
Airyn membuka pintu apartemen menggunakan card acces yang dia miliki, wanita itu masuk ke dalam apartemen, saat masuk ke dalam, sudah tercium aroma masakan yang enak membuat perut nya meronta-ronta. Wanita itu meletakan tas dan juga blazer nya di sofa yang ada di ruang tamu, lalu pergi ke arah dapur. Dia yakin kalau sang kekasih ada disana sekarang, dia sedang memasak mungkin.
Wanita cantik itu tersenyum manis saat melihat punggung kokoh sang kekasih itu membelakangi nya. Dia sangat fokus dengan masakan nya hingga dia tidak menyadari kalau Airyn sudah datang.
Dengan perlahan, wanita itu mendekat dan segera memeluk pinggang Arjuna dari belakang. Membuat sang pemilik raga terlonjak kaget hingga menjatuhkan sodet yang sedang dia gunakan untuk mengaduk masakan nya.
"Astaga.."
"Hehe, kaget ya?" Tanya Airyn dengan senyum menggoda nya, Juna membalikan tubuh nya, tak lupa mematikan kompor terlebih dulu. Dia yakin, pelukan ini hanya permulaan saja sebelum mereka berlanjut ke arah yang lebih mesra nanti nya.
"Banget, kenapa gak manggil aku?"
"Gapapa dong, seneng aku ngejutin kamu." Jawab Airyn sambil tersenyum manis. Juna membingkai wajah cantik sang kekasih lalu mencium bibir Airyn tanpa aba-aba terlebih dulu, namun Airyn dengan sigap membalas dan menerima ciuman mesra itu tak kalah brutal nya. Inilah yang dia rindukan dari Juna, dia selalu bisa membuat nya kelimpungan.
Juna melumaat dan memaguut bibir atas bawah Airyn dengan lembut, wanita itu juga membalas nya dengan hal yang sama seperti yang Juna lakukan. Dia memeluk pinggang Arjuna dengan erat, sesekali juga meremaas kaos yang di kenakan oleh sang kekasih, sedangkan tangan Juna sudah bermain kemana-mana dan Airyn membiarkan nya saja.
Lagi-lagi, dia suka saat tangan besar Juna menjamah tubuh nya. Gila bukan? Biarlah, dia juga yang merasakan keenakan dan tak ada salah nya juga bagi Airyn untuk menyenangkan hati Arjuna untuk memperbaiki mood nya yang berantakan karena sedari semalam Juna uring-uringan karena merindukan Airyn dan pagi ini dia melampiaskan nya.
"Eungg.." Airyn melenguuh pelan, dia juga menepuk pelan dada bidang sang kekasih, Juna yang paham dengan kode dari sang kekasih pun melepaskan ciuman nya, membuat benang saliva tercipta di antara kedua nya dan jatuh di dagu Airyn. Dengan cepat, Juna mengusap nya dengan ibu jari besar nya. Dia juga mengusap bibir kemerahan Airyn yang mengkilat karena pertempuran liur itu.
"Cantik, kamu kok bisa cantik gini sih?" Tanya Juna sambil menuntun Airyn untuk duduk di pangkuan nya. Airyn menurut dan duduk di pangkuan sang kekasih, dia juga melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh Juna. Tangan besar pria itu juga melingkar posesif di pinggang ramping Airyn.
"Gak tau tuh, sayang."
"Gemesin, boleh aku cium lagi gak? Kebetulan nih, aku juga belum minum susu. Hehe."
"Modus kamu, yang."
__ADS_1
"Lah kok modus sih? Seriusan lho, aku belum minum susu. Boleh gak nyusu dulu?" Tanya Arjuna dengan tatapan berkabut nya, Airyn bisa menebak kalau saat ini Arjuna sedang menahan gairaah nya, karena pria itu juga menatap nya seperti itu saat malam itu dia tiba-tiba saja datang bulan padahal dia sudah berjanji untuk menampung bibit unggulan Arjuna di rahim nya. Yang membuat Juna mojok di kamar mandi selama setengah jam, untuk menidurkan adik kecilnya yang terus saja meronta.
"Boleh, buka aja."
"Tapi, nanti kemeja nya kusut gimana?"
"Gapapa, sayang. Orang-orang gak bakalan liat aku dari kemeja yang kusut, udah kalau kamu mau susu ya buka aja. Puas-puasin dulu, nanti malem aku belum tentu bisa kesini lagi, sayang."
"Kok gitu sih?"
"Ya, aku gak enak aja kalau semisal aku gak pulang lagi ke rumah padahal aku sama orang tua aku baru aja baikan."
"Hmm, jadi malam ini kita gak bisa tidur bareng lagi, Bby?"
"Maaf ya?" Ucap Airyn sambil mencubit gemas hidung bangir Arjuna lalu mengecup nya dengan mesra.
"Jangan cemberut gitu, ayo cepet. Katanya mau susu, jam sembilan aku harus udah di perusahaan, sayang." Jawab Juna. Akhirnya, mau tidak mau Juna pun segera melakukan kegiatan kesukaan nya yaitu menyusu seperti bayi di dada Airyn yang besar, kenyal dan padat. Bahkan sekarang, ukuran dada Airyn bertambah seperti nya karena braa nya agak terasa sedikit sesak sekarang.
"Ini kok makin gede ya, Bby?" Tanya Juna di sela kegiatan mengasyikan nya.
"Gimana gak gede, kamu aja kerjaan nya mainin itu mulu." Jawab Airyn sedikit ketus membuat Juna terkekeh pelan.
"Ohh, begitu ya? Pantesan." Ucap Juna, dia tersenyum penuh kebanggaan. Bangga karena apa? Dia merasa bangga karena berhasil membuat buah kenyal sang kekasih itu semakin membesar dan membuat nya semakin menggemaskan. Gemoy sekali pokoknya, buah itu terlihat sangat montok sekarang. Suka? Jelas saja, dia sangat menyukai buah kenyal itu. Bagian itu adalah bagian kesukaan nya, dia suka berlama-lama disana.
"Sayang.."
"Iya, kenapa ganteng?"
__ADS_1
"Gemes, boleh di gigit kan?"
"Jangan dong, sakit."
"Di merahin boleh?"
"Iya, boleh. Di ukir aja sesuka kamu, sayang. Kalau disini aman, gak bakalan keliatan. Beda sama di leher." Jawab Airyn sambil tersenyum, tentu saja jawaban wanita itu membuat senyum manis pemuda itu tersungging manis karena dia suka dengan jawaban sang kekasih.
Juna pun menyesap bulatan lemak itu hingga meninggalkan bekas kemerahan yahh tersebar di beberapa titik yang membuat bagian itu terlihat seperti terkena alergi, terdapat bercak-bercak kemerahan yang berjejer rapi karena perbuatan Juna. Tapi sedikit pun, Airyn tidak protes sama sekali karena dia suka. Apapun yang di lakukan oleh Juna, dia pasti menyukai nya. Bucin memang.
"Aaah, kenyang.." Ucap Juna. Setelah hampir satu jam dia menyusu di dada Airyn hingga membuat puncak kemerahan milik wanita itu terasa kebas seketika.
"Emang iya? Bikin kenyang bagian mana nya?"
"Kepo.." jawab Juna dengan senyum jahil nya, membuat bibir Airyn mencebik. Namun, wanita itu tidak menyadari kalau hal itu ternyata mampu membuat Juna gemas dan pasti tahu lah apa yang terjadi pada bibir Airyn. Apa? Tentu saja di sosor oleh Juna.
"Sayang, udahan.." Pinta Airyn dengan nafas yang tersengal-sengal seperti seolah dia habis di kejar sapi. Tapi nyata nya dia tidak beranjak dari duduknya sama sekali, dia masih duduk di pangkuan Arjuna.
"Yaudah, ayo makan. Aku bikin udang saus lada hitam lho buat kamu."
"Serius?"
"Iya cantik ku." Jawab Arjuna. Akhirnya, kedua nya pun menyudahi aksi cium mencium nya dan makan dengan lahap. Tentu nya dengan di bumbui kemesraan ala sepasang kekasih yang tengah di mabuk asmara.
.......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1