Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 62 - Hadiah untuk Sepupu


__ADS_3

'Nona..' Ucap Maudy di seberang telepon, Airyn yang sedang duduk di tepi ranjang dengan memakai kemeja kebesaran milik Juna pun mulai beranjak dari duduk nya dan berjalan dengan sangat perlahan. Jujur saja, rasanya sangat menyakitkan. Jadi, begini sakitnya pecah perawaan? Membuat nya hampir tak bisa berjalan, sekarang saja lutut nya bergetar hebat saat dia berjalan. 


Airyn berjalan ke arah balkon untuk menikmati semilir angin malam hari ini. Untuk Juna, dia sedang berada di kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya. Tadi, Airyn mandi terlebih dulu. Dia menolak saat Juna mengajak nya untuk mandi bersama, jujur saja dia takut kalau sampai ajuna mengajak nya bermain lagi di kamar mandi. 


"Iya, Dy. Ada apa?"


'Apa Nona baik-baik saja, kemana saja Nona hari ini? Saya sudah mencoba berpuluh kali menelpon anda, tapi anda tidak kunjung mengangkat nya juga.' Ucap Maudy. Terdengar jelas kalau dia sedang khawatir. Maka dari itu dia jadi lebih banyak bicara. 


"Kau khawatir padaku, Dy?"


'Tentu, Nona. Anda sakit atau..'


"Aku baik-baik saja, aahh tidak. Aku memang sakit, hehe. Tapi sakit nya aku buat sendiri kok." Jawab Airyn sambil terkekeh pelan.


'Anda sakit apa, Nona?'


"Besok kau akan tau sendiri, Dy. Bagaimana kantor?"


'Aman-aman saja, Nona. Hanya saja, pekerjaan anda mungkin sedikit menumpuk. Tapi saya sudah mengerjakan setengah nya tadi.' Jelas Maudy membuat senyum Airyn merekah sempurna. Dia sangat senang mendengar ucapan Maudy. Dia benar-benar orang yang bertanggung jawab, dia tidak salah memilih wanita itu sebagai asisten nya. 


"Aku transfer bonus mu nanti malam, Dy."


'Terimakasih, Nona.'


"Hmm, tidak perlu berterima kasih karena itu adalah hak mu. Terimakasih telah bekerja keras selama aku tidak masuk kantor, Dy."


'Sama-sama, Nona. Sudah kewajiban dan tugas saya. Omong-omong, tentang tugas yang Nona berikan hari itu, saya sudah mendapatkan motor yang sekira nya cocok untuk Juna, Nona.'


"Bisa kau kirimkan gambar motor nya? Aku ingin melihat nya sendiri."


'Baik, Nona.' 


"Ya sudah, aku matikan dulu."


'Nona maaf, apa besok anda bisa masuk kantor?' Tanya Maudy lagi.


"Lihat keadaan dulu besok, kalau sudah membaik, aku akan masuk kantor."


'Baiklah, Nona. Semoga cepat sembuh dan beraktivitas seperti biasa nya.'


"Iya, jangan lupa kirim gambar nya sekarang ya?"


'Baik, Nona.' 

__ADS_1


Panggilan pun selesai dan Maudy benar-benar melakukan perintah nya. Dia mengirim poto-poto motor yang menurut nya cocok untuk Juna. Mulai dari motor gede hingga motor matic semua ada.


"Yang, ngapain disini?" Tanya Juna sambil melingkarkan kedua tangan nya di pinggang Airyn. Dia juga menyandarkan dagu nya di pundak Airyn dengan manja. 


"Rambut nya gak di keringin dulu, yang? Air nya netes-netes itu, basah kena baju aku." 


"Maaf.."


"Gapapa, sayang. Kamu udah selesai mandi nya?"


"Heem, udah kok. Dingin ya, Bby."


"Kamu mandi nya pake air dingin, kenapa gak pakai air hangat?"


"Biar seger aja sih, hehe." Jawab Juna sambil terkekeh. 


"Omong-omong, kamu belum jawab pertanyaan aku lho, Bby."


"Pertanyaan yang mana, sayang?"


"Ngapain disini malem-malem? Gak dingin? Mana cuma pake baju ginian, bikin nafssu aja." Celetuk Juna, padahal tangan nya sudah aktif merayap nakal ke arah dada sang kekasih. 


"Barusan habis telponan sama Maudy."


"Pasti bahas kerjaan, iya?" Tanya Juna sambil tersenyum kecil.


"Terus, kamu jawab apa? Gak mungkin kan kalau kamu jawab gak masuk kerja karena aku perawaani kan?" Tanya Juna dengan wajah polos nya, membuat Airyn tertawa. Dia memang suka ceplas ceplos, tapi dia tidak mungkin menjawab seperti itu kan? Dia juga masih punya rasa malu kali. 


"Enggak lah, kamu ini. Aku juga punya malu kali, yang." Jawab Airyn sambil tersenyum. 


"Terus jawab apa dong?"


"Ya, aku bilang kalau aku lagi sakit."


"Sakit apa? Pasti Maudy nanya gitu, iya kan?"


"Iya, tapi ya aku jawab nanti dia juga tau sendiri. Hehe."


"Ohh, yaudah deh. Aku malu kalau ketahuan habis nerkam kamu."


"Emang kenapa? Kok pake malu segala?"


"Aku masih kecil, udah tau gituan." Jawab Juna yang membuat Airyn tertawa.

__ADS_1


"Ya kalau dari aku, kamu memang masih kecil, sayang. Tapi bagi anak-anak seusia kamu, kamu udah dewasa kok. Udah legal usia segini, jadi aku juga gak bakalan di cap sebagai pedofil karena main sama anak di bawah umur." Jelas Airyn yang membuat Juna terkekeh juga. Jawaban Airyn terdengar lucu. 


"Ohh iya, sayang. Ini aku kan mau beliin sepupu aku hadiah, dia minta motor. Tapi aku bingung, aku gak ngerti soal motor. Kamu bisa bantu pilihin gak, yang?" Tanya Airyn. 


"Boleh, sepupu kamu cowok?"


"Iya, dia seumuran sama kamu. Ehh, beda dua tahun kali ya?" 


"Hmm, tapi yakin buat sepupu kamu? Bukan buat selingkuhan kamu kan, Bby?" Tanya Juna dengan wajah sendu nya.


"Astaga, mulut mu mau aku timpuk atau gimana hmm? Enak aja, aku bukan tipe wanita yang suka selingkuh." Jawab Airyn dengan nada kesal.


"Hehe maaf, nama nya juga remaja labil. Aku kan masih remaja, agak sedikit labil gapapa deh ya?"


"Gapapa banget, soalnya kamu menarik banget. Aku suka plus aku cinta." Jawab Airyn sambil berjinjit untuk bisa menggapai bibir Juna. Pemuda itu tersenyum, dia pun menundukan kepala nya dan mencium bibir Airyn dengan mesra selama beberapa menit, lalu melepaskan nya.


"Jadi yang mana?" Tanya Airyn sambil memperlihatkan gambar-gambar motor yang di kirimkan oleh Maudy tadi.


Juna terlihat fokus melihat-lihat motor yang di tunjukkan oleh Airyn di ponsel nya. Beberapa kali, kening nya berkerut. Mungkin memikirkan banyak kemungkinan, dia tidak mau salah memilih karena ini hadiah untuk sepupu Airyn. 


"Yang ini bagus deh, Sayang.." 


"Ini?"


"Iya, dia cowok kan? Kayak aku?"


"Iya, dia cowok. Badan nya juga gak beda jauh sama kamu. Cuman gantengan kamu, hehe." Jawab Airyn sambil tersenyum genit. 


"Yang ini bagus, kalau di pakai bakalan keliatan manly banget deh."


"Oke, yang ini. Biar aku pesen sama Maudy." 


"Maudy?"


"Hehe iya, aku nyuruh dia buat nyariin motor yang kira nya cocok buat sepupu aku."


"Ohh, aku kirain dia jualan motor, hehe."


"Astaga kamu tuh ya.." Ucap Airyn, dia pun meletakan ponsel nya di atas meja kecil yang ada di balkon lalu melingkarkan kedua tangan nya di leher Juna.


"Wanna play with me, Darl?" Tanya Juna. Jujur saja, saat melihat pakaian yang di kenakan oleh Airyn saja membuat tubuh nya memanas. Dia bernafssu melihat tubuh Airyn yang sintal, seksii dan berisi. Sangat menggairahkan bagi Juna yang memang sudah tergila-gila dengan tubuh Airyn. 


"Yes, i wanna play with you." Jawab Airyn. Juna tersenyum lalu segera menggendong Airyn seperti bayi koala, masuk ke dalam kamar. Dan, terjadilah pertempuran huru-hara yang melibatkan dua insan yang berlawanan jenis itu. 

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2