
Keesokan hari nya, Arjuna dan Airin pun pergi dari rumah untuk pulang kampung. Seperti perintah Jonathan tadi malam, mereka akan pergi ke kampung Juna untuk berkunjung sekalian meminta restu. Entah akan seperti apa reaksi orang tua Juna ketika bertemu dengan Airyn nanti nya, tapi akan seperti apapun itu Airyn tidak peduli karena dia percaya pada Juna.
Mereka pergi menggunakan mobil sedan dengan seorang supir yang akan mengantarkan mereka. Juna dan Airyn pun berpamitan pada kedua orang tua Airyn untuk pergi ke daerah nya membawa putri mereka untuk bertemu dengan ibu nya.
"Daddy, Mami, Juna izin bawa Airyn ke kampung ya."
"Iya, hati-hati di jalan nya. Kalau udah sampai, langsung kabarin Daddy ya. Jagain Airyn, kalau kata kamu kampung mungkin Airyn harus menyesuaikan dirinya disana." Ucap Jonathan sambil tersenyum kecil.
"Baik, Daddy."
"Ya sudah, sana berangkat. Jangan lupa, kalau udah sampai hubungin Daddy ya biar gak khawatir."
"Iya, Daddy." Jawab Juna. Dia pun masuk ke dalam mobil, di bangku belakang bersama Airyn. Tak lama kemudian, mobil sedan mewah berwarna hitam itu pun melaju dengan kecepatan rata-rata menjauhi mansion besar milik keluarga Airyn.
Sepanjang perjalanan, Juna dan Airyn pun hanya mengobrol, sekali-kali mereka mengambil foto bersama lalu mengupdate nya di media sosial. Mereka juga makan dan sesekali bercanda dengan mesra, layaknya pasangan kekasih yang romantis. Anggap saja supir nya sebagai patung karena seolah tidak di anggap keberadaan nya, pasangan kekasih itu asik dengan dunia mereka sendiri.
"Ngantuk, yang. Ini masih jauh?"
"Masih, yang. Kita sampe nya besok pagi." Jawab Arjuna.
"Besok? Tidur dulu deh ya, ngantuk."
"Iya, tidur aja." Jawab Juna. Dia pun membuat Airyn tertidur di paha nya, dia mengatur posisi yang tepat agar sang kekasih merasa nyaman. Juna mengusap-usap kepala Airyn, membuat wanita itu semakin mengantuk dan akhirnya tertidur. Juna juga merasa mengantuk, akhirnya dia tertidur meskipun sambil duduk.
Supir yang melihat hal itu dari kaca spion pun tersenyum kecil. Pantas saja Tuan nya begitu percaya dengan sosok pemuda bernama Arjuna Reksa untuk menjaga Airyn, bahkan dengan kepercayaan nya dia mengizinkan Airyn untuk pergi bersama Juna ke tempat tinggal nya di desa. Padahal, semua bodyguard di mansion tahu kalau Jonathan tidak pernah mengizinkan Airyn pergi bersama siapapun jika tidak bersama nya, termasuk dengan mantan pacar nya dulu.
"Ternyata pilihan Nona Airyn yang ini sudah tepat." Gumam supir bernama Bima itu. Dia senang karena akhirnya petualangan Airyn untuk mencari jodoh nya telah berakhir sekarang.
"Semoga hubungan kalian langgeng hingga maut memisahkan." Gumam nya lagi. Pria itu pun mengemudikan kendaraan nya dengan kecepatan sedang.
Keesokan hari nya, pagi-pagi sekali mereka sudah masuk ke dalam jalanan apa pedesaan. Jalan yang agak sempit dengan jalanan yang cukup terjal, batu-batu nya terlihat bergeletakan di jalanan, membuat perjalanan mereka berguncang.
"Aduh, ini jalanan nya kok gini sih, yang?" Tanya Airyn. Dia tidak terbiasa ketika melakukan perjalanan di jalanan yang seperti ini. Maklum lah, nama nya juga anak kota.
"Nama nya juga jalanan kampung, yang. Kalo orang hamil yang lewat jalan ini, terus pake motor, bisa-bisa keguguran." Ucap Juna sambil tersenyum, membuat Airyn refleks memegang perut nya. Padahal, dia tidak sedang hamil saat ini. Tapi dia refleks memegang perut nya.
"Kamu hamil, yang?" Tanya Juna.
"Enggak tuh."
__ADS_1
"Terus kenapa tangan kamu megangin perut? Sakit perut nya?" Tanya pemuda itu dengan khawatir.
"Hehe, dikit. Mungkin karena mobil nya berguncang aja kok, jangan khawatir."
"Sini, duduk nya di pangkuan aku biar gak terlalu keguncang itu perut nya." Airyn menurut, dia pun duduk di pangkuan Juna sambil memeluk leher sang kekasih. Bima yang melihat hal itu hanya menguluum senyum nya melihat adegan romantis di belakang nya melalui kaca spion.
'Pada akhirnya, si cantik akan tetap menjadi milik si tampan.' Batin Bima sambil tersenyum.
"Maaf, ini rumah nya yang mana?" Tanya Bima.
"Lurus sedikit lagi, nanti ada rumah panggung." Petunjuk Juna. Meskipun di pedesaan, tapi rumah-rumah disini sudah di dominasi oleh rumah modern, hanya ada beberapa rumah khas pedesaan salah satu nya rumah milik Juna, rumah panggung sederhana.
"Yang ini, Tuan muda?"
"Iya, parkir disini saja." Jawab Juna. Baru saja mobil itu terparkir, warga yang mungkin baru pertama kali melihat mobil semewah ini pun langsung berdatangan dan menerka-nerka, siapa kira nya orang yang datang ke desa menggunakan mobil semewah ini. Mobil nya juga sangat bersih, kinclong. Saking kinclong nya bisa di pakai bercermin.
"Sayang, aku turun dulu ya. Kamu nanti aja nyusul, liat tuh netizen udah berkumpul." Ucap Juna sambil melirik ke arah luar, dimana orang-orang sudah berkumpul disana dengan tatapan ke arah mobil yang terparkir di salah satu halaman warga.
"Yaudah, hati-hati."
"Iya, sayang." Jawab Juna. Dia mengecup kening Airyn lalu turun lebih dulu. Semua orang menganga ketika melihat Juna lah yang turun dari mobil mewah berwarna hitam itu.
"Permisi, Bu. Saya izin parkir mobil disini ya." Ucap Juna pada pemilik halaman rumah yang cukup luas itu.
"Iya, Bik. Kangen sama emak." Jawab Juna sambil tersenyum.
"Emak mu barusan pulang, habis nganter Nana sekolah."
"Iya, Bik. Kalo gitu Juna ke rumah dulu ya." Jawab Juna sambil tersenyum ramah. Juna pun pergi menuju rumah nya, rumah sederhana yang penuh akan kenangan semasa kecil nya.
Tak terasa, air mata Juna menetes begitu saja. Namun dengan cepat, dia mengusap nya. Dia tak ingin menangis sebelum bertemu sang ibu.
"Mak.." Panggil Juna lirih sambil membuka pintu yang terbuat dari kayu itu.
"Iya, siapa ya?"
"Emak gak kenal sama anak sendiri?" Tanya Juna membuat wanita paruh baya yang baru saja keluar dari area dapur itu terkejut ketika mendapati putra nya sudah berada di ambang pintu.
"Juna.."
__ADS_1
"Iya, Mak. Juna pulang.." Jawab Juna, kedua mata nya berkaca-kaca, lalu dia membuka sepatu dan menghambur memeluk sosok wanita yang telah melahirkan nya belasan tahun silam itu dengan erat.
Kedua nya menangis dalam pelukan, Juna maupun sosok ibu nya itu sama-sama merindukan satu sama lain.
"Kenapa gak bilang mau pulang hmm?"
"Juna sengaja mau ngasih kejutan buat emak. Emak baik-baik saja kan?" Tanya Juna sambil mengusap air mata yang mengajak sungai di mata nya.
"Emak baik, sayang."
"Nana mana, Mak?" Tanya Juna.
"Nana demam, jadinya dia tidur setelah Mamak kasih obat." Jawab mamak Juna.
"Kamu sama siapa kesini, Nak?"
"Sama calon mantu emak." Jawab Juna sambil tersenyum.
"Calon mantu? Maksud mu, Airyn?" Tanya nya lagi, Juna tersenyum lalu menganggukan kepala nya.
"Mana dia? Mamak mau ketemu sama calon mantu."
"Airyn di luar, Mak. Yuk keluar sama Juna." Ajak Juna. Dia menarik lembut stanagn sang ibu membawa nya keluar. Mamak Juna terkejut ketika melihat sebuah mobil mewah terparkir di salah satu halaman rumah tetangga nya.
"Itu mobil siapa?"
"Punya Airyn." Jawab Juna sambil tersenyum. Dia mengenakan sendal, lalu berjalan ke arah mobil itu dan mengetuk pintu nya secara perlahan.
"Sayang.."
"Iya, udah saatnya aku ketemu Mamak?" Tanya Airyn. Juna menganggukan kepala nya, Airyn pun membuka pintu dan keluar dari mobil nya. Dia membuka kacamata hitam nya, dan menyimpan nya ke dalam tas. Juna menggenggam tangan Airyn membawa nya ke hadapan sang ibu yang terdiam ketika melihat sosok Airyn yang cantik dan mempesona. Wanita yang sangat cantik, apa dia tidak salah memilih Juna?
"Mamak, ini Airyn." Ucap Juna.
"Hallo, Mak. Saya Airyn, pacar nya Juna." Jawab Airyn sambil tersenyum manis. Namun, wanita paruh baya itu hanya terdiam dan itu membuat Airyn salah paham.
"Jun, kayaknya Mamak gak suka deh sama aku. Aku pulang aja ya?" Bisik Airyn membuat Juna mengeratkan pegangan tangan nya di tangan Airyn.
.......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻