
"Ayang.." Panggil Airyn pada Juna yang masih betah memeluk nya. Kedua nya, baru saja menyelesaikan permainan mereka di ronde kedua hari ini. Airyn terlihat kewalahan melayani nafsuu sang kekasih yang seolah tiada puas nya, dia juga memiliki stamina yang bagus. Selain itu, miliknya juga besar dan tahan lama. Membuat Airyn seringkali merasa kesakitan, namun Juna tau benar bagaimana cara menenangkan nya agar tidak merasa kesakitan terus menerus.
Dia akan melakukan sesuatu yang membuat gairaah Airyn kembali bangkit, hingga membuat wanita itu akan melupakan rasa sakit nya dan menikmati permainan nya kembali.
"Hmm, iya sayang. Kenapa?"
"Anter ke kamar mandi, pengen pipis tapi badan aku sakit semua."
"Iya, mau di gendong aja?"
"Tapi.."
"Coba berdiri, bisa gak?" Tanya Juna. Airyn beranjak dari rebahan nya, lalu berusaha berdiri dan berjalan dengan perlahan, namun lutut nya bergetar hebat. Wanita itu meringis kesakitan, mungkin miliknya lecet saat ini.
"Aaawwhhss.."
Juna yang melihat itu pun merasa iba, dia mengambil celana pendek nya yang tergeletak begitu saja di lantai, setelah tadi dia melempar nya sembarangan karena terburu-buru ingin memulai permainan. Dia memakai nya secepat kilat, lalu dengan sigap segera menggendong Airyn ke kamar mandi.
"Sayang, aku kaget tau. Kebiasaan banget suka tiba-tiba gini deh."
"Hehe, kalau aku liatin kamu jalan kayak gini, mungkin satu bulan baru sampai kamar mandi. Jalan nya pelan banget, kayak siput." Jawab Juna sambil terkekeh, dia menundukkan kepala nya lalu mencium bibir Airyn dengan gemas.
"Aku gini juga gara-gara siapa ya?"
"Iya iya, maaf ya."
"Kamu main nya gak bisa pelan, jadinya bikin punyaku sakit."
"Ya jangan salahin aku dong, salahin aja tubuh kamu kok enak banget." Jawab Juna sambil tersenyum kecil.
"Iya deh iya, terserah sayang aja." Ucap Airyn pasrah. Wanita itu pun hanya membiarkan Juna menggendong tubuh nya ala bridal style dan menurunkan nya di atas closet.
"Kamu gak keluar, sayang?" Tanya Airyn pada Juna. Pasalnya, pemuda itu tidak melangkahkan kaki nya sedikit pun dan sekarang hanya berdiri di depan Airyn yang duduk di closet.
"Ngapain aku harus keluar?"
__ADS_1
"Isshh, aku mau pipis!"
"Ya tinggal pipis aja, aku tungguin disini." Jawab Arjuna yang membuat Airyn merasa malu sendiri jika pipis tapi di lihatin oleh Juna, meskipun dia tahu kalau pemuda itu sudah melihat seluruh tubuh nya, tapi tetap saja rasanya agak sedikit memalukan.
"Aku malu, keluar sana."
"Ngapain malu sih, Bby? Aku udah lihat semua tubuh kamu, sayang."
"Plis, keluar ya? Aku udah gak kuat." Pinta Airyn. Akhirnya Juna pun menuruti permintaan sang kekasih, sebelum keluar dia mencium kening Airyn dan juga mengacak rambut nya, setelah itu barulah dia keluar kamar mandi.
Wajah Airyn memerah seperti kepiting rebus saat ini, sungguh demi apapun dia merasa malu dengan semua tingkah Juna. Apalagi sekarang, tadi dia hanya melihat Juna bertelanjang dada dengan celana pendek saja. Tubuh nya yang atletis membuat wanita itu selalu di buat kagum dengan Juna.
Dia tidak pernah melihat pemuda itu berolahraga, lantas dari mana dia mendapatkan tubuh yang bagus itu? Belum lagi otot-otot yang menonjol dimana-mana, termasuk memiliki perut rata dengan enam roti sobek yang terlihat sangat menggoda dan Airyn sangat menyukai nya. Dia suka saat perut sixpack itu menggesek di atas tubuh nya.
"Aaaaa, Juna! Kau benar-benar membuat aku menggila." Ucap Airyn. Dia pun dengan cepat menunaikan hajat nya, setelah selesai dia keluar dari kamar mandi namun tidak melihat keberadaan sang kekasih.
"Sayang.." Panggil Airyn. Dia berjalan pelan sambil berpegangan pada dinding. Tidak ada jawaban sama sekali, suasana kamar ini terasa begitu hening.
"Juna kemana ya? Padahal tadi dia disini." Gumam Airyn. Wanita itu pun berniat mencari keberadaan Juna keluar kamar, namun intinya terasa sangat perih setelah terkena air tadi di kamar mandi.
"Sayang.." Panggil Airyn lagi, barulah terdengar ada yang menyahut dari luar.
"Iya, aku di dapur, sayang." Suara Juna, ya itu suara Juna. Airyn hafal benar dengan suara Juna yang sedikit berat itu.
Airyn pun memutuskan untuk keluar kamar dan melangkah dengan hati-hati. Dia berjalan sangat pelan, apalagi saat menuruni tangga. Pemuda itu datang dan langsung menggendong Airyn tanpa banyak bicara.
"Kenapa keluar kamar, yang?"
"Nyari kamu." Jawab Airyn setelah dia di turunkan dari pangkuan Juna, wanita itu duduk di meja makan.
"Aku lagi bikin makan malam, ya lagi-lagi makan malam nya terlambat, hehe."
"Iya sih, aku juga lapar."
"Makanya, kamu harus isi tenaga. Malam ini masih panjang, sayang." Ucap Juna sambil menyeringai nakal.
__ADS_1
"Sayang, aku capek."
"Baiklah, cukup untuk hari ini. Tapi besok, aku minta jatah ku sebelum kita pergi bekerja. Bagaimana?" Tanya Juna sambil tersenyum manis.
"Sayang, nanti aku gak bisa jalan dong."
"Bisa, pelan-pelan aja kayak tadi, sayangku."
"Yang, istirahat dulu ya. Plis?"
"Hmm, liat nanti aja. Ini makan dulu, sayang." Jawab Juna. Dia meletakan piring berisi makanan yang terlihat sangat menggugah selera. Menu nya masih sama, ayam. Namun cara memasak nya berbeda dengan yang tadi.
Airyn pun makan dengan lahap, dia harus makan banyak agar dia memiliki tenaga untuk melayani Juna yang seperti kecanduan dengan tubuh nya sekarang.
"Kenapa, sayang? Makanan nya gak enak ya?" Tanya Juna.
"Enggak kok, ini enak banget."
"Terus kenapa makan nya sambil bengong? Gak usah di pikirin, sayang. Aku cuma bercanda kok, kalau kamu gak mau ya aku gak bakalan maksa kok. Istirahat aja, sampai itu kamu sembuh. Sekarang makan yang banyak, terus kita tidur ya." Ucap Juna yang membuat Airyn tersenyum manis lalu menganggukan kepala nya.
Setelah menyelesaikan acara makan malam yang terlambat nya, kedua nya pun kembali ke kamar lalu beristirahat karena besok, mau tidak mau mereka harus bekerja. Airyn masih mending karena dia bekerja di perusahaan nya sendiri, lalu bagaimana dengan Juna? Kalau terlalu sering tidak masuk kerja, bisa-bisa dia di pecat.
Keesokan harinya, Juna terbangun lebih dulu seperti biasa nya. Dia langsung bergegas ke dapur untuk memasak sarapan. Setelah nya, dia kembali ke kamar dan membangunkan Airyn. Kedua nya pun mandi bersama pagi ini, tentu nya dengan di warnai oleh modus Juna yang selalu bisa membuat Airyn mendesaah.
"Sayang, plis.."
"Haha, baiklah. Keluarlah lebih dulu sebelum aku menerkam mu, sayang." Jawab Juna. Dengan cepat, Airyn pun menyudahi acara mandi nya dan keluar dari kamar mandi setelah membilas tubuh nya di bilik shower.
Juna tersenyum kecil melihat tingkah Airyn yang terlihat sangat menggemaskan bagi nya.
"Takut banget mau di terkam, padahal kalo udah main dia yang berisik." Gumam Juna sambil menggelengkan kepala nya.
......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1