Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 96 - Kehidupan Airyn


__ADS_3

"Sayang.." Panggil Juna, membuat Airyn yang sedang memasak di dapur pun menoleh. Dia pun berbalik sambil tersenyum, perutnya yang buncit di baluti celemek berwarna merah muda. Wanita cantik itu terlihat berkali lipat jauh lebih cantik saat di pagi hari seperti ini.


Airyn sudah tidak lagi mengalami morning sickness di usia kandungan nya yang ke lima bulan. Ya, sudah terhitung lima bulan Airyn dan Juna menikah. Kini, mereka sudah pindah ke rumah baru yang orang tua Airyn berikan pada mereka sebagai hadiah pernikahan. Di rumah ini, mereka tinggal bersama Mamak dan juga Nana. 


Sejak menikah dengan Airyn pula, Juna menggantikan posisi Airyn di perusahaan karena sekarang Airyn sudah tidak bisa terlalu fokus dengan pekerjaan karena kehamilan nya yang semakin membesar. Dia sudah resign dari perusahaan sejak kehamilan nya berusia tiga bulan, karena saat itu Airyn mengalami morning sickness parah hingga di rawat di rumah sakit karena terus menerus muntah-muntah hingga tubuh nya lemas karena kekurangan cairan. 


Monica dan juga Jonathan mendukung usul Juna untuk membuat Airyn resign untuk sementara waktu sampai gejala morning sickness nya hilang. Sebenarnya, gejala itu sudah hilang di usia kehamilan Airyn yang ke empat bulan, tapi ternyata dia menolak kembali ke perusahaan karena lebih nyaman berada di rumah. 


"Lagi masak apa, sayang?" Tanya Juna sambil mengusap perut buncit Airyn dengan gemas. 


"Daging sapi lada hitam, sayang. Kamu sudah siap mau ke kantor?"


"Iya nih, ada meeting sama klien."


"Gimana, sibuk ya sekarang?" Tanya Airyn sambil mengusap rahang tegas sang suami sambil tersenyum.


"Hehe, sibuk sekali. Tapi tidak apa-apa, aku tidak boleh mengeluh kan? Lagian, aku jadi direktur juga karena jalur orang dalem, hehe." Jawab Juna sambil terkekeh. 


"Lho kok kamu bicara seperti itu sih, sayang? Jangan gitu dong." 


"Tapi kan memang iya, sayang." Jawab Arjuna.


"Aku gak suka denger nya, sayang. Jangan bicara seperti itu lagi ya, janji?" Tanya Airyn sambil mengulurkan kelingking nya pada sang suami.

__ADS_1


"Iya, sayang." 


"Aku belum nyobain, cobain dulu deh. Kalau ada yang kurang nanti bilang sama aku, sayang." Ucap Airyn sambil menyendok daging yang masih ada di dalam wajan, lalu mendekatkan sendok nya ke arah mulut Juna. Pria itu menerima nya dan merasakan nya terlebih dulu sebelum memberikan penilaian pada masakan istrinya. 


"Enak, sayang. Kemampuan memasak mu lebih berkembang, lanjutkan." Ucap Juna sambil mengacak rambut sang istri dengan gemas. 


"Iya, sayang. Tapi ini beneran enak?"


"Enak, banget." Jawab Juna sambil mengunyel-unyel pipi Airyn yang bulat seperti kue bakpao. 


"Gemesin nya bumilku, kamu makin cantik deh. Apalagi dengan perut buncit kamu ini, gemes banget."


"Kamu ini bisa aja, bisa aku minta tolong panggilkan Mamak sama Nana biar makan sekarang?"


Airyn pun menyajikan makanan nya di atas meja, lalu tak lama kemudian datanglah Mamak dan juga Nana yang sudah siap dengan seragam sekolahnya.


"Kakak cantik.." Panggil Nana sambil berlari dan menghambur memeluk kakak cantiknya.


"Kamu ini kebiasaan deh, jangan lari-larian. Nanti kamu jatuh lho." Ucap Airyn, sejak tinggal bersama dalam satu rumah, Nana semakin menempel pada Airyn. Dia semakin dekat dengan kakak cantik nya, bahkan seringkali Juna di buat kesal karena Nana terus saja menempeli istrinya. Seringkali dia harus menahan kesal setengah mati karena Nana ingin tidur bersama Airyn, lalu bagaimana dengan dirinya? Tengah malam atau setelah memastikan adiknya tidur nyenyak, Juna akan memindahkan istrinya ke kamar dengan cara menggendong nya. 


Tahu sendiri kalau Juna itu bucin akut pada Airyn, dia takkan bisa tidur tanpa memeluk Airyn. Dari dulu saja begitu, apalagi setelah menikah kan? Ikatan mereka sudah jelas dan Juna bebas menunjukkan kebucinan nya pada Airyn. Maka dari itu dia merasa kesal jika waktunya dia bucinan dengan sang istri, tapi malah terganggu oleh Nana yang manja pada istrinya. 


Sejak menikah juga, Airyn sudah lebih banyak berubah. Dia menjadi lebih dewasa, bahkan dia belajar keras untuk belajar memasak. Dia ingin suaminya makan di rumah setiap hari, kecuali makan siang karena suaminya itu akan makan di kantor jika makan siang. 

__ADS_1


"Mamak, ayo makan.." 


"Kamu saja dulu, Nak." Jawab Mamak dia merasa tak enak jika makan lebih dulu padahal dia tidak membantu menantu nya untuk memasak tadi, karena dia sibuk mengurus keperluan Nana yang akan sekolah. 


"Sayang."


"Siap, sayang." Jawab Juna yang sudah paham akan permintaan istrinya. Dia pun menyendok lauk nya untuk Mamak dan juga Nana. Setelahnya dia juga mengambilkan makanan untuk sang istri dan dirinya sendiri. 


"Ayo makan semua, selamat makan. Semoga suka ya, kalau gak enak bilang sama Airyn." 


"Wahh, makan daging. Makasih kakak, masakan kakak enak sekali." Puji Nana sambil tersenyum, dia makan dengan lahap. 


Setelah selesai sarapan pagi, Juna pun pergi untuk bekerja. Dia juga sekalian mengantar Nana ke sekolah, jarak sekolah ke rumah hanya berjarak beberapa ratus meter saja, tidak jauh. Pulang nya nanti, Mamak dan Airyn yang akan menjemputnya sambil berjalan-jalan. 


"Selamat bekerja, Pak Suami." Ucap Airyn sambil tersenyum. Dia memeluk sejenak sang suami, lalu di balas dengan kecupan di kening nya dengan mesra.


"Aku kerja dulu, kalau ada apa-apa langsung telepon. Aku mencintaimu."


"Aku juga, aku lebih mencintaimu suamiku." Balas Airyn sambil tersenyum. Dia pun membiarkan suami nya untuk pergi ke kantor. Dia melambaikan tangan nya saat mobil sedan miliknya menjauhi rumah yang mereka tinggali. Airyn memberikan mobil itu untuk menjadi kendaraan Juna ke kantor.


........


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2