
Keesokan hari nya, Juna dan Airyn pun bersiap. Seperti rencana yang sudah di susun tadi malam, hari ini Airyn akan mengantar Juna ke salon untuk memotong rambut nya agar tidak terlalu gondrong.
"Yang, udah siap?" Tanya Airyn pada Juna. Pemuda itu terlihat sudah berpakaian rapih, menggunakan kemeja jeans dan celana panjang.
"Hmm, udah. Ayang udah?" Balik tanya Juna pada Airyn. Setelah sarapan, mereka pun akan pergi ke salon.
"Udah kok, laper. Sarapan di luar aja yuk?" Ajak Airyn pada Juna. Pemuda itu menganggukan kepala nya mengiyakan ajakan sang kekasih.
"Aku mau sarapan bubur, kayaknya enak deh." Cetus Juna.
"Boleh tuh, kebetulan aku punya tempat bubur langganan. Bubur nya enak pokoknya, kita kesana."
"Naik motor atau mobil kamu, yang?"
"Hmm, mobil aja deh. Aku mau duduk tenang di mobil, pinggang aku agak sakit." Jawab Airyn dan Juna mengiyakan. Mereka pun pergi dari apartemen dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain, layaknya pasangan kekasih yang harmonis.
"Kamu yang nyetir ya."
"Siap, sayang." Jawab Juna. Dia menerima kunci motor yang di berikan Airyn. Kedua nya pun masuk ke dalam mobil dengan Juna yang mengemudi. Pemuda itu terlihat fokus, sesekali dia akan menatap sang kekasih yang duduk di samping nya sambil memainkan ponsel nya.
"Sayang, main ponsel Mulu deh."
"Maaf, sayang. Aku lagi lihatin email yang di kirim Maudy, maaf ya. Sebentar lagi selesai kok."
"Hmm, yaudah deh. Tapi aku gak suka di cuekin gini, Bby."
"Iya maaf, sebentar ya? Sedikit lagi kok, setelah selesai semua nanti aku ajakin ngobrol." Jawab Airyn. Juna pun pasrah, dia tidak bisa apa-apa lagi. Jadi, dia hanya akan fokus mengemudi saja.
"Yang, aku sudah selesai." Ucap Airyn, dia memasukan ponsel nya ke dalam tas dan mengajak sang kekasih untuk bicara.
"Tukang bubur yang katanya langganan kamu ada dimana, yang?"
"Ohh, di depan sana belok aja, yang." Jawab wanita itu, dia meraih sebelah tangan Juna dan menggenggam nya, dia juga menyandarkan kepala nya di pundak Juna dengan mesra. Juna tersenyum kecil, dia tidak merasa keberatan sama sekali dengan tingkah Airyn yang kelewatan manja nya. Bagi Juna, Airyn selalu saja menggemaskan. Terlepas dari usia nya yang sudah hampir kepala tiga, namun tingkah nya berbeda dengan usia nya.
__ADS_1
Sesampai nya di kedai bubur, kedua nya pun turun tapi seperti biasa, tempat nya yang cukup terkenal membuat antrian yang cukup panjang, terlebih ini masih pagi. Saat yang tepat untuk sarapan bubur.
"Sayang, rame. Kamu cari tempat duduk ya, aku yang ngantri." Ucap Juna. Airyn menganggukan kepala nya, dia pun pergi untuk mencari tempat duduk yang masih kosong.
Juna juga pergi mengantri, hanya demi dua mangkuk bubur, tapi antrian nya sepanjang antrian sembako.
Airyn celingukan mencari tempat yang kosong, hingga akhirnya dia menemukan tempat yang masih kosong, tapi tempat nya di dekat pria. Airyn berusaha berpositif thinking, mungkin Juna takkan keberatan yang penting sekarang, mereka bisa makan dan duduk dengan nyaman.
"Permisi, apa kursi ini kosong?" Tanya Airyn dengan sopan.
"Kosong, Nona. Silahkan duduk." Jawab nya, Airyn pun duduk di samping seorang pemuda yang mungkin saja usia nya sepantaran dengan Juna.
"Sendirian saja, Nona?"
"Ohh, saya berdua sama pacar saya. Dia lagi ngantri." Jawab Airyn lagi, dia meletakan tas nya, lalu mengambil ponsel dan membuka nya. Dia membaca pesan-pesan susulan yang di kirimkan oleh Maudy ke nomor nya.
"Nona, boleh minta nomor ponsel nya?" Tanya seorang pemuda yang terlihat sedikit urakan, rambut nya di warnai dengan anting yang berjejer di telinga nya. Juna juga bertindik, namun tidak sebanyak ini. Juna hanya memakai anting jika dia sedang pergi keluar, tapi ketika bersama Airyn dia membuka nya.
"Kamu siapa nya?"
"Pacar nya, soon akan menjadi calon suami nya. Jadi, katakan untuk apa kau meminta nomor cewek orang?" Tanya Juna dengan ketus. Lengkap dengan ekspresi wajah nya yang sinis, membuat lawan bicara nya kicep seketika.
"A-aahh, tidak kok. Gak jadi, kamu permisi dulu." Ucap nya, lalu beranjak dari duduknya dan pergi dengan ketakutan. Juna tersenyum miring, dia ingin sekali memukul pria yang sudah menggoda kekasih nya, tapi itu pasti akan menimbulkan keributan. Terlebih, sekarang dia berada di tempat usaha orang lain. Membuat onar disini, sama saja dengan mematikan usaha orang lain, bukan?
Bagus lah, Juna tidak terbawa emosi dan bisa mengendalikan amarah nya. Dia bisa mengontrol emosi itu hingga tidak merugikan orang lain atas tindakan nya yang terburu-buru. Lagi pula, dia melihat kalau Airyn baik-baik saja, untung nya dia keburu datang. Kalau tidak, ya entah apa yang akan terjadi.
"Kamu baik-baik saja, sayang?" Tanya Juna dengan nada khawatir nya.
"Iya, aku baik-baik saja kok, yang."
"Emosi bener aku liat tuh cowok godain kamu."
"Cemburu nih cerita nya?" Tanya Airyn dengan senyum jahil nya.
__ADS_1
"Pake nanya, jelas iya. Aku cemburu, cemburu buta malahan." Jawab Juna sambil duduk di samping Airyn. Wanita itu pun langsung menggelayut manja di lengan besar Arjuna, membuat amarah yang sedari tadi memenuhi hatinya, kini menguap entah kemana.
"Maaf ya?"
"Ngapain minta maaf? Toh bukan salah kamu, siapa juga yang mau di godain. Iya kan?"
"Hehe, yakali aja kamu ngambek, Bby."
"Nggak ahh, rugi aku kalo ngambek. Nanti gak dapet jatah." Jawab Arjuna dengan senyum mesuum nya, membuat Airyn seketika melepaskan tangan Juna, lengkap dengan delikan mata yang membuat Juna terkekeh.
"Udah, ayo makan bubur nya. Aku pengen buru-buru balik, pengen manja-manjaan." Jawab Arjuna sambil mencolek dagu Airyn.
"Dih, colek-colek aku bukan sabun colek ya!"
"Ya kalau mau yang lebih dari sekedar di colek doang, nanti aja di rumah. Gimana?"
"Astaga, laki gue mesuum amat dah."
"Bodo amat, yang penting mesuum nya sama pacar sendiri. Wlee.." Juna menjulurkan lidah nya, membuat Airyn mendengus kesal.
Mereka pun makan dengan lahap dan dua mangkuk bubur itu pun habis tak bersisa, pagi ini Juna yang mengeluarkan uang untuk sarapan mereka. Setelah membayar, kedua nya pun pergi ke tujuan utama mereka yaitu salon.
Lagi-lagi, Juna yang mengemudikan kendaraan nya atas permintaan Airyn. Hanya setengah jam saja, kedua nya pun sampai di salon langganan Airyn. Juna memotong rambut nya sedikit saja, Airyn juga mempercantik kuku nya. Padahal baru beberapa minggu saja, tapi sudah luntur dan banyak yang rusak. Padahal biasa nya, bisa tahan hingga berbulan-bulan. Ini adalah quality time yang biasa di lakukan oleh Airyn, dia rutin mengganti kuku nya setiap bulan apalagi setelah bertemu dengan Juna. Rusak sedikit saja, dia akan pergi ke salon untuk memperbaiki nya.
.......
🌻🌻🌻🌻
Berondong nya Neng Airyn nih, senggol dong🤭
__ADS_1