
"Sayang.." Panggil Juna pada Airyn. Mereka telah sampai di apartemen beberapa menit yang lalu, saat ini Airyn sedang mengganti pakaian nya. Dia tidak malu-malu lagi, bahkan dia bisa berganti pakaian di depan Juna, begitu pun sebaliknya.
"Iya, kenapa?"
"Aku masih berasa mimpi deh.."
"Hahaha, siapa yang nyangka ya kan?" Tanya Airyn sambil terkekeh.
"Sumpah, aku gak expect kalau pasangan suami istri yang waktu itu berkunjung ke restoran tempat aku kerja itu ternyata orang tua kamu, yang."
"Tapi aku bersyukur, karena ternyata mereka sudah merestui kita, sayang." Jawab Airyn sambil duduk di pangkuan Juna.
"Hmm, iya sayang."
"Kamu kenapa? Keliatan nya kamu gak seneng, apa kamu merasa ragu lagi?" Tanya Airyn sambil mengusap rahang tegas sang kekasih.
"Tidak, sayang."
"Lalu, kamu kenapa? Bicara dong." Pinta Airyn. Juna menatap wajah cantik Airyn lalu tersenyum dan menggelengkan kepala nya.
"Gapapa kok."
"Yaudah, kalau kamu belum mau cerita ya gapapa." Jawab Airyn.
"Pengen." Celetuk Juna sambil tersenyum.
"Yang, kan tadi sebelum jalan-jalan tuh udah main."
"Kan beda lagi, yang. Itu kan tadi, sekarang ya beda lagi, hehe." Jawab Juna sambil cengengesan.
"Kamu ini gak ada capek nya apa?"
"Kalau untuk masalah itu, kayaknya enggak deh. Lagian kan kalo capek bisa istirahat dulu." Jawab Juna sambil tersenyum nakal. Kalau sudah begini, Airyn pasrah saja. Toh di larang juga Juna akan tetap merengek meminta jatah nya, jadi biar aman sejahtera ya mendingan di kasih saja jatah nya.
"Yaudah ayo, tapi jangan lama-lama ya. Nanti lecet punya aku." Pasrah Airyn. Seketika wajah Juna pun berbinar cerah, dia tersenyum penuh arti lalu tanpa basa basi lagi segera menggendong sang kekasih ke kamar. Kalau sudah di kamar, tentu tahu apa yang terjadi bukan? Terjadi peperangan yang dahsyat, bahkan Airyn di buat takluk di bawah kungkungan Juna.
Pemuda itu selalu bisa membuat Airyn takluk di bawah kuasa nya. Dia paling bisa membuat Airyn tak berdaya, sungguh demi apapun Airyn di buat lemas oleh perbuatan Juna sekarang.
"Kamu hebat sekali, sayang."
"Tentu, aku sudah profesional sekarang." Jawab Arjuna sambil memeluk tubuh Airyn dari belakang. Tangan besar nya, tetap memainkan buah kenyal milik sang kekasih dengan gemas.
__ADS_1
"Geli, yang."
"Geli tapi enak, iya kan?" Tanya Juna sambil menduselkan wajah nya di tengkuk leher Airyn.
"Ya enak, tapi geli sayang."
"Tahan aja, lagi pengen manja-manjaan gini sama kamu."
"Hmm, yaudah. Aku ngalah aja deh sama bocil."
"Bocil yang bisa bikin bocil gak sih?"
"Iya, kamu bisa bikin bocil. Nanti bocil nya ada disini." Jawab Airyn sambil membawa tangan besar Juna ke perut nya.
"Yang, selama ini kalau kita main aku selalu ngeluarin nya di dalam, gimana?"
"Gimana apa nya? Ya gapapa, kan gak mungkin harus di sedot pake selang, yang." Jawab Airyn sambil terkekeh pelan.
"Dih, maksud aku bukan begitu, sayang. Gimana kalau jadi bocil disini? Gimana kalau kamu hamil?"
"Gapapa, justru bagus kalau aku hamil. Artinya, kita bakalan cepet nikah." Jawab Airyn.
"Menikah ya?"
"Bukan gitu, aku senang kok kalau kita nikah."
"Ya, terus? Kenapa wajah kamu gitu kalau kamu senang?"
"Aku masih muda, yang." Lirih nya membuat Airyn akhirnya tahu, salah dirinya sendiri sih kenapa menjalin hubungan dengan pemuda yang usia nya jauh di bawah nya. Juna itu masih remaja, ada wajar nya kalau semisal dia mengatakan belum siap untuk menikah. Masa depan nya masih panjang, belum lagi Juna masih punya tanggung jawab kepada Ibu dan adiknya di desa.
"Kamu belum siap nikah? Yaudah, aku pakai kontrasepsi aja kalau gitu. Biar gak hamil duluan sebelum kamu siap buat nikahin aku." Jelas Airyn. Dia mengalah, dia melupakan semua prinsip nya demi Juna. Seperti nya, dia sudah di tahap bucin tolol pada Juna. Hingga kesalahan saja dia anggap benar.
"Jangan, sayang. Gimana kalau dia bener sudah ada disini? Kita sudah melakukan nya hampir sebulanan ini kan?"
"Sayang, aku juga gak bakalan gegabah dong. Aku mau test dulu, kalau memang aku positif, ya aku gak bakalan pake kontrasepsi. Kalau negatif, aku bakalan pake kontrasepsi."
"Gak usah, aku aja yang pake kontrasepsi." Jawab Juna. Dia tidak mau Airyn kesulitan. Memakai kontrasepsi seperti KB kan merepotkan? Mau berbentuk pil, suntik atau tanam seperti implan atau iud juga sama-sama merepotkan.
"Kontrasepsi seperti apa? Memang nya ada ya, kontrasepsi buat cowok? Setahu ku, biasa nya yang pakai kontrasepsi itu tuh cewek doang deh."
"Hahaha, sayang. Kamu ini polos banget deh, ada lah. Pake kond*m kalo mau main, atau enggak keluarin nya di luar. Jangan di dalem." Jelas Arjuna sambil tertawa. Dia merasa lucu saja saat mendengar ucapan sang kekasih yang terdengar polos sekali.
__ADS_1
"Kalo keluar di luar, gak enak dong kamu nya."
"Gapapa, sayang. Dari pada beresiko." Jawab Arjuna. Harusnya, kalau tidak ingin mengambil resiko, kenapa tidak sedari awal saja menggunakan kontrasepsi? Atau tindakan pencegahan agar tidak terjadi kehamilan? Kenapa baru sekarang, disaat mereka sudah melakukan hal itu sebulanan lebih, mungkin.
"Ya sudah, besok aku tetep mau test dulu ya."
"Iya, sayang. Maaf ya? Tapi, kalau dia sudah hadir, jangan pernah berpikiran untuk menyakiti anak kita, sayang. Biar kita saja yang salah, anak kita tetap harus kita rawat dengan baik." Jawab Juna sambil mengusap wajah cantik Airyn.
"Besok kita ke salon ya?" Ucap Airyn tiba-tiba.
"Ngapain, Bby? Kamu mau potong rambut?" Tanya Juna.
"Bukan aku, tapi kamu."
"Aku? Ada apa denganku? Aku baik-baik saja." Jawab Juna, membuat Airyn terkekeh pelan.
"Kamu memang baik-baik saja, tapi rambut mu.."
"Rambut ku? Ada apa dengan rambut ku, sayang? Bagus gini kok, lebat." Jawab Juna sambil meraba kepala nya.
"Hahaha, sayangku. Kamu kan lusa nanti ikut sama aku ke perusahaan, masa rambut nya gondrong gini sih. Sekalian aku mau naik art, yang ini udah burik."
"Ohh, tapi aku nyaman sama model rambut aku sekarang, yang."
"Sedikit aja deh ya?" Bujuk Airyn.
"Janji nih, sedikit?"
"Iya, aku janji sama kamu. Sedikit pokoknya, sama di rapihin aja dikit biar ayang nya aku makin ganteng."
"Oke deh, aku bakalan nurut apa aja kata kamu." Jawab Juna pasrah. Airyn pun tersenyum manis, dia senang saat mendengar ucapan Juna. Dia memang pemuda yang penurut.
"Yang.."
"Iya, kenapa?"
"Mau bobok nya disini, boleh?" Tanya Juna.
"Boleh, apapun boleh buat kamu. Yuk tidur, aku capek."
"Oke, selamat tidur sayangku." Ucap Juna. Dia mengecup mesra kening Airyn, lalu tidur di dada Airyn. Tangan wanita itu mengusap-usap kepala belakang Juna dengan lembut, membuat pemuda itu semakin nyaman dan akhirnya dia tertidur pulas hanya dalam beberapa menit saja. Begitu juga dengan Airyn, udara yang dingin membuat nya mengantuk.
__ADS_1
.......
🌻🌻🌻🌻