Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 78 - Nana Amira


__ADS_3

"H-aahh? Kamu seriusan?" Tanya Mirna sambil mengernyitkan kening nya. Sungguh, dia tidak menyangka kalau kedatangan putra nya kemari adalah untuk meminta restu.


"Maaf, Mak. Mungkin ini terlalu mengejutkan, tapi baik saya maupun Juna saling mencintai dan hubungan kami sudah terjalin cukup lama. Jadi, Airyn harap Mamak bisa memberikan kami restu untuk meresmikan hubungan kami." Ucap Airyn. Mirna masih terdiam, dia benar-benar terkejut dengan ucapan Juna.


"Nak, bukan nya Mamak tidak setuju kalau kalian menikah. Mamak pasti akan memberikan restu Mamak sama kalian berdua, tapi kamu tahu sendiri keadaan Juna. Apalagi keadaan Mamak disini, sayang." Ucap Mirna membuat Airyn tersenyum. Pemikiran Mirna, sama dengan Juna. 


"Kalian berdua berbeda level, Nak."


"Justru, perbedaan itu yang membuat saya yakin untuk bisa bersama Juna, Mak. Saya sangat mencintai Juna, begitupun sebaliknya."


"Jun.."


"Benar, Mak. Juna sangat mencintai Airyn."


"Abaikan semua itu, Mak. Kami saling mencintai."


"Kalau kalian bahagia, maka Mamak akan memberikan restu Mamak pada kalian berdua. Berbahagialah, Nak." Mirna tersenyum menatap putra sulung nya yang juga tengah menatap ke arahnya dengan sendu. Dia takut kalau Mirna tidak memberikan restu padanya, tapi ternyata tidak seperti itu, Mirna memberikan restu nya dengan senang hati. 

__ADS_1


"Mamak.."


"Kemarilah, Jun. Peluk ibu mu ini.." Ucap Mirna membuat Juna segera menghambur untuk memeluk sang ibu. Dia menangis di pelukan Mirna, wanita paruh baya itu mengusap-usap punggung sang putra dengan lembut.


"Terimakasih, Mak."


"Jangan menangis, kamu anak yang kuat kan? Kenapa hanya karena hal ini kamu menangis hmm? Jangan cengeng, malu sama calon istri kamu." Ucap Mirna sambil tersenyum kecil ke arah Airyn yang juga tersenyum padanya, belum pernah dia melihat Juna menangis. Tapi sekarang, dia melihat nya sendiri. Pemuda yang selama ini tidak pernah menjatuhkan air mata nya itu terlihat lemah jika berhadapan dengan sang ibu. Juna memang sangat menyayangi ibu nya, karena hanya dia satu-satunya keluarga yang Juna miliki.


Airyn menyipitkan mata nya, dia melihat tangisan Juna terlihat sangat sakit. Entah apa yang membuat pemuda itu menangis seperti ini, tapi satu hal yang dia mengerti dari hal ini. Sosok laki-laki yang sangat mencintai dan menyayangi ibu nya, maka percayalah dia juga akan mencintai mu sebagaimana dia mencintai ibunya. 


"Kamu berhak bahagia dengan pilihan mu, Nak." Ucap Mirna sambil mengusap rambut Juna yang masih gondrong.


"Mamak, ini kan trend. Selain itu, Juna mager mau ke tukang cukur." Jawab Arjuna sambil tersenyum. Rambut nya sudah cukup panjang, bahkan sudah bisa di kuncir. 


"Abang.." Seru seseorang yang membuat Juna tersenyum semringah.


"Nana.." Panggil Juna. Gadis kecil dengan pakaian seadanya itu berlari memeluk Juna. Rambut nya sedikit keriting, wajah nya sangat cantik. Namun, satu yang Airyn tangkap dari sosok anak kecil itu, wajah nya benar-benar mirip dengan Juna nyaris tidak ada bedanya. 

__ADS_1


"Ini Nana Amira, adik nya Juna. Usia nya lima tahun." Ucap Mirna pada Airyn. Wanita itu tersenyum lalu menganggukan kepala nya, bisa-bisa nya dia lupa kalau Juna punya adik. Dia juga lupa tidak membawa oleh-oleh apapun buah tangan untuk Nana, Adik Juna yang terlihat lucu sekali. 


"Hallo, Nana. Nama aunty Airyn."


"Bang, dia siapa?"


"Pacar Abang, cantik kan?" Tanya Juna membuat Nana tersenyum lalu menganggukan kepala nya. Anak sekecil itu pun tahu kalau Airyn memang cantik. Kulit nya putih bersih, seperti artis Korea.


"Sini, sayang." Ucap Airyn. Nana terlihat malu-malu, wajah nya sedikit memerah ketika melihat Airyn tersenyum dan meminta nya untuk mendekat padanya.


"Ayo, Na. Aunty cantik gak jahat kok, dia baik." Juna membujuk adiknya agar mau berdekatan dengan Airyn. Akhirnya, Nana pun mendekat ke arah Airyn, wanita itu tersenyum lalu menarik pelan tangan calon adik ipar nya itu di pangkuan nya.


"Nana cantik sekali."


"Terimakasih aunty, aunty juga cantik. Cantik seperti yang ada di televisi." Jawab Nama dengan suara kecil nya, membuat Airyn gemas sendiri, dia mencubit gemas kedua pipi gembul Nana. 


"Gemesin banget sih, aunty kan jadinya gemes." Ucap Airyn, dia memeluk Nana tanpa ragu. Airyn memang menyukai anak kecil, maka dari itu dia tahu benar cara membujuk dan mendekati anak kecil karena dia memang sering melakukan nya. Bahkan anak Maudy saja suka padanya dan seringkali menangis jika Maudy membawa nya ke kantor dan saat itu terjadi, Airyn lah yang selalu bisa membujuk nya agar mau diam dan bermain lagi.

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2