
Sore hari nya, pemuda itu bangun terlebih dulu. Tadi dia menemani Airyn yang tidak mau di tinggal, wanita itu berubah sangat manja disaat sedang datang bulan. Mungkin karena hormon menstruasi nya yang membuat mood wanita itu menjadi agak sensitif.
"Dia tidur nyenyak sekali." Gumam Juna, dia pun tersenyum, lalu mengecup kening sang kekasih dengan mesra. Arjuna beranjak dari tidurnya, dia ingat kalau mereka sudah melewatkan jam makan siang. Jam kecil di atas nakas sudah menunjukkan pukul tiga sore. Artinya mereka sudah telat beberapa jam.
"Sebaiknya aku masak, mungkin dia akan lapar saat bangun nanti." Gumam pemuda itu lagi. Dia pun berusaha melepaskan pelukan sang kekasih, sepelan mungkin agar Airyn tidak terganggu tidur nya. Dia tidak tega kalau sampai Airyn terbangun dari tidurnya.
Pemuda itu pun masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya dengan sabun, setelah itu dia pun keluar dari kamar dan menutup kembali pintu kamar nya dengan perlahan, dia khawatir akan membangunkan sang kekasih.
Juna tersenyum saat melihat isi kulkas yang kosong, Airyn memang mengajak nya untuk belanja bulanan, tapi kedua nya belum sempat. Namun keadaan sang kekasih tidak memungkinkan karena Airyn sedang mengalami keram perut karena menstruasi. Wanita itu sedang merasakan kesakitan yang benar-benar terlihat sakit seperti nya, terbukti karena wajah sang kekasih yang terlihat sangat pucat.
"Gak ada apa-apa, masak apa ya?" Gumam Arjuna sambil tersenyum kecil, dia terlihat kebingungan karena tak ada bahan makanan apapun di kulkas.
"Roti aja kali ya? Masih ada selada sih, apa bikin sandwich sayur?" Gumam pemuda itu lagi. Ini lah dilema nya seorang Arjuna jika akan memasak, membuat sarapan atau makan malam pasti lama untuk memikirkan apa menu masakan nya.
"Oke lah, itu aja. Harusnya sih sup ya, biar hangat perut nya. Tapi gak ada, gapapa lah." Gumam pemuda itu. Dia pun menyalakan kompor dan meletakan teflon, dia pun memanggang dua keping roti gandum dengan margarin agar terasa lebih gurih. Setelah itu, pria itu membuat telur setengah matang, mengiris tomat, timun dan selada, juga menambahkan saus tomat agar tidak terlalu hambar, lalu menumpuk nya.
"Selesai." Gumam pemuda itu dan dia pun menata nya di atas meja.
Juna pun mencuci tangan nya, lalu makan terlebih dulu. Dia sangat kelaparan sekarang ini, dia pikir akan membangunkan sang kekasih setelah dia selesai makan nanti. Bukan nya dia tidak ingin makan bersama, tapi mungkin saja Airyn masih ingin beristirahat.
"Not bad lah ya, agak keasinan telor nya." Gumam Juna sambil terkekeh pelan. Kata orang tua dulu, kalau pemuda lajang atau gadis lalu masakan nya keasinan, itu artinya pengen kawin kan? Tapi ya wajar saja kan, nama nya juga masih sendiri.
Setelah menyelesaikan makan nya, Juna pun menaiki tangga menuju kamar dan membuka pintu nya secara perlahan. Dia tersenyum saat melihat Airyn ternyata masih tertidur lelap.
"Sayang.." Panggil Juna lirih, sambil mengusap-usap kepala Airyn. Dia juga merapikan anak rambut Airyn yang menghalangi wajah cantik nya lalu menyelipkan nya ke belakang telinga nya.
"Bangun yuk, makan dulu. Keburu dingin, nanti telur nya bau amis."
"Enghh.." Airyn melenguuh pelan, lalu membuka kedua mata nya secara perlahan. Wanita itu menatap Juna dengan senyum kecil nya, perut nya terasa lebih baik sekarang. Mungkin karena efek perhatian dari Juna ya?
"Sayang.."
"Hmm, masih ngantuk deh."
"Nanti lanjutin tidur nya ya, sekarang makan dulu. Aku tahu kok perut kamu masih sakit, tapi kan kamu tetep harus makan, sayang."
__ADS_1
"Makan apa?"
"Aku bikin roti lapis sayur, pake telor setengah matang. Enak deh, yang. Yuk makan dulu." Bujuk Arjuna sambil tersenyum, dia kembali membelai wajah cantik Airyn dengan tangan besar nya.
"Terdengar enak, aku cuci muka dulu deh ya?"
"Iya, aku tunggu di bawah ya?"
"Oke, sayang."
"Inget, langsung ke kamar mandi. Jangan bobok lagi, nanti telur nya keburu dingin gak enak."
"Isshh, iya-iya. Bawel banget sih kamu."
"Dih, aku bawel-bawel gini karena aku peduli sama kamu, sayang." Jawab Juna sedikit kesal sedangkan Airyn sudah terkekeh pelan melihat perubahan ekspresi yang di tunjukkan oleh Juna.
"Lucu nya sih pacar aku.."
"Makan tuh lucu." Ucap Juna lalu beranjak dari duduk nya dan pergi keluar kamar.
"Aku tunggu di bawah." Jawab Juna. Seketika hati Airyn merasa tenang, pemuda itu masih menjawab panggilan nya, berarti dia sedang tidak marah bukan? Oke, mari sekarang cuci muka dan makan. Begitu pikir Airyn.
Wanita itu turun dari kasur dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya, setelah itu dia pun keluar dari kamar dengan melangkah secara perlahan. Dia menuruni tangga dan melihat Juna yang sedang duduk di sofa. Begitu melihat Airyn yang melangkah dengan perlahan, Juna dengan cepat bangkit dari duduk nya dan berjalan cepat setengah berlari untuk menghampiri sang kekasih.
Tanpa banyak bicara, Juna langsung memangku sang kekasih ala bridal style. Airyn mencium pipi kanan Arjuna, dia senang sekali karena kekasih nya begitu pengertian, tanpa di minta pun dia langsung menunjukkan kasih sayang nya lewat perbuatan. Itu jauh lebih baik di bandingkan hanya dengan kata-kata semata.
"Ayo makan, sayang." Ucap Juna sambil menyajikan makanan nya.
"Kelihatan enak sekali, sayang. Kamu membuat nya kan?"
"Tentu saja, aku membuat nya sendiri."
"Kamu gak pesen dari ponsel kan?" Tanya Airyn sambil tersenyum menggoda sang kekasih.
"Mana ada, ponsel aku habis kuota nya, hehe."
__ADS_1
"Kok gak bilang sih, nanti aku isiin kuota nya yang unlimited seumur hidup."
"Memang nya ada, sayang?" Tanya Juna sambil mengernyitkan kening nya.
"Gak ada sih, tetap ada waktu habis nya, hehe. Lagian disini ada wifi, sayang."
"Hah, masa iya? Kok aku gak tahu? Kamu juga kenapa gak ngasih tau, yang?" Tanya Arjuna membuat Airyn terkekeh.
"Kamu gak ada nanya soalnya, hehe."
"Hmm, ayang mah." Jawab Juna, terdengar seperti rengekan bagi Airyn, sangat menggemaskan. Benar-benar menggemaskan, lucu sekali.
"Makan sana."
"Enak nya makan sayur bening ya, anget."
"Gak ada sayuran nya, sayang. Apalagi ayam, sayur nya cuma tinggal selada doang. Mau buat sandwich buah juga gak ada buah nya, habis." Jawab Juna.
"Udah habis kah?"
"Yaudah, besok belanja deh. Untuk makan malam kita pesen online nya."
"Hmm, oke." Jawab Juna sambil tersenyum, dia senang karena melihat Airyn makan dengan lahap. Senang sekali jika hasil jerih payah nya di terima dengan baik seperti ini.
"Enak?"
"Kalo boleh jujur sih, telur nya agak asin tapi gapapa, enak kok. Hehe." Jawab Airyn membuat Juna tertawa, lidah Airyn memang sama seperti Juna seperti nya. Jangankan Airyn, Juna saja yang membuat nya merasakan kebas di lidah nya karena keasinan, seperti nya tadi dia terlalu banyak menaburi telur nya dengan garam.
"Maaf ya, perasaan tadi dikit kok nambah garam nya, tapi kok bisa asin ya?"
"Gapapa, tetap enak. Makasih udah masakin aku roti lapis, sayang."
"Sama-sama."
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻