
"Cobain yang ini deh, Mak. Kayaknya cocok deh.." Ucap Monica sambil memperlihatkan pakaian one set untuk besan nya itu, Mirna tersenyum canggung. Pasalnya, di dalam keranjang sudah ada beberapa pakaian yang di belikan oleh Monica yang sekiranya cocok untuk besan nya.
"Ini sudah cukup banyak, tidak perlu membeli lagi."
"Lho kenapa? Mamak gak suka ya?"
"Bukan begitu, tapi rasanya tidak enak jika saya di belikan pakaian sebegini banyaknya."
"Gak usah merasa begitu, kita kan besanan sekarang. Kita keluarga, gak usah merasa gak enak." Ucap Monica sambil tersenyum. Dia menepuk pelan pundak Mamak Mirna.
"Terimakasih, Mom."
"Tidak perlu sungkan, jangan bicara formal seperti itu. Kita keluarga, bicara sebiasanya saja." Jawab Monica lagi. Dia pun memasukkan pakaian yang dia tunjukkan tadi ke dalam keranjang yang di pegang oleh Mamak.
"Mom, ini.."
"Tidak ada penolakan, ayo beli lagi pakaian buat Nana." Ajak Monica sambil menarik lembut tangan Mamak Mirna.
Mirna hanya bisa mengikuti besan nya itu. Monica terlihat sangat antusias memilihkan pakaian untuk Nana. Setelah mendapatkan cukup banyak, Monica pun membayarnya menggunakan kartu miliknya. Mirna hanya bisa menatap Monica dengan tatapan penuh arti, sungguh dia merasa sangat beruntung karena bisa mengenal keluarga sebaik ini.
"Makan yuk? Udah siang lho ini. Mamak laper gak?" Tanya Monica.
"Tapi anak-anak gimana, Mom?"
"Nanti aku telepon, yuk kita cari restoran atau Mamak mau makan apa? Barangkali ada makanan yang ingin Mamak coba." Tanya Monica sambil tersenyum.
"Gak usah malu-malu atau canggung, yuk.." Ajak Monica lagi.
"Itu lho, pengen makan mie yang ada kuahnya."
"Mie? Ramen?" Tanya Monica.
"Hehe iya, kayaknya enak. Mamak pernah lihat di televisi, terus di makan nya pakai sumpit." Jawab Mamak sambil tersenyum kecil.
__ADS_1
"Yaudah, ayo kita makan ramen. Kebetulan aku punya restoran ramen langganan yang enak." Ajak Monica lagi. Lagi-lagi, tanpa ragu sama sekali dia menggandeng tangan besan nya menuju ke restoran ramen yang dia maksud.
"Disini?" Tanya Mamak saat Monica mengajak nya makan di sebuah restoran mahal. Terlihat dari banyaknya orang-orang yang mengenakan pakaian hedon masuk kesini.
"Iya, disini ramen nya enak lho. Ayo masuk, jangan melihat ke sekitar ya." Ucap Monica. Bukan apa-apa dia mengatakan hal demikian, dia takkan terbiasa jika melihat tatapan-tatapan orang disana.
Monica menggandeng tangan Mirna, keduanya melangkah dengan perlahan lalu Monica memilih untuk duduk di meja privat yang ada di bagian atas.
"Nyaman ya restoran nya, luas sekali.."
"Iya kan? Sejuk juga, yang terpenting bersih." Jawab Monica sambil tersenyum.
"Aku telpon Airyn sama Juna juga, biar nyusul kesini." Ucap Monica lagi sambil tersenyum kecil. Mamak Mirna pun hanya menganggukan kepala sebagai jawaban untuk mengiyakan ucapan Monica. Wanita itu mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru ruangan yang terasa sangat nyaman, juga sejuk karena menggunakan AC, tentu saja.
"Airyn, Mamak sama Mommy di restoran ramen yang biasa. Nanti kalau udah selesai nyusul kesini, kita makan ya.."
'Iya, Mom. Ini Airyn sama Juna mau kesana sekarang, kebetulan Nana juga udah selesai main.' Jawab Airyn.
"Yaudah, hati-hati kesini nya. Jalan nya pelan-pelan aja." Peringat Monica. Airyn menjawab mengiyakan, setelah itu panggilan pun selesai.
"Mamak sama Mommy dimana, yang?" Tanya Juna.
"Di restoran ramen langganan katanya, kita kesana yuk? Aku mendadak pengen makan ramen, hehe." Jawab Airyn sambil tersenyum kecil. Juna menganggukan kepala nya, lalu mengacak pelan puncak kepala sang istri dengan gemas.
"Kakak cantik.." panggil Nana dengan suara kecilnya.
"Iya, sayang. Kenapa?"
"Nana mau es krim, Kak. Boleh gak?" Tanya Nana dengan tatapan lucu nya, membuat Airyn gemas.
"Kamu gampang filek, Na. Jangan makan es krim." Jawab Juna.
"Tapi Nana pengen makan es krim.
__ADS_1
"Yaudah, ayo kakak cantik belikan. Tapi satu aja ya? Jangan banyak-banyak, nanti kamu sakit." Ucap Airyn dengan lembut.
"Yeee, makasih Kakak cantik. Nana sayang sama kakak cantik." Nana terlihat kesenangan saat Airyn mengabulkan keinginan nya.
"Yaudah, ayo beli es krim dulu sebelum makan ramen." Airyn pun menggandeng tangan mungil adiknya, lalu mengajaknya untuk membeli es krim.
"Nana mau es krim rasa apa?"
"Coklat sama vanilla, kak."
"Oke." Jawab Airyn, dia pun memesankan nya. Setelah mendapatkan nya, mereka pun langsung menyusul ke restoran ramen.
Mereka pun sampai di ruangan VIP, Airyn dan Juna langsung duduk di kursi yang masih kosong, sedangkan Nana memilih untuk duduk di pangkuan sang ibu sambil memakan es krim nya dengan lahap.
"Belum makan tapi udah makan es krim, hati-hati kamu sakit perut, sayang." Ucap Monica sambil tersenyum menatap Nana yang terlihat sangat lucu dan menggemaskan. Melihat Nana, seolah dia melihat Airyn saat masih kecil.
"Belum pesan, Mom?"
"Belum, sengaja nungguin kalian." Jawab Monica.
"Yaudah, ayo pesen. Kebetulan Airyn udah laper." Ucap Airyn sambil tersenyum. Monica pun memberikan buku menu nya, ternyata ada banyak jenis ramen dengan berbagai macam jenis kuah kaldu.
"Kamu mau yang mana, sayang?" Tanya Airyn pada suaminya.
"Aku mana ngerti beginian, yang. Terserah kamu aja deh, samain." Jawab Arjuna sambil terkekeh. Dia mana tahu begituan, tidak tahu apapun bagaimana rasanya.
"Yang ini, kayaknya enak deh."
"Terserah ayang aja, aku gak tahu, hehe." Jawab Arjuna.
"Kalau Mamak, mau yang mana?" Tanya Airyn lagi pada mama mertua nya.
"Samain aja, tapi jangan yang pedes. Mamak gak bisa makan yang pedes, gak kuat lambung nya." Jawab Mamak sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya, Mak." Airyn pun memesankan ramen dan semuanya pun makan dengan lahap.