Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 58 - Butuh Bukti


__ADS_3

Sedangkan di kantor, Airyn terlihat sedang sangat sibuk. Hingga dia tidak menyadari kalau ponsel nya itu mati karena kehabisan daya dan dia lupa membawa charger. Dia terlalu fokus bekerja, hingga melupakan semua nya. Ya, inilah mode Airyn kalau sudah fokus bekerja dia akan melupakan apapun. Itulah yang seringkali membuat kedua orang tua nya khawatir, begitu juga Maudy. 


Dia juga ikut lembur menemani Airyn, mana tega dia meninggalkan wanita itu bekerja sendirian malam-malam begini kan? Meskipun aman karena perusahaan ini di penuhi oleh banyak sekali petugas keamanan, namun tetap saja Airyn pasti akan kesepian kalau tidak di temani oleh Maudy. Lagipun, Maudy juga masih memiliki banyak pekerjaan yang belum di selesaikan, jadi dia memiliki alasan lain selain ingin menemani Airyn lembur. 


"Dyy.." Panggil Airyn membuat Maudy mendongak dan menatap wajah Airyn dengan tatapan heran nya.


"Iya, Nona. Ada apa?"


"Besok, carikan motor dong."


"Motor? Untuk apa, Nona? Anda kan sudah memiliki mobil sendiri." Jawab Maudy. 


"Buat Juna, kasian dia nebeng terus sama temen nya. Kalau punya motor sendiri kan, dia gak bakalan nebeng terus." Jelas Airyn membuat Maudy mengangguk-anggukan kepala nya mengerti, tadinya dia ingin melayangkan protes pada Airyn, karena menyangka kalau wanita itu ingin membeli motor untuk dirinya sendiri. 


"Motor seperti apa, Nona?"


"Aku tidak tahu, Dyy. Makanya aku minta kamu cariin yang sesuai buat Juna."


"Motor gede gitu apa gimana?"


"Yang enak buat boncengan kayak gimana? Aku gak tau lah, Dyy. Aku gak paham motor, suami kamu ngerti kali. Ajakin dia aja." Pinta Airyn membuat Maudy segera mengiyakan saja permintaan Airyn. Percuma juga kalau dia menolak, ujung-ujungnya pasti Airyn yang turun tangan sendiri. Lalu, guna nya dirinya sebagai asisten tuh apa kalau begitu?


"Baik, besok saya akan pergi ke dealer, Nona."


"Hmm, kalau menemukan motor yang bagus, foto kan dulu biar aku lihat dulu. Kalau aku oke, lalu kirim ke apartemen ya, Dyy." Jelas Airyn membuat Maudy segera menganggukan kepala nya. 


"Baik, Nona."


"Ayo kerja lagi, biar cepet pulang." Ajak Airyn. Maudy dan Airyn pun segera kembali melanjutkan pekerjaan nya yang selalu saja menumpuk seperti tidak ada habis nya. 

__ADS_1


Di restoran, Juna malah bengong saja. Pikiran nya kalut karena dia memikirkan Airyn yang sampai saat ini tidak ada kabar juga, bahkan nomor nya juga masih belum aktif juga. Itu membuat Juna khawatir, dia takut terjadi sesuatu pada sang kekasih. 


"Jun, kok bengong aja? Kenapa?"


"Cewek gue gak ada kabar, Dik. Worry gue, takut banget dia kenapa-napa." Jawab Juna lirih, sambil mengusap wajah nya dengan tangan. 


"Sabar, mungkin cewek Lo sibuk, Jun. Terus ponsel nya habis batre, positif thinking aja." Ucap Dika sambil menepuk pundak Juna pelan.


"Gak biasa nya dia gini, Dik. Biasa nya dia tuh kalo ada apa-apa pasti izin dulu, pasti bilang dulu mau itu, mau ini, Dik. Ini malah gak ada ngirim pesan, padahal biasa nya dia ngespam kalo gue telat bales." Cerocos Juna membuat Dika tersenyum. Seperti nya, Arjuna memang sudah sangat mencintai wanita bernama Airyn itu. Hingga dia bisa seperti ini padahal tidak biasa nya Juna banyak bicara seperti ini. 


"Positif thinking aja, Jun. Lo yakin kan sama cewek Lo?"


"Iya, gue yakin sama dia."


"Yaudah, jangan berpikiran macem-macem. Nanti juga dia ngasih kabar, udah jangan bengong. Kita lap meja, bentar lagi kita balik." Ajak Dika. Juna pun beranjak dari duduk nya dengan membawa alat kebersihan seperti biasa. 


"Gue nebeng Lo ya, Dik?"


"Iyee, numpang punya cewek gue." Jawab Juna jujur. Meskipun Airyn telah memberikan apartemen itu untuk nya, tapi Juna tidak seolah-olah dia senang mendapatkan hal itu karena dia masih sadar diri. 


"Wahh gilee, tajir melintir berarti cewek Lo ya, Jun?"


"Dia punya perusahaan gede banget, Dik. Minder gue kalo deketan sama dia." Jelas Arjuna sambil mengelap meja.


"Gak usah minder, justru Lo tuh harusnya ngerasa beruntung bisa kenal sama tuh cewek. Dia cewek baik-baik yang gak nilai cowok dari kerjaan atau keadaan ekonomi." Ucap Andika membuat Juna menganggukan kepala nya. Airyn memang wanita yang baik, selain cantik wajah nya, hatinya juga cantik. 


Juna merasa sangat beruntung karena bisa di cintai oleh wanita sehebat Airyn, entah amalan seperti apa dia di masa lalu hingga bisa seberuntung ini karena memiliki seorang Airyn di samping nya.


Keesokan pagi nya, Juna masih belum mendapatkan kabar dari sang pujaan hati, itu membuat suasana pagi nya berantakan. Bahkan, Juna jadi uring-uringan hanya karena tidak di beri kabar oleh Airyn. Jadi, lagi ini dia hanya bermalas-malasan di atas ranjang, karena dia akan masuk kerja nanti siang. 

__ADS_1


"Ayang kemana ya? Kok gak ada kabar sampai sekarang. Gak mungkin kalau dia bosan sama aku kan?" Gumam pemuda itu sambil menatap langit-langit kamar nya. 


Tapi saat ini, Airyn sudah berada di depan unit apartemen milik nya. Wanita itu membuka pintu dengan menggunakan card acces yang dia miliki. Wanita itu masuk dengan senyum manis nya, berharap dia akan di sambut oleh aroma masakan yang di buat oleh Juna. Namun ternyata tidak, suasana Apartemen saat ini sangat sepi. 


"Juna kemana ya? Apa mungkin saat ini dia masih tidur?" Gumam wanita itu. Dia pun meletakan tas miliknya di sofa, juga blazer nya. Lalu menaiki tangga menuju kamar yang ada di lantai atas, wanita itu pun membuka pintu kamar dan melihat Juna masih bergulung di atas ranjang. 


"Lho, sayang. Kamu belum bangun?" Tanya Airyn yang membuat Juna berbalik. Dia menatap sang kekasih dengan tatapan penuh arti lalu beranjak dari tiduran nya. 


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?"


"Iya, aku baik-baik saja. Memang nya kenapa, sayang?" 


"Kemana aja kamu hmm? Semalem gak ngasih kabar, kamu dah bosan sama aku atau bagaimana?" Tanya Juna membuat Airyn terkejut. Dia lupa semalam tidak mengabari kekasih nya. 


"Astaga, sayang. Maaf aku lupa saking fokus nya kerja di kantor, terus ponsel aku habis daya kayaknya." Jelas Airyn membuat Juna terdiam. Dia hanya menatap Airyn dengan tatapan kesal yang bercampur khawatir.


"Sayang, maaf dong.."


"Enggak, aku marah sama kamu." Rajuk Juna sambil bersedekap dada. Dada bidang nya terekspos jelas karena kebiasaan Juna tidak pernah memakai pakaian jika tidur, dia juga tidak terbiasa tidur mengenakan celana panjang. Juna hanya mengenakan celana boxer saja untuk menutupi aset pribadi nya. 


"Yang, sekali lagi aku minta maaf.."


"Kamu tau gak, aku khawatir setengah mati gara-gara gak ada kabar dari kamu. Aku takut kamu kenapa-napa, aku juga takut kamu berpaling dari aku!"


"Astaga, kok bisa kamu berpikiran kesana, sayang? Mana ada aku berpaling sama kamu, aku cinta sama kamu."


"Aku butuh bukti." Jawab Juna sambil memalingkan wajah nya.


"Oke, aku akan memberikan keperawaanan ku sebagai bukti kalau aku memang mencintai kamu, sayang."

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2