Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 37 - Juna Cemburu


__ADS_3

"Selamat siang, Tuan Mateo." Sapa Airyn dengan ramah, kedua nya berjabat tangan. 


"Nona Airyn, anda terlihat sangat cantik sekali hari ini." Puji pria bernama Mateo itu, dia tersenyum penuh arti ketika melihat Airyn yang memang terlihat cantik dan anggun dengan pakaian yang terlihat sederhana namun itu semua tidak mengurangi kecantikan wanita dewasa itu. 


"Terimakasih, Tuan." Balas Airyn dengan senyum kecil nya. Namun, hal itu ternyata di lihat oleh Juna yang tengah mengantarkan makanan pesanan pengunjung. Dia menahan gemuruh di dada nya, dia tidak suka Airyn tersenyum pada pria lain. 


"Ckk, nyebelin!" Ketus Arjuna lalu pergi ke belakang dengan membawa nampan di tangan nya. Dia kesal plus cemburu, apalagi saat melihat tatapan pria itu pada Airyn. Dia tahu kalau Airyn cantik, selain itu dia juga wanita yang sukses. Tapi tetap saja dia tidak suka mendengar nya, karena Airyn adalah miliknya. Dia yang mengklaim Airyn adalah miliknya dan wanita itu mengiyakan, dia tidak keberatan sama sekali saat Juna mengatakan kalau dia hanya miliknya.


"Napa Lo?" Tanya Dika yang melihat wajah Arjuna di tekuk dan juga terlihat kusut, padahal tadi dia baik-baik saja. Bahkan dia masih menebar senyuman manis nya, tapi sekarang jangankan tersenyum.


"Kesel gua."


"Iyee kenapa?"


"Minggir aahh, percuma juga Lo tahu. Jomblo gak bakalan paham!"


"Dih si anjir, apaan banget Lo, Jun!" Ucap Andika sambil menepuk pundak Arjuna lumayan keras.


"Jomblo Lo!"


"Mentang-mentang lu punya cewek, seenaknya aja ngatain gue. Mau gue pukul apa gimana?" 


"Gue bales aja, Lo kan kecil gue gibeng dikit juga terbang." Jawab Arjuna yang membuat Dika mendelik. Memang, tubuh nya kecil jika di bandingkan dengan Arjuna yang berbadan tinggi besar dan juga tegap. 


"Sebel banget.."


"Merajuk Lo, kayak cewek!"


"Awas aja Lo, Jun."


"Berani Lo Ama gue?"


"Hehe, kagak.." Jawab Andika, meskipun dia punya nyali yang besar tapi kalau harus melawan Arjuna, dia angkat tangan dan akan memilih angkat kaki. Malas rasanya jika harus bonyok di pukulin Juna. Mending cari aman aja, yakni kabur. Itu jalan satu-satunya agar bisa selamat.


Di luar sana, meeting nya baru saja selesai. Airyn dan Maudy tersenyum karena Mateo setuju untuk bekerja sama dengan mereka. Sungguh ini sedikit melegakan karena Mateo adalah investor yang besar, itu akan membuat perusahaan Airyn makin terkenal nanti nya kalau bisa bekerja sama dengan Mega perusahaan milik Mateo. 


"Terimakasih atas kerja sama nya, Tuan. Senang hati bisa bekerja sama dengan anda." Ucap Airyn sambil membalas jabat tangan sang klien, masih dengan senyum manis nya yang entah dia tahu atau tidak, senyuman itu membuat kekasih nya kebakaran jenggot di belakang sana. Juna sudah uring-uringan gak jelas hanya karena Airyn tersenyum pada pria lain, lucu bukan? Tentu saja. 


"Iya, sama-sama, Nona. Senang juga bisa bekerja sama dengan anda."


"Iya, Tuan."


"Hmm, bagaimana kalau kita makan siang bersama untuk merayakan kesepakatan kerja sama ini?" Ajak Mateo membuat Airyn tersenyum canggung. Dia sudah berjanji pada Juna untuk makan bersama, tapi dia juga merasa tidak enak kalau harus menolak ajakan Tuan Mateo.


"Maaf, Tuan. Tapi Nona Airyn sudah ada janji, mungkin lain kali?" Tanya Maudy, membuat Airyn merasa sedikit lega.

__ADS_1


"Ohh ya? Baiklah, kalau begitu lain kali mungkin kita bisa makan bersama."


"Iya, Tuan. Maafkan saya."


"Tidak apa-apa, Nona. Kalau begitu, saya permisi dulu ya."


"Sekali lagi, saya minta maaf dan hati-hati di jalan. Semoga hari anda menyenangkan." Ucap Airyn. Mateo menganggukan kepala nya, dia pun meninggalkan kedua perempuan dengan otak cerdas itu. 


"Huffttt, terimakasih sudah menyelamatkan aku, Maudy." Ucap Airyn sambil mengusap dada nya dengan lega.


"Haha, sama-sama, nona. Anda sudah janji makan siang bersama Juna, bukan?"


"Iya, dia bekerja disini. Tapi mana ya?"


"Di telepon dulu, Nona." Ucap Maudy. Airyn mengambil ponsel dari tas nya lalu menghubungi nomor sang kekasih, tapi tidak di angkat sama sekali. Bahkan saat Airyn menelpon nya untuk yang kedua kali nya, nomor ponsel nya malah tidak aktif. 


"Lho kok malah gak aktif ya?" Gumam Airyn, dia masih mencoba untuk menelpon Arjuna, tapi tetap saja hanya operator yang menjawab.


"Kenapa, Nona?"


"Nomor Juna gak aktif, Maudy. Duh, dia kemana ya?"


"Sebentar.." Maudy celingukan mencari waiters dan kebetulan ada Dika yang baru saja mengantarkan makanan pesanan pelanggan.


"Mas, kesini sebentar." Ucap Maudy, Dika pun mendekat dan menanyakan apa ada hal yang bisa dia bantu.


"Eemm, apa Arjuna masuk kerja?" Tanya Airyn lirih.


"Juna? Ada di belakang, Nona. Perlu saya panggilkan?" Tawar Andika. 


"Bisa?"


"Tentu, tunggu sebentar. Saya akan segera kembali dengan Arjuna." Jawab Dika. Dia pun pergi ke belakang dengan niat untuk memanggil Arjuna, tapi dia malah melihat Arjuna sedang makan di belakang.


"Lah, malah makan disini Lo, Jun!"


"Emang nya napa? Laper gue, lagian udah jam makan siang kan?" Tanya Juna sambil memakan makanan nya dengan lahap.


"Cewek Lo noh, nungguin di luar."


"Ngapain? Emang udah selesai meeting nya?"


"Udah, tinggal cewek Lo doang sama satu cewek lagi gak tahu siapa." Jawab Dika.


"Ckkk, yaudah!"

__ADS_1


"Cuci tangan dulu sono, gak usah sok-sokan ngambek Lo." Ucap Dika pada Juna dan hanya di balas delikan sebal oleh Arjuna.


Dia membuka seragam nya, lalu mengganti nya dengan Hoodie kebangsaan nya, dia memang suka mengenakan Hoodie. Pemuda itu keluar dengan wajah datar nya, dia langsung pergi ke meja dimana ada Airyn dan Maudy disana.


"Yang.." Panggil Juna, biasa nya dengan senyuman manis, tapi kali ini hanya wajah datar saja yang di tunjukkan oleh Juna.


"Eehh, sayang. Duduk disini." Pinta Airyn sambil mendekatkan kursi ke arah nya.


"Aku makan di meja lain ya, Nona. Gak mau ganggu orang pacaran, hehe." Ucap Maudy. Dia langsung beranjak dari duduknya sambil membawa tas yang dia tenteng.


"Hmm, makasih udah peka."


"Sama-sama, Nona." Jawab Maudy, dia pun memilih duduk di meja yang masih kosong agak jauh dari meja yang di tempati oleh Airyn dan Juna.


"Wajah kamu kok kecut gitu sih? Kamu kenapa, sayang?" Tanya Airyn sambil tersenyum.


"Sebel.." Jawab Juna ketus.


"Lho kok sebel, sebel kenapa coba?"


"Ada yang senyum sama cowok lain, mana si cowok nya genit banget lagi. Pake muji-muji cewek aku, katanya dia cantik." Jawab Juna sambil melirik-lirik ke arah Airyn dengan tatapan sinis. 


"Jadi cerita nya pacar aku ini cemburu ya?"


"Enggak tuh, siapa yang cemburu?"


"Ya, terus kamu kenapa kesel, sayangku?"


"Cuman gak suka doang!"


"Iya, itu nama nya cemburu tapi kamu nya gengsi buat ngaku kalau kamu cemburu. Iya kan?"


"Gak tahu." Jawab Juna membuat Airyn terkekeh gemas.


"Utututuu, gemes nya pacar aku lagi cemburu ya?"


"Tahu ahhh, aku marah!"


"Jangan marah dong, sayang. Lagian mana ada marah tapi bilang dulu."


"Ckkk, kamu gak peka banget!"


"Ya ampun, sayangku. Kamu kok gemesin gini sih.." Ucap Airyn sambil mencubit pipi gembul Juna saking gemas nya. Gemas sekali melihat ekspresi wajah Juna yang wajah nya di tekuk seperti ini.


.....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2