat kamu. Tadinya aku mau bawa Nana sekalian jalan-jalan, tapi aku khawatir kalau itu bakalan ganggu kerjaan kamu, sayang." Jelas Airyn sambil berjalan mendekat ke arah kursi kebesaran yang di duduki Juna.
Dulu, kursi ini adalah milik Airyn sebelum akhirnya Juna menggantikan posisi nya karena Airyn hamil dan mengalami gejala morning sickness yang parah. Tapi setelah dia sembuh, dia malah merasa nyaman di rumah dan akhirnya memutuskan untuk resign sampai waktu yang tak bisa di tentukan.
"Kemarilah, duduk disini baby.." Ucap Juna sambil menepuk paha nya, meminta Airyn untuk duduk disana. Dengan senang hati, Airyn duduk di pangkuan suaminya. Dia melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh sang suami dengan manja.
Juna langsung memeluk posesif pinggang ramping istrinya, dia segera menduselkan kepala nya di ceruk leher Airyn dan mengendus nya. Cara ini sangat ampuh untuk menghilangkan rasa lelah yang Juna rasakan.
"Capek ya?" Tanya Airyn sambil mengusap-usap kepala belakang Arjuna.
"Hmmm.." Arjuna hanya menjawab dengan deheman. Dia sedang fokus mengendus aroma tubuh Airyn yang menguar lembut dan membuatnya candu.
"Mau vitamin dulu gak?" Tawar Airyn, dia melirik jam tangan yang melingkar di tangan suaminya. Masih ada waktu satu jam sebelum makan siang.
__ADS_1
"Vitamin?"
"Iya, mau gak?"
"Disini, yang?" Tanya Juna sambil mengernyitkan kening nya.
"Ya disini, atau mau ke hotel dulu?"
"Gak usah deh, hotel kan agak jauh dari sini, yang."
"Yaudah, yuk. Mau?"
"Mau banget, kebetulan lagi pengen. Semalem kan gak dapet vitamin." Jawab Juna sambil tersenyum. Tangan nya mulai nakal meraba-rabaa tubuh Airyn yang berada di pangkuan nya.
"Suruh siapa langsung tidur? Di tinggal ke kamar mandi, pas aku balik kamu nya udah tidur."
"Aku gak tega, soalnya kamu kelihatan nyenyak banget. Assshhhh, pelan-pelan dong, sayang." Airyn meringis ketika Juna menggigit puncak buah kenyal nya. Kebiasaan Juna tidak berubah, dia sangat suka menggigit putting susu milik Airyn.
"Hehe, enak sayang."
"Jangan keras-keras, nanti luka itunya."
"Iya, maaf ya. Habisnya gemesin." Jawab Juna, dia pun menyusu seperti bayi di dada Airyn, tangan nya juga tidak tinggal diam begitu saja, dia menyibak pelan dress yang di kenakan sang istri dan menyusupkan tangan nya ke dalam milik Airyn lalu memainkan nya.
"Aaahhhh, sayang. Enak banget." Ucap Airyn dengan mata yang terpejam, dia menikmati apapun yang di lakukan oleh Suaminya. Juna memang paling bisa membuat nya tergila-gila akan sentuhan nya, dia selalu menyentuhnya dengan lembut tapi mampu membangkitkan gairaahnya.
__ADS_1
Juna mendongakan kepala nya, lalu bergantian melumaat bibir Airyn dengan lembut namun menuntut untuk ke arah yang lebih lagi. Airyn bisa dengan cepat mengimbangi permainan Arjuna, karena dia sudah terbiasa dengan sentuhan yang selalu membuatnya menggila.
Juna memasukkan satu jari nya dan mengusap area sensitif milik Airyn yang membuat Airyn semakin kelojotan saking nikmatnya, dia merapatkan tubuhnya hingga nyaris tanpa jarak di antara keduanya.
"Aaahhhh.." Airyn mendesaah tertahan saat tangan sang suami mulai keluar masuk disana.
"S-sudah, aku gak suka pake jari, sayang. Aku mau yang lebih besar." Ucap Airyn dengan nafas yang tersengal.
"Mau yang lebih besar, hmm?"
"Yes."
"Oke, kamu akan mendapatkan nya." Jawab Juna. Dia tersenyum menyeringai, lalu menahan pinggang Airyn untuk menurunkan celana kerja nya. Dia membuka ikat pinggang nya, lalu kancing dan terakhir resleting nya.
"Mau pakai gaya apa, sayang?" Tanya Juna sambil menarik turun segitiga berwarna hitam berenda itu.
"Aku manut saja, sayang."
"Berdirilah." Pinta Juna. Airyn pun menganggukan kepala nya. Dia pun beranjak dari duduknya, lalu berdiri. Juna menekan punggung Airyn hingga tubuh nya menempel dengan meja kerja, Juna membuat tubuh Airyn sedikit nunggiing untuk memudahkan dirinya memasuki sang istri.
Dengan perlahan, Juna mendorong senjata nya hingga akhirnya dia tak tahan dan segera mendorong lebih kuat hingga berhasil masuk sepenuhnya. Airyn membulatkan matanya, rasanya sangat penuh dan sesak padahal ini bukan pertama kalinya mereka melakukan penyatuan dalam posisi ini.
"Aaarghhhh, sayang.." Jerit Airyn saat Juna mempercepat gerakan maju mundur nya.
Suasana di dalam ruangan itu terasa panas, seiring dengan hentakan yang di lakukan oleh Juna. Dia berkeringat seolah sedang berolahraga. Dia memang sedang berolahraga, ya olahraga naik kuda-kudaan.
__ADS_1
.......
🌻🌻🌻🌻🌻