Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 88 - Airyn Sakit?


__ADS_3

Malam harinya, Airyn kembali datang untuk menjemput Mamak dan juga Nana. Sedangkan Juna, dia sudah berangkat lebih dulu ke rumah Jo untuk membantu persiapan acara makan malam bersama itu. 


"Mamak.." Panggil Airyn sambil tersenyum. Mamak yang sudah siap pun beranjak dari duduknya untuk menyambut kedatangan wanita cantik itu. Nana sendiri langsung nemplok di pelukan Airyn, sungguh gadis kecil itu sangat menyukai sosok Airyn. Tak heran jika dia langsung nempel pada Airyn, selain itu Airyn juga tidak merasa keberatan sama sekali. 


"Sudah siap ternyata." Airyn tersenyum ketika melihat Mamak sangat cantik dengan menggunakan pakaian yang dia belikan, begitu juga dengan Nana. Dia terlihat sangat lucu menggunakan gaun berwarna dusty pink, senada dengan pakaian yang di kenakan oleh Mamak dan juga olehnya. 


"Kakak cantik benar-benar cantik." Puji Nana sambil tersenyum. 


"Kamu juga cantik, sayang." Balas Airyn sambil mengusap wajah cantik Nana dan mengecupnya. 


"Yuk berangkat, Abang mu udah nungguin di rumah." Ajak Airyn. Mamak dan Nana pun menganggukan kepala nya, Nana langsung di gendong oleh Airyn. 


"Sayang.."


"Iya, Mamak. Kenapa?"


"Ini cara kunci pintu nya gimana?" Tanya Mamak yang terlihat kebingungan, karena apartemen nya tidak memiliki anak kunci. 


"Pas pintu nya di tutup, itu sudah otomatis terkunci, Mak. Tapi kalau mau lebih aman, tinggal kunci pakai sandi." Jawab Airyn, membuat Mamak mengangguk-anggukan kepala nya. 


"Ohh, begitu ya? Hehe, Mamak gak tahu kalau otomatis ke kunci."


"Jangan sampai kartu yang kemarin Airyn kasih itu hilang ya, Mak. Nanti mamak gak bisa masuk tanpa kartu itu." Peringat Airyn, memang bisa meminta card acces cadangan dari pihak keamanan, tapi memang sebaiknya di jaga lebih baik agar tidak hilang. 


"Iya, Nak." 


Ketiga nya pun turun dari lantai tiga, tempat unit apartemen yang di tinggali oleh Mamak dan juga Juna. Setelahnya, mereka pun pergi menggunakan mobil. Dimana, Airyn yang mengemudikan sendiri kendaraan mewahnya itu. 


"Wah, kakak cantik bisa nyetir. Keren sekali.." Celoteh Nana yang duduk anteng di pangkuan sang ibu. 


"Keren ya? Abang mu juga bisa nyetir lho."


"Apa iya, kak?"


"Iya, kakak yang masukin Abang mu ke sekolah mengemudi." Jawab Airyn sambil tersenyum. Mamak hanya mendengarkan saja, tapi saat mendengar kalau Airyn sampai memasukkan Juna ke tempat sekolah mengemudi, itu membuat nya merasa tak enak. 


"Nak, kamu benar-benar memasukkan Juna untuk sekolah mengemudi?"


"Iya, niat awal Airyn sih biar Juna nya bisa nganter Airyn kemana-mana kalau sudah menikah, itu saja, Mak. Maaf kalau buat Mamak.."


"Tidak, justru mamak yang harusnya minta maaf, Nak. Kamu membiayai semua nya?"


"Tentu, tapi tidak apa-apa kok." Jawab Airyn sambil melirik ke arah Mamak dengan senyum kecilnya. 

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, mobil yang di kendarai oleh Airyn memasuki kawasan perumahan elit dengan pagar yang tinggi dengan rumah-rumah yang terlihat mewah. Mamak melongo saat melihat rumah yang berdiri megah di depan matanya. Apakah ini rumah orang tua Airyn?


"Nak, ini rumah orang tua mu?"


"Iya, Mak. Ayo keluar.." Ajak Airyn sambil tersenyum. Mamak pun keluar dari mobil sedan mewah itu, perempuan itu langsung menggandeng tangan kecil Nana memasuki rumah yang terlihat besar dan sangat mewah itu, lebih tepatnya ini terlihat seperti mansion, bukan rumah. 


Di dalam rumah, Monica sudah bersiap untuk menyambut ibu Juna, alias calon besan nya. Wanita paruh baya itu tersenyum manis saat melihat Airyn datang dengan menggandeng tangan Nana. 


"Mom, ini Nana. Adiknya Juna." 


"Hallo, sayang. Wah cantik sekali.." Puji Monica sambil mencubit gemas pipi gembul Nana. 


"Ini mamak Mirna, Mom." Ucap Airyn memperkenalkan Mamak pada Mommy nya. 


"Hallo, besan." Sapa Monica sambil memeluk Mamak Mirna tanpa rasa canggung sedikitpun. 


"E-ehh.." 


Tak lama, datanglah sosok Jonathan yang datang dengan wajah datar nya, bahkan saking datar nya bisa membuat Nana bersembunyi di punggung Airyn.


"Mak, ini Daddy." 


"Selamat malam, Tuan Jo." Sapa Mamak Mirna sambil menundukan kepala nya pelan.


"Anak kecil itu siapa?" Tanya Jo sambil menunjuk ke arah Nana yang masih bersembunyi di balik tubuh Airyn.


"Nana, sayang. Itu Daddy nya kakak cantik mau ketemu, kok malah sembunyi. Yuk kenalan dulu yuk.." Ajak Airyn dengan lembut, barulah Nana berani keluar dan menatap Jo dengan mata polos nya.


"Dia adik Juna?" Tanya Jo. Mamak Mirna mengiyakan pertanyaan Jonathan.


"Iya, Tuan."


"Berapa usianya?"


"Lima tahun." Jawab Mirna. 


"Sudah masuk sekolah?"


"Disana sudah masuk TK, tapi berhubung kami pindah kesini jadi mungkin nanti.."


"Tak perlu khawatir, aku yang akan mendaftarkan Nana di sekolah yang bagus." Jawab Jo sambil tersenyum.


"Kemari, cantik.."

__ADS_1


"Sana, Daddy baik kok. Gak bakalan marah sama Nana, panggil Daddy aja ya." 


Gadis kecil itu pun berjalan pelan dengan langkah malu-malu mendekat ke arah Jonathan, dan pria paruh baya itu langsung memeluk anak kecil itu dan memangku nya. Nana juga kelihatan nyaman-nyaman saja, membuat Airyn tersenyum kecil. 


Tapi disaat seperti ini, tiba-tiba saja perut nya terasa mual. Dia menutup mulut nya, lalu segera berlari ke dapur dan memuntahkan semua isi perutnya di atas wastafel yang ada di dapur. 


Juna yang khawatir melihat keadaan Airyn pun langsung menyusul sang kekasih dan memijat-mijat tengkuk belakang Airyn dengan lembut. Wanita itu terlihat sangat pucat, membuat Juna segera memeluk tubuh lemas perempuan cantik itu. 


"Sayang.."


"Jangan menatap ku seperti itu, aku baik-baik saja." Ucap Airyn pelan sambil tersenyum.


"Tapi sejak hari itu kamu terus saja muntah-muntah, sayang."


"Percayalah aku baik-baik saja, sayang." Jawab Airyn sambil tersenyum. Juna pun mendekat erat tubuh Airyn sambil mengusap-usap punggung wanita cantik itu. 


"Airyn kenapa?" Tanya Monica, dia juga khawatir dengan keadaan putrinya. 


"Hanya muntah-muntah saja, Mom. Mungkin masuk angin, jangan khawatir." Jawab Airyn.


"Apa perlu di periksa?"


"T-tidak perlu, Mom. Airyn baik-baik saja." Tolak Airyn, membuat Monica menatap putrinya dengan curiga. Di ujung ruangan, ada Mamak Mirna yang menatap Airyn dengan tatapan yang sama seperti Monica. Namanya feeling seorang ibu kan? 


"Kita makan malam saja yuk?" Ajak Monica lagi. Malam itu, kedua keluarga itu pun makan malam bersama dengan tenang. Airyn juga ikut makan, meskipun hanya sedikit karena perutnya terasa tidak nyaman sekali sekarang. Mual, seperti di aduk-aduk. 


"Airyn, kamu baik-baik saja?" Tanya Jonathan.


"Iya, Dad. Airyn baik-baik saja kok, ayo lanjutkan makan nya."


"Kamu mau kemana, Nak?" Tanya Monica. 


"Perut Airyn gak nyaman, Mom. Airyn duluan ke kamar ya, maaf gak sopan tapi rasanya benar-benar tak nyaman." Jawab Airyn. 


"Ya sudah, istirahat saja." Ucap Monica sambil tersenyum kecil. Airyn pun menganggukan kepala nya, lalu pergi ke kamar nya dengan cepat. 


Sesampainya di kamar, Airyn kembali memuntahkan semua isi perut nya hingga membuat nya sangat lemas. 


'Astaga, ada apa denganku? Kenapa rasanya mual sekali, padahal aku hanya makan sedikit? Aahhh sayang sekali, padahal semua itu makanan kesukaan ku.' Batin Airyn sambil bersandar di dekat closet.


.......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2