Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 93 - Setelah Pernikahan


__ADS_3

"Sayang.." panggil Arjuna pada Airyn yang masih tertidur lelap padahal hari sudah cukup siang dan ini sudah waktunya untuk beraktivitas, tapi wanita itu masih betah bergelung dengan selimut hangat nya. 


"Ayang, bangun dong.." lirih Juna, dia mengguncang pelan tubuh polos sang istri. Juna paham benar kalau Airyn mungkin saja kurang istirahat semalam, karena bermain hingga larut malam. 


Namanya pengantin baru kan ya, malam pertama nya harus berkesan meskipun ini bukanlah yang pertama kalinya bagi Airyn maupun Juna. Terbukti dengan adanya janin di dalam rahim Airyn. 


"Enghhhh.." Airyn melenguuh pelan, lalu membuka kedua matanya yang masih terasa berat dengan perlahan. 


"Udah ganteng aja kamu, mau kemana?" Tanya Airyn karena melihat suaminya sudah mandi dan terlihat sangat tampan. Entah kenapa, sejak menjadi suami Juna terlihat jauh lebih tampan dan dewasa. Apa mungkin itu hanya perasaan Airyn saja? Tapi sungguh, Arjuna memang terlihat sangat tampan apalagi saat dengan lantang mengucap janji suci kemarin pagi. 


"Gak kemana-mana sih, tapi kalau kamu mau jalan-jalan ya ayo." Jawab Juna sambil mengusap-usap puncak kepala Airyn. Wanita itu masih betah berada di bawah selimut tebalnya, rasanya sangat nyaman.


"Gak aahh, aku capek habis kamu serang tadi malam."


"Hehe, tapi enak kan? Udah lama kita gak anu." Jawab Juna sambil cengengesan. 


"Udah makan kamu, Bby?" Tanya Airyn sambil menggenggam tangan Arjuna yang terasa sedikit kasar. 


"Belum, sayang."


"Kenapa belum? Udah siang lho ini." Ucap Airyn. Dia bisa melihat kalau cahaya matahari di luar sana sudah bersinar dengan cukup terik. 


"Ya itu alesan aku bangunin kamu, sayang. Harusnya aku yang bilang gitu ke kamu, yang. Kamu lagi hamil, harus makan teratur dan tepat waktu." Jawab Arjuna sambil mengusap perut Airyn yang masih rata itu dari balik selimut, tapi Juna merasa kesal karena dia tak bisa menyentuh perut sang istri secara langsung, Juna pun menyibak selimut yang menutupi tubuh polos sang istri.


"Dia lagi ngapain ya, Bby?"


"Tidur, mungkin. Tapi kan aku baru hamil dua bulan, yang. Dia masih kayak toge gak sih?" Tanya Airyn sambil menutupi buah kenyal nya yang terekspos. Meskipun sudah sering di lihat bahkan di mainkan oleh Juna, tapi jika di lihat dalam keadaan polos seperti itu dia akan tetap merasa malu rasanya, padahal saat ini mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri. 


"Toge apa kecebong sih, Bby?"


"Keduanya, sayang." Jawab Airyn sambil terkekeh pelan.

__ADS_1


"Ohh gitu ya, masih mual? Biasanya kan kamu pagi-pagi suka mual gitu."


"Gak tahu, lagi enggak kayaknya." Jawab Airyn. Aneh saja, pagi ini dia tidak merasa mual sama sekali, aneh bukan? Padahal biasanya dia akan di bangunkan pagi-pagi sekali oleh rasa mual yang mengaduk-aduk perutnya. 


"Hmm, syukurlah. Kamu mau mandi sekarang, sayang?" Tanya Arjuna sambil tersenyum kecil.


"Jangan lagi ya? Aku kan udah ngasih kamu jatah semalem." Pinta Airyn, tentunya dia tahu alasan kenapa Juna mengajaknya untuk mandi.


"Idih, memangnya siapa yang mau minta jatah lagi? Pinggang aku sakit kali nyangkul sawah sepetak punya kamu, hehe." 


"Sawah bukan sembarangan sawah ya, Bby." Jawab Airyn sambil terkekeh pelan.


"Iya, sawah nya beda sama yang lain. Ada hutan rimbun nya, bikin gemes." 


"Astaga, udah deh aku mau mandi dulu. Kamu turun duluan aja saja." Ucap Airyn sambil berusaha beranjak dari tidurnya. 


"Aku akan memandikan mu, sayang. Izinkan aku untuk memanjakan kamu." Jawab Arjuna. Tanpa persetujuan, Juna langsung menggendong Airyn ala bridal style ke kamar mandi. Juna mengisi bath up dengan air hangat, lalu memberikan bath bomb dan beberapa tetes aromaterapi.


"Enak gak, yang?"


"Hmm, nyaman sekali rasanya, sayang." Jawab Airyn sambil terus memejamkan matanya.


"Maaf kalau aku membuat kamu kelelahan semalam, padahal harusnya aku tahu kalau kamu lagi hamil, butuh banyak waktu istirahat. Tapi aku kalah dengan nafssuku, sayang. Sekali lagi aku minta maaf ya.."


"Lho kok minta maaf? Gapapa, kan sekarang udah tugas aku buat layanin kamu. Katanya nyenengin suami juga ladang pahala, iya kan?"


"Iya, tapi kamu kan lagi hamil. Tapi aku malah main beberapa ronde semalam sama kamu." Jawab Arjuna, dia merasa bersalah karena semalam dia bermain beronde-ronde hingga membuat Airyn kelelahan dan kewalahan melayani nya. 


"Ya memang nya kalau hamil kenapa sih? Aku kan gapapa, lagian aku juga menikmatinya, sayang."


"Benarkah? Kamu gak kesakitan semalam?" Tanya Arjuna sambil menatap wajah cantik sang istri yang juga tengah menatap ke arahnya. 

__ADS_1


"Enggak kok, selama kamu main pelan-pelan. Aku bakalan merasa nyaman, sayangku."


"Huffttt, syukurlah kalau begitu, semoga saja aku tidak menyundul si bacil semalam."


"Hahaha, enggak sayang. Ya kali nyundul si bacil." Jawab Airyn sambil terkekeh. Juna pun melanjutkan pijatan lembutnya, lalu menyelesaikan mandi nya. Hari ini, Juna benar-benar memanjakan istrinya. Tadi memandikan, sekarang melanjutkan dengan memakaikan pakaian untuk sang istri, dia juga menyisir rambut panjang Airyn dengan rapih dan setelahnya mereka pun keluar dari kamar untuk sarapan. Sarapan yang terlewat cukup jauh lebih tepatnya. 


"Baru turun kalian?" Tanya Jonathan menatap sinis Juna dan Airyn yang baru saja turun dari kamar mereka.


"Iya, aku kesiangan, Dad." Jawab Airyn sambil tersenyum. 


"Dad kira, dia bermain denganmu sampai siang seperti ini." Jawab Jonathan dengan ketus. 


"Kalau iya pun, gapapa kan? Kan Juna suami Airyn, kewajiban Airyn buat nyenengin suami Airyn." 


"Tapi kamu lagi hamil, ya kali Juna main sampai siang seperti ini."


"Airyn suka kok, jadi gak masalah. Daddy boleh marah kalau Airyn sakit karena Juna terlalu doyan." Jawab Airyn lagi, sambil tersenyum kecil. Wanita itu menggenggam tangan sang suami, lalu menariknya ke dapur dan mereka pun sarapan.


"Telat banget bangun nya, sayang? Habis begadang kah semalam?" Tanya Monica sambil tersenyum menggoda.


"Mommy.." rengek Airyn membuat Monica tergelak.


"Iya iya, Mommy paham kok. Mommy juga kan pernah muda kayak kamu." Ucap Monica sambil mengusap lembut puncak kepala Airyn.


"Makan yang banyak, sayang. Apalagi kamu Jun, kamu bekerja keras kan semalam?"


"I-iya, Mom." Jawab Juna, wajahnya memerah karena malu mendengar ucapan yang terlontar begitu saja dari mulut ibu mertuanya. 


Pasangan suami istri itu pun makan dengan lahap, sesekali Airyn celamitan meminta makanan yang ada di piring sang suami. Padahal isinya tak jauh berbeda, hanya karena milik Juna ada kerupuk dan milik nya tidak ada karena kerupuknya habis. Tapi, Juna tidak keberatan sama sekali. Namanya juga ibu hamil kan? Gak bisa di tebak maunya apa. Jadi, selagi bisa lakukan saja dari pada membuat mood nya berubah.


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2