Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 41 - Kebahagiaan Airyn


__ADS_3

"Yang, udah dong marahan nya. Jangan diemin aku kayak gini, aku gak suka." Bujuk Arjuna sambil menggerak-gerakkan tangan sang kekasih, tapi Airyn hanya diam saja. Tidak mengatakan apapun sama sekali, bahkan dia tidak melirik sedikit pun ke arah Juna.


"Yang.."


"Isshh, kok malah diem aja sih." Tanya Juna, saat ini mereka sudah berada di apartemen. 


"Ayang, bicara dong. Jangan diem terus, aku gak enak di diemin gini sama Ayang." 


"Yang.."


"Apa sih? Berisik amat." Ucap Airyn akhirnya, sungguh dia tidak bisa marah lama-lama pada Juna karena dia terlalu menggemaskan, apalagi cara nya membujuk nya. 


"Nah, akhirnya ayang bicara juga."


"Apa?"


"Maaf, yang."


"Aku gak butuh."


"Yang plis jangan marah-marah dong.." Ucap Juna lagi.


"Siapa yang marah?"


"Kamu dong."


"Nggak tuh, siapa yang marah? Aku cuman kesel aja." Jawab Airyn sambil melepaskan tangan Juna dan pergi ke kamar nya. Airyn kira, Juna akan mengalah tapi rupanya pemuda itu malah mengintili nya ke kamar. Juna duduk di samping sang kekasih, dia kembali menggenggam tangan Airyn dan mengusap-usap nya.


"Kamu ngapain ngikut ke kamar?"


"Ayang masih marah, huaaa.." Juna berpura-pura menangis, membuat Airyn menahan sekuat tenaga agar dia tidak tersenyum. Sungguh demi apapun, Arjuna terlihat sangat menggemaskan. Ingin sekali rasanya dia mencubit kedua pipi gembul sang kekasih, namun dia ingat kalau sedang merajuk sekarang.


"Kenapa nangis?"


"Ayang marah sama Juna."


"Aku gak marah, aku cuma kesel aja."


"Tapi bicara nya ketus gitu, aku gak suka." Jawab Arjuna sambil mengerucutkan bibir nya seperti bebek.


"Astaga, gimana aku bisa marah lama-lama sama kamu? Sedangkan kamu gemesin gini." Ucap Airyn sambil mencubit kedua pipi gembul sang kekasih dengan gemas. 

__ADS_1


"Hehe, aku kan emang gemesin. Jangan marah dong, plis?"


"Aku gak marah, sayang."


"Tapi bicara nya masih judes gitu, Bby." 


"Aku masih kesal, itu aja."


"Kamu cemburu ya?"


"Pake nanya, ya jelas iya dong. Aku cemburu banget, banget, banget!" Jawab Airyn sambil mendelikan kedua mata nya pada Juna.


"Maaf.."


"Aku gak butuh maaf kamu, aku cuma butuh ketegasan kamu. Kamu kemarin marah-marah sama aku gara-gara cemburu cuma karena aku di puji cantik, sama senyum doang. Padahal cuma klien, apalagi aku sekarang? Liat kamu gandengan tangan sama cewek lain, kamu pikir aku gak cemburu?"


"Yang, sumpah aku gak gandengan tangan sama dia, tapi dia nya yang gandeng tangan aku, yang."


"Apa beda nya?"


"Beda dong, kalo gandengan tangan tuh harus suka sama suka, saling menggenggam tangan gitu. Kalau ini kan beda, yang. Dia yang gandeng tangan aku, tapi aku kan gak megang tangan nya." Jelas Arjuna membuat Airyn menggelengkan kepala nya.


"Maaf ya? Aku tahu aku salah, aku biarin dia gandeng tangan aku. Maaf.."


"Kangen.." ucap Juna sambil memeluk Airyn, wanita itu tidak siap menerima pelukan Juna yang terlalu tiba-tiba jadi dia limbung dan akhirnya kedua nya terjatuh di atas kasur dengan posisi Juna berada di atas. 


"Berat, sayang."


"Kiss.." Pinta Juna sambil tersenyum kecil.


"Mandi dulu sana, kamu bau wanita itu. Nanti aku gatal-gatal, alergi soalnya."


"Tapi janji ya setelah mandi, kita ciuman?" Tanya Arjuna membuat Airyn terkekeh, ada-ada saja kelakuan menggemaskan Arjuna. Mungkin inilah yang membuat hubungan mereka terasa jauh lebih membahagiakan karena Juna yang selalu bersikap menggemaskan seperti ini.


"Oke, kita ciuman tapi setelah kamu mandi."


"Mandi bareng aja gimana?" Tawar Juna sambil tersenyum menggoda.


"Fine, ayo kita mandi bareng." Jawab Airyn yang membuat tubuh Juna menegang seketika. Niat awalnya hanya menggoda sang kekasih, tapi begitu di iyakan dia malah gugup.


"Malah bengong, katanya mau mandi bareng?"

__ADS_1


"Enggak jadi deh, hehe. Aku mandi duluan ya, sayang." Jawab Arjuna lalu berlari masuk ke dalam kamar mandi. Airyn yang melihat hal itu tertawa, tingkah Arjuna sangat menggemaskan plus polos. Dia terlalu polos, tapi itu membuat nya berpikir apakah dia merusak kepolosan sang kekasih?


"Apa aku merusak kepolosan Juna ya? Tapi, dia suka kan? Apalagi dada ku." Gumam Airyn sambil menunduk, dia melihat dada nya yang bulat dan berisi itu, dia tersenyum kecil kala mengingat kalau Arjuna sangat menyukai buah kenyal miliknya. Dia selalu berlama-lama disana, memainkan buah nya dengan mulut, lidah dan juga tangan nya.


"Astaga, berondong manisku membuat aku menggila!" 


Airyn pun menggelengkan kepala nya, dia membuka kulkas lalu mengambil satu kaleng minuman bersoda, ya di kamar ini ada kulkas mini berisi minuman dan beberapa kotak buah-buahan. Dulu, saat dia sering tinggal disini dan malas keluar kamar, jadi dia membeli kulkas kecil khusus untuk di kamar. 


Wanita dewasa itu membuka pintu kaca besar penghubung kamar dan balkon, dia akan menikmati semilir angin malam sekarang. Sudah lama dia tidak menikmati nya sejak dia memiliki Juna. Dulu, dia sering merenung sendirian disini karena rasa sepi yang membuatnya hanya bisa menatap langit malam yang bertabur milyaran bintang yang nampak berkelap kelip. 


Airyn membuka minuman itu lalu meminum nya secara perlahan, wanita itu menyimpan nya di meja kecil lalu kembali ke arah tralis besi yang menjadi penghalang balkon. Semilir angin malam menerbangkan rambut panjang Airyn yang sengaja dia gerai, wanita itu memejamkan mata nya menikmati hembusan angin yang menyapa tubuh nya.


"Sayang.." Panggil Juna. Dia baru saja selesai mandi, dia mendekat ke arah sang kekasih masih dengan menggunakan bathrobe berwarna putih.


"Yes, bocilku. Kenapa?"


"Lagi ngapain disini, Bby? Dingin lho."


"Lagi pingin aja, sayang." Jawab Airyn, Juna pun melangkah mendekat lalu melingkarkan kedua tangan besar nya di pinggang Airyn dari belakang. Saat ini, pemuda itu memeluk tubuh mungil Airyn dengan mesra. 


"Kenapa, sayang? Ada sesuatu yang membuat mu sedih, atau ada masalah? Cerita padaku, sayang." Tanya Juna lirih membuat Airyn tersenyum kecil.


"Tidak, aku baik-baik saja."


"Benarkah? Aku tahu dari mata mu, cantik. Mata mu tidak bisa berbohong dariku." Jawab Juna membuat Airyn berbalik, dia sedikit mendongak agar bisa menatap wajah tampan Juna.


"Baiklah, aku merasa sedikit kesepian selama ini."


"Kesepian? Sekarang ada aku, sayang. Kamu tidak akan kesepian lagi, aku akan selalu ada untukmu sekarang. Aku akan mendengarkan semua keluh kesah mu, sayang. Jangan merasa sendirian." Jelas Arjuna membuat Airyn menganggukan kepala nya lalu tersenyum kecil. Jangan tanyakan seberapa bahagia nya Airyn memiliki Arjuna di sisi nya sekarang ini.


"Aku bersyukur karena aku bisa memiliki dirimu di samping ku, aku bahagia memiliki kamu."


"Aku juga, jadi sekarang ayo masuk ke kamar dan tunaikan janji mu padaku, sayang." 


"Janji?"


"Jangan berpura-pura lupa, cantik ku. Ciuman!"


"Aahhh ya, ayoo sayang." Jawab Airyn kedua nya pun masuk ke kamar dengan Juna yang menggendong Airyn ala bayi koala. Airyn terkekeh pelan sambil melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh sang pria.


.....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2