Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 86 - Kekesalan Juna #2


__ADS_3

Hari ini, Juna dan Airyn juga Mamak juga Nana akan pulang ke kota. Tentunya dengan sang supir yang selalu siap sedia kapan pun untuk menyetir. 


Sepanjang perjalanan, Airyn dan Juna hanya diam-diaman saja, tentu saja hal itu membuat Mamak merasa heran sendiri. Tak biasanya pasangan kekasih itu akan diam-diaman seperti ini. Biasanya mereka akan bercanda ria. 


Nana juga merasakan hal yang sama, dia duduk dengan anteng di pangkuan Airyn. Gadis kecil itu merasa sedikit canggung dengan situasi yang terjadi saat ini. 


"Kakak cantik.." Panggil Nana sambil tersenyum kecil.


"Iya, sayang. Kenapa?" Tanya Airyn, dia tersenyum ke arah adik ipar nya itu. 


"Kakak sama Abang kenapa? Kok diam-diaman? Apa Abang galak sama kakak, bilang sama Nana, biar Nana yang marahin Abang." Celoteh Nama sambil menunjukkan tinju kecil nya. Airyn terkekeh pelan lalu memeluk tubuh mungil Nana dengan gemas.


"Kakak sama Abang gak marahan kok, cuma kakak agak gak enak badan aja sekarang." Jawab Airyn sambil tersenyum.


"Kakak cantik sakit?"


"Tidak, hanya sedang menstruasi hari pertama." Bohong Airyn, padahal dia tidak menstruasi. Juna yang mendengar juga membulatkan mata nya saat mendengar ucapan sang gadis yang mengatakan bahwa dirinya sedang menstruasi. 


"Menstruasi? Apa itu, kak?"

__ADS_1


"Nanti, kalau Nana sudah besar bakalan tau kok." Jawab Airyn sambil mengusap puncak kepala Nana. Jujur saja, dia merasa ada yang tidak enak di bagian bawah tubuhnya, itulah yang membuat Airyn mengatakan kalau dia sedang menstruasi. Selain itu, perut nya juga terasa tak nyaman, mulas melilit seperti orang yang sedang menstruasi. Padahal nyatanya, Airyn tidak sedang menstruasi. 


"Nana ngantuk? Tidur aja ya, masih jauh lho."


"Iya, Kakak. Ini mobil kakak bikin nyaman, udah gitu luas dan enak ada kipas nya."


"Kipas?"


"Iya, ini yang dingin dari kipas kan, kak?" Tanya Nana dengan polos nya, membuat Airyn terkekeh karena baginya Nana sangat menggemaskan. 


"AC, sayang. Bukan kipas."


"Kamu ini.." Nana memeluk Airyn dengan erat untuk mencari posisi yang nyaman untuk dia tidur. Ini sudah sore hari, tadi mereka berangkat siang hari. Sudah beberapa jam mereka setelah berangkat.


Airyn melirik ke arah Juna yang hanya diam, sesekali dia memainkan ponsel nya untuk bermain game di ponsel nya. Dia benar-benar mendiamkan Airyn dan wanita tahu benar apa kesalahan nya, tapi dia tidak bisa di diamkan seperti ini. Dia rindu dengan Juna yang perhatian, cerewet dan selalu banyak omong jika sedang bersama nya, tapi sekarang Juna menunjukkan sifat aslinya Jiak sedang marah. Juna adalah pemuda yang jika ada masalah, pasti akan diam.


"Jun.." Panggil Airyn, membuat Juna menghela nafas lalu dengan cepat mengakhiri game nya. Dia menoleh ke arah Airyn dengan wajah datar nya.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Kamu masih kesel ya, Jun?"


"Banget."


"Maafin aku, Jun."


"Kamu tahu dimana kesalahan kamu, Airyn?" Tanya Juna, membuat Airyn yang tadi nya menundukkan kepala nya, kini mendongak dan menatap wajah Juna. Ini adalah kali pertama nya dia mendengar Juna menyebut namanya seperti ini. Artinya, Juna benar-benar sedang marah saat ini. 


"I-iya.."


"Kalau kamu sudah tahu apa kesalahan mu, apa yang akan kau lakukan hmm? Membunuhnya?" Tanya Juna dengan tatapan tajam nya. Airyn menggelengkan kepala nya.


"Pikirkan baik-baik, baru kita bicara lagi." Ucap Juna lagi, lalu memilih memalingkan wajah nya ke arah jendela mobil yang menampilkan pemandangan asri ala pedesaan yang indah. 


Airyn terdiam, dia sudah tahu letak kesalahan nya. Tapi Juna masih enggan bicara padanya. Benar, dia harus memikirkan dan merenungkan semuanya barulah dia akan datang dan bicara pada Juna nanti. 


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2