Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO

Berondong Posesif Kesayangan Nona CEO
Bab 54 - Princess


__ADS_3

'Sayang..' Rengek Arjuna. Terdengar sangat menggemaskan, membuat suara Airyn terkekeh. Saat ini, sepasang kekasih itu tengah melakukan panggilan video. 


"Yes, bocilku. Kenapa, sayang?" Tanya Airyn membuat Juna memberengut. Dia suka saat Airyn memanggil nya bocil namun secara langsung, bukan dari telepon seperti ini.


'Kangen..' Rengek pemuda itu lagi membuat Airyn menguluum senyum nya, kalau boleh jujur, Airyn juga merindukan Juna. Tapi sekarang, dia harus menjaga sedikit jarak bersama sang kekasih. Terlebih karena sekarang, orang tua nya terlihat berbeda. Apa mungkin mereka sudah curiga kalau Airyn sudah memiliki kekasih. 


"Sama, aku juga kangen, sayang. Tahan ya, besok pagi-pagi sekali aku kesana."


'Hmm, mau nya ketemu sekarang issh.' Jawab Juna dengan suara manja nya. Gemas? Tentu saja, kalau bisa dia ingin mencubit pipi sang kekasih. Namun sayang sekali, jarak memisahkan mereka sekarang. 


"Sabar dong, sayang ku. Kita baru aja pisah beberapa jam doang, tapi kamu udah merengek gitu. Gemesin banget deh." Ucap Airyn membuat bibir Juna mengerucut.


"Itu bibir minta di cium gak sih?"


'Hmm, pengen..' 


"Yaudah, bersiap saja besok pagi. Nanti aku akan kesana, sayang. Tunggu ya?"


'Baiklah, sayang ku. Aku akan menunggu, tapi jangan bohong ya?' 


"Enggak, aku akan menepati janjiku, sayang. Besok aku kesana sebelum berangkat kerja, oke?" Tanya Airyn lagi. Terlihat di layar ponsel kalau Juna tersenyum manis dan menganggukan kepala nya mengiyakan ucapan Airyn. 


'Besok mau di masakin apa, sayang?' Tanya Juna. 


"Terserah kamu, sayang. Jangan yang repot-repot, biasa saja." Jawab Airyn sambil tersenyum. 


'Baiklah, bagaimana kalau menu kesukaan mu?'


"Aku akan dengan senang hati menerima nya, sayangku." Jawab wanita itu.

__ADS_1


'Oke, aku akan memasak nya untukmu. Jadi aku mohon jangan berbohong dan datang kesini.'


"Tentu, sayangku. Bawel sekali pacarku ini aku, tapi aku mencintaimu."


'Me too, hehe.'


"Sok Inggris kamu, cil."


'Gapapa lah, yang penting jangan sok ganteng. Iya gak?'


"Tapi, kamu memang ganteng, sayang." Jawab Airyn sambil tersenyum. Bohong sekali kalau Airyn mengatakan kalau Juna tidak tampan, nyatanya visual seorang Arjuna memang sudah tidak perlu di ragukan lagi, sesuai dengan nama nya, Arjuna. 


'Aduh, pliss jangan bikin aku salting malam-malam begini dong. Kamu nya gak ada, kalau ada disini udah aku cium terus unyel-unyel pipi nya.' Ucap Juna yang membuat Airyn tertawa pelan. 


"Baiklah, sayang ku. Sudah malam sekali sekarang, tidur yuk?"


'Aku akan sedikit susah tidur seperti nya, tapi tidak apa-apa. Aku akan berusaha untuk tidur tepat waktu, sayang. Selamat beristirahat.'


'Love you more, Baby. Have a nice dream.'


"Yeahh, have a nice dream too." Balas Airyn. Panggilan pun selesai, Airyn menyimpan ponsel nya, tak lupa mengisi daya nya dan dia pun beranjak dari duduk nya. Wanita itu membuka jendela yang menghubungkan kamar dengan balkon. Airyn menatap langit malam yang terlihat sangat cerah sekali malam ini. Bahkan bulan dan bintang terlihat bersinar dengan indah nya. Kedua nya nampak sangat indah, di atas langit berdampingan dan saling melengkapi. 


"Aku mencintai mu, Arjuna." Gumam Airyn, lalu tersenyum. Rindu? Tentu saja, dia sangat merindukan Arjuna nya sekarang. Padahal mereka belum berpisah lebih dari 24 jam, tapi rasanya mereka sudah saling merindukan satu sama lain. 


Tak berbeda jauh dengan suasana di apartemen, saat ini Juna juga tengah berdiri sendirian di balkon dengan kepala menengadah ke atas, menatap langit malam yang terlihat sangat indah malam ini. Pasangan kekasih itu menatap langit yang sama dengan perasaan yang sama namun di tempat yang berbeda.


"Seberat inikah rasa rindu? Pantesan kata Dilan jangan rindu karena itu berat, sekarang aku merasakan nya sendiri. Berat sekali." Gumam Arjuna. 


Hingga setelah beberapa menit kemudian, Juna masuk dan merebahkan tubuh nya di atas ranjang lalu menutup mata nya. Namun, setelah hampir setengah jam kemudian, Juna masih belum bisa tertidur juga. Entahlah, dia tidak merasa mengantuk sama sekali. 

__ADS_1


"Sudah kuduga, aku akan kesulitan tidur. Airyn apa seperti itu juga ya?" Gumam pemuda itu. Di tempat lain, Airyn juga merasakan hal yang sama. Dia hanya berguling-guling kesana kemari gara-gara tidak bisa tidur. Aneh saja rasa nya karena biasa nya dia akan tidur di pelukan sang kekasih, Arjuna. Tapi kalo ini, dia terpaksa harus tidur sendirian karena berpisah tempat dengan sang kekasih. 


"Juna, aku rindu.." Gumam Airyn sambil mengusap wajah nya dengan pelan, menyesakan sekali memang menahan rindu. 


Keesokan pagi nya, Airyn terbangun setelah semalaman dia berusaha untuk tidur namun akhirnya dia harus tidur larut malam, Airyn baru bisa tidur jam dua belas malam. Juna bahkan lebih parah, dia bath bisa tidur dengan nyenyak setelah jam dua dini hari. Semua ini gara-gara kedua nya berpisah dan tak bisa saling memeluk satu sama lain.


"Selamat pagi, Sayang.." Sapa Sintia sambil tersenyum saat melihat Airyn turun dari kamar nya dengan pakaian kantor yang terlihat sangat rapuh. Rok selutut yang sedikit longgar yang di ladu padankan dengan kemeja berwarna biru navy dan blazer berwarna hitam. Rambut panjang bergelombang nya di gerai dengan begitu cantik. 


Wajah cantik Airyn terlihat berseri-seri, sungguh dia suka dengan perubahan sikap orang tua nya meskipun dia yakin ada alasan di balik perubahan itu dan dia tidak tahu entah apa yang membuat mereka berubah. Mungkin, mereka berubah karena sudah menyadari kesalahan mereka, itulah yang ada di pikiran Airyn sekarang.


"Pagi kembali, Mom. Mana Daddy?"


"Daddy disini, princess." Jawab Jonathan sambil tersenyum, dia membawa secangkir kopi hitam panas di tangan nya. 


Princess? Itu membuat Airyn merasakan perasaan lega di hatinya, itu adalah panggilan sang ayah ketika dia masih remaja dulu. Sekarang, agak terdengar aneh saat mendengar sang ayah memanggil nya seperti itu, padahal dulu dia sangat menyukai panggilan itu.


"Sarapan dulu yuk, kamu harus ngantor hari ini, kan?"


"Eemm, Airyn udah telat sih. Jadi Airyn sarapan di kantor aja." Jawab Airyn sambil melirik jam nya yang memang sudah memperlihatkan pukul tujuh pagi.


"Baiklah, tapi kamu harus makan malam di rumah ya?"


"Oke, Mom. Kalau begitu, Airyn berangkat dulu ya."


"Iya, sayang. Hati-hati di jalan nya, semangat kerja nya." Airyn hanya menganggukan kepala nya lalu wanita itu pun pergi dari rumah dengan mengendarai kendaraan beroda empat itu dengan kecepatan rata-rata. Dia sudah mengatakan pada Maudy kalau dia akan sedikit terlambat datang ke kantor karena ingin sarapan bersama kekasih nya terlebih dulu. 


Untung nya, jadwal hari ini tidak terlalu padat jadi Maudy pun langsung mengiyakan tanpa harus berpikir dua kali. Paling siang nya juga jam sembilan atau jam sepuluh, mengingat kalau Juna juga harus pergi ke tempat nya kursus mengemudi. 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2